Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi sepak bola
ilustrasi sepak bola (unsplash.com/Peter Glaser)

Intinya sih...

  • Lionel Messi mencetak rekor di MLS, dengan 29 gol dan 19 assist di musim reguler serta 6 gol dan 9 assist di playoff MLS Cup.

  • Lionel Messi mempersiapkan penampilan Piala Dunia 2026, dengan usianya yang akan memasuki 39 tahun saat turnamen itu digelar.

  • Lionel Messi masih berambisi mengejar rekor pribadi, seperti melampaui jumlah assist terbanyak dan meraih kemenangan di Piala Dunia 2026.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lionel Messi menunjukkan dirinya belum habis meski usianya sudah memasuki 38 tahun. Paling baru, La Pulga, julukan Messi, membawa Inter Miami menjuarai Major League Soccer (MLS) Cup 2025. Itu sekaligus trofi ketiganya bersama Inter Miami setelah menjuarai Leagues Cup 2023 dan Supporters' Shield 2024.

Menonton Messi bermain sepak bola di tahap kariernya yang sekarang seperti melihat anggur vintage yang entah bagaimana kualitasnya terus meningkat seiring bertambahnya usia. Ia tetap tampil gemilang sekaligus mendominasi. Kira-kira apa yang membuat mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain tersebut tetap menggila pada usianya yang tidak lagi muda?

1. Lionel Messi menulis rekor di MLS

Banyak yang bilang, MLS adalah rumah pensiun bagi bintang-bintang yang sudah menua. Berdasarkan fakta, pendapat itu ada benarnya. Meski demikian, Lionel Messi terus mendobrak batasan dan mencetak rekor yang membuktikan kehebatannya tidak mengenal liga dan benua.

Berdasarkan data MLS, sepanjang 2025, Messi mencetak 29 gol dan 19 assist pada musim reguler, membuatnya berhak atas Sepatu Emas. Ia juga menambahkan 6 gol dan 9 assist di playoff MLS Cup. Catatan terakhir membuatnya menorehkan rekor baru dalam sejarah playoff MLS.

Jadi, kurang tepat jika mengatakan ia cuma menerima gaji di Inter Miami. Messi benar-benar berkompetisi dan mengangkat derajat banyak orang di sekitarnya. Pemain asal Argentina ini tidak bermain-main. Ia sedang menulis babak baru dalam kariernya yang sudah melegenda.

2. Lionel Messi mempersiapkan penampilan di Piala Dunia 2026

Dengan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, kiprah Lionel Messi yang lebih panjang di MLS bisa menjadi persiapan sempurna untuk perayaan Piala Dunia terakhirnya. Usianya memasuki 39 tahun ketika turnamen itu digelar. Piala Dunia edisi ke-23 itu kemungkinan besar akan menjadi yang terakhir baginya.

Argentina tentu mesti berusaha sekuat tenaga mempertahankan trofi yang mereka raih pada 2022 di Qatar. Nah, Albiceleste akan sedikit diuntungkan karena memiliki kapten yang telah beradaptasi dengan kondisi di Amerika Utara. Messi menghabiskan masa senjanya dengan menguasai sepak bola Negeri Paman Sam, dengan harapan trofi Piala Dunia menjadi kado penutup yang manis.

3. Lionel Messi masih berambisi mengejar rekor pribadi

Cristiano Ronaldo sering disebut sebagai pesepak bola yang ambisius. Namun, Lionel Messi sebenarnya sama saja. Itulah salah satu alasan kenapa ia tetap berusaha menampilkan performa terbaiknya meski sudah tidak muda lagi.

Ambisi paling dekat sudah tercapai. Ia berhasil memberikan trofi MLS Cup untuk Inter Miami, sekaligus yang pertama untuk klub dengan warna kebesaran pink ini. Kemenangan mereka tidak cuma menandai tonggak sejarah klub, tetapi juga menunjukkan kemampuan Messi untuk menginspirasi dan mengubah sebuah tim.

Messi juga baru saja membukukan rekor pribadi lainnya. Ia sekarang telah melampaui Ferenc Puskas sebagai pemain dengan jumlah assist terbanyak dengan 405 assist. Catatan itu diciptakan setelah membuat sebiji assist saat Inter Miami mengalahkan New York City di Final Wilayah Timur Playoff MLS Cup 2025.

Rekor lainnya, tentu saja Piala Dunia 2026. Messi memang sudah menjuarai Piala Dunia 2022, tetapi turnamen mendatang akan memiliki arti tersendiri baginya. Jika menang, mungkin belum akan mengalahkan rekor Pele. Namun, setidaknya bisa melewati capaian Diego Maradona yang hingga sekarang masih dianggap sebagai dewa sepak bolanya Argentina.

Jika Cristiano Ronaldo sedang mengobrak-abrik Saudi Pro League, Lionel Messi mengejar rekor demi rekor sambil membuat para pemain bertahan MLS seperti bocah. Ia akan terus menggali keajaiban dari kariernya yang telah cemerlang. Usianya mungkin sudah menua, tetapi hasratnya untuk menjadi tetap hebat masih sama kuat seperti sebelumnya.

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team