Pergantian Ruben Amorim dengan Darren Fletcher sebagai pelatih interim menandai fase transisi penting bagi Manchester United pada awal Januari 2026. Keputusan ini tidak hanya bersifat struktural di ruang manajerial, tetapi juga membawa implikasi langsung terhadap arah permainan tim dalam jangka pendek. Fletcher hadir di tengah situasi klub yang terbelah antara tuntutan hasil instan dan kebutuhan akan pemulihan identitas bermain.
Sebagai figur internal yang memahami ekosistem klub, Fletcher diposisikan sebagai pilihan minim risiko untuk meredam gejolak usai kepergian Amorim. Latar belakangnya sebagai mantan pemain era Sir Alex Ferguson, pelatih akademi, serta staf pelatih tim utama memberinya perspektif yang unik. Dalam konteks interim, tiap keputusan taktis Fletcher cenderung dibaca sebagai respons langsung terhadap kegagalan pendekatan sebelumnya.
