Direktur Persib Bandung, Teddy Tjahjono saat mengunjungi IDN Media HQ pada Senin (21/3/2022). (IDN Times/Herka Yanis)
Ketika terbengkalai di rentang waktu 2019 sampai 2021 kemarin, pengelolaan GBLA ini berada di tangan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) pun sempat mengajukan diri untuk mengelola GBLA.
Berdasarkan unggahan di akun Instagram Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, disebutkan pada Desember 2017, Persib sempat mengajukan diri untuk mengelola GBLA. Persib meniru langkah yang dilakukan Bali United dan Madura United.
Persib punya rencana besar untuk mengelola GBLA dan menjadikannya stadion dengan standar Eropa. Namun, keinginan Persib ini terganjal masalah administrasi. Adanya urusan administrasi yang belum selesai antara Pemkot Bandung dan PT Adhi Karya selaku kontraktor stadion, membuat pengelolaan GBLA masih tidak jelas.
Beruntung, memasuki 2020, urusan administrasi dan tagihan antara Pemkot Bandung dan PT Adhi Karya tuntas. Lelang pengelolaan sudah bisa dilakukan, dan saat ini, PT PBB dan Pemkot Bandung masih berproses perihal pengelolaan tersebut.
"Per hari ini 10 Mei 2022, seluruh tahapan terkait pengelolaan Stadion GBLA sedang terus berproses dan Insha Allah bisa digunakan untuk liga tahun ini. Tentunya dengan penuh ketelitian, kehati-hatian dan terukur. Sehingga diharapkan tidak menimbulkan lagi permasalahan di masa mendatang," cuit Yana.
Direktur PT PBB, Teddy Tjahjono, mengaku pihaknya menghormati proses dan sinergi yang saat ini tengah dilakukan antara PT PBB dan Pemkot Bandung. Intinya, Persib ingin jadi pihak yang taat aturan dan tidak melewati batas.
"Kami menghormati proses yang saat ini masih terus dilakukan oleh Pemkot Bandung terhadap Stadion GBLA sebagai kandang Persib untuk menghadapi kompetisi Liga 1 2022/2023 mendatang," ujar Teddy.