Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bilal El Khannouss, Bintang Stuttgart dan Permata Tersembunyi Maroko
ilustrasi MHP Arena kandang milik VfB Stuttgart (unsplash.com/HannesKocholl)

VfB Stuttgart beberapa kali mengorbitkan pesepak bola muda berbakat yang menjadi bintang top Eropa. Sebut saja, Sami Khedira, Mario Gomez, dan Joshua Kimmich. Stuttgart kembali menghadirkan pemain muda berbakat yang tampil impresif pada 2025/2026. Sosok tersebut bernama Bilal El Khannouss.

Ia tampil impresif dengan mencetak 8 gol dan 4 assist dalam 27 laga di semua kompetisi per 20 Februari 2026. Terbaru, El Khannouss menjadi bintang kemenangan Stuttgart 4-1 atas Celtic pada leg pertama playoff 16 besar Liga Europa (UEL) 2025/2026. Bakat sang pemain sudah mendapat pengakuan dari beberapa eks pesepak bola legendaris, seperti Ruud van Nistelrooy dan Pep Guardiola.

Meski begitu, belum banyak yang mengenal sosok El Khannouss. Berikut rekam jejak karier pemain berusia 21 tahun itu.

1. Disebut pengkhianat oleh pelatih muda Anderlecht ketika pindah ke KRC Genk saat berusia 15 tahun

Bilal El Khannouss lahir di Strombeek-Bever, Belgia, pada 10 Mei 2004. Ia memiliki darah Maroko dari garis keturunan kakennya. Dilansir Goal, El Khannouss mengatakan kakek dan neneknya pindah dari Maroko ke Belgia.

Kariernya sebagai pesepak bola dimulai ketika masuk akademi tim lokal, Crossing Schaerbeek, saat berusia 5 tahun. Tidak lama setelah El Khannouss bergabung dengan Crossing Schaerbeek, pelatihnya, Ebrahim Bouazzati, hengkang ke Anderlecht. Kepindahan tersebut disertai dengan beberapa talenta muda yang dinilai potensial, termasuk El Khannouss. Dalam perjalanannya, ia beberapa kali bermain sepak bola dalam ruangan seperti futsal untuk memahami soal ruang dan pergerakan tanpa bola.

El Khannouss membuat langkah besar dalam kariernya ketika memutuskan pindah ke KRC Genk saat berusia 15 tahun. Keputusan tersebut menimbulkan kekecewaan dari sebagian jajaran pelatih Anderlecht. El Khannouss bahkan sampai disebut pengkhianat oleh beberapa pelatih tim muda Anderlecht.

2. Menolak tawaran bergabung dengan Ajax dan memilih perpanjang kontrak dengan Genk

Bilal El Khannouss sempat mendapat tawaran dari Ajax Amsterdam saat usianya menginjak 18 tahun. Namun, ia menolak dan memilih memperpanjang kontrak dengan KRC Genk. Keputusan tersebut terbukti tepat bagi perkembangan karier El Khannouss.

Ia mampu tampil apik dengan mencatat 1 gol dan 5 assist dalam 41 pertandingan di semua kompetisi pada 2022/2023. El Khannous kemudian bermain dalam 51 laga dan mencetak 3 gol serta 8 assist di berbagai ajang pada 2023/2024. Ia menorehkan 4 gol dan 14 assist dalam 94 laga di semua kompetisi selama membela KRC Genk pada 2021--2024.

3. Memilih Timnas Maroko ketimbang Belgia

Bilal El Khannouss punya dua pilihan tim nasional untuk karier interasional, yaitu Belgia dan Maroko. Ia berhak membela Timnas Belgia karena lahir di Strombeek-Bever. Sementara itu, El Khannouss bisa bermain untuk Timnas Maroko berkat latar belakang keluarga.

Ia akhirnya memilih Maroko ketimbang Belgia. El Khannouss mengatakan keputusan tersebut dipengaruhi faktor keluarga yang berasal dari Maroko. Ia merasa bangga dengan pilihan tersebut dan menjalani karier cukup cemerlang. El Khannouss menjadi bagian penting Maroko kala mencapai semifinal Piala Dunia 2022 dan runner-up Piala Afrika 2025.

4. Mendapat pengakuan dari Ruud van Nistelrooy dan Pep Guardiola berkat penampilan apik bersama Leicester City pada 2024/2025

Bilal El Khannouss melanjutkan kariernya dengan pindah ke Leicester City pada musim panas 2024. Ia sempat bermain di bawah asuhan Steve Cooper pada awal kedatangannya di Leicester City. El Khannouss kemudian dilatih Ruud van Nistelrooy usai Leicester City memecat Cooper pada November 2024.

Van Nistelrooy sendiri memiliki kesan positif terkait potensi El Khannouss. Menurutnya, sang pemain punya prospek menjanjikan untuk menjadi pesepak bola top di Liga Champions Eropa (UCL). El Khannouss sendiri tipe gelandang serang kreatif dengan skill olah bola memukau seperti dribel, mengoper, dan dapat memahami situasi pertandingan dengan cepat. Menurut pelatihnya di Timnas Belgia, Thorsten Fink, sang pemain seperti punya mata di belakang kepalanya karena ketajaman visi permainan.

El Khannouss bermain dalam 36 pertandingan dengan torehan 3 gol serta 5 assist di semua kompetisi bersama Leicester City pada 2024/2025. Sayangnya, ia gagal menyelamatkan The Foxes dari degradasi. Meski begitu, permainan El Khannouss dinilai impresif. Salah satunya pelatih Manchester City, Pep Guardiola, yang terkesan dengan gaya bermain El Khannouss.

5. Kariernya makin bersinar selama menjalani masa peminjaman di VfB Stuttgart

Bilal El Khannouss memutuskan pindah ke VfB Stuttgart dengan status pinjaman dari Leicester City pada musim panas 2025. Pelatih Stuttgart, Sebastian Hoeness, menyebut kualitas sang pemain cukup menjanjikan setelah tampil apik di EPL bersama Leicester City. El Khannouss menjawab pujian tersebut dengan menunjukkan performa fantastis.

Ia menorehkan 8 gol dan 4 assist dalam 27 pertandingan di semua kompetisi bersama Stuttgart per 20 Februari 2026. El Khannouss baru-baru ini menjadi bintang kemenangan Stuttgart 4-1 atas Celtic lewat torehan brace pada leg pertama playoff 16 besar UEL 2025/2026. Ia menjadi bagian penting Stuttgart yang tengah berjuang finis di zona empat besar agar bisa lolos ke Liga Champions 2026/2027.

Penampilan El Khannouss membuka jalan bagi Stuttgart untuk membelinya secara permanen dari Leicester City pada musim panas 2026. Ia memiliki klausul pembelian permanen seharga 25 juta euro atau Rp496 miliar. Namun, Stuttgart perlu mewaspadai tawaran dari klub-klub besar Eropa yang mengincar El Khannouss. Sebab, Leicester City bisa saja menaikkan harga jualnya jika sang pemain tampil apik secara konsisten sampai akhir 2025/2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy