Timnas Jerman Barat menyongsong Piala Dunia 1974 dengan status kampiun Euro 1972. Setelah kegagalan juara di Piala Dunia 1970, Schoen membuktikan kualitasnya dengan menghadirkan trofi Eropa 2 tahun sebelumnya. Modal juara Euro memberikan kepercayaan diri tinggi di Piala Dunia 1974. Apalagi, Die Mannschaft merupakan tuan rumah pada edisi kali.
Piala Dunia 1974 memperkenalkan format baru sekaligus trofi baru–yang bertahan sampai saat ini–sebagai pengganti trofi Jules Rimet. Timnas Jerman Barat sebagai unggulan melesat dengan meyakinkan pada babak grup pertama. Dalam dua laga awalnya, Timnas Jerman Barat mendulang kemenangan 1-0 kontra Chile dan mengalahkan Australia tiga gol tanpa balas.
Namun, kejutan terjadi pada laga ketiga ketika Jerman Barat tumbang 0-1 dari Jerman Timur. Ini membuat pasukan Schoen finis kedua di babak pertama fase grup. Beruntungnya, Jerman Barat masih bisa lolos. Pada babak kedua fase grup, Timnas Jerman Barat tak terbendung dengan menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan atas Polandia, Swedia, dan Yugoslavia.
Timnas Jerman Barat ditantang Belanda pada partai final. Kala itu, Belanda tengah mencuri atensi melalui permainan Total Football di bawah arahan Rinus Michel. Benar saja, Schoen dibuat terkejut ketika Belanda unggul cepat melalui gol penalti Johan Neeskens ketika laga belum genap 2 menit. Tak berselang lama, Jerman Barat juga mendapatkan penalti. Paul Breitner berhasil menyamakan skor. Gerd Mueller membawa Jerman Barat berbalik unggul 2-1 jelang jeda. Pada baba kedua, skor tidak berubah dan Jerman Barat keluar sebagai juara.