Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengulas Kecanggihan Adidas Trionda, Bola Piala Dunia 2026
Bola resmi Piala Dunia 2026, Adidas Trionda (Dokumentasi Adidas)
  • Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026, dilengkapi chip canggih yang terhubung ke sensor dan VAR untuk mengumpulkan data lapangan secara real-time.
  • Teknologi AI di Trionda membantu wasit mendeteksi insiden seperti handball dan offside dengan akurasi tinggi melalui data getaran dan posisi pemain.
  • Dari sisi desain, Trionda memiliki empat panel dengan jahitan strategis agar stabil di udara serta chip terlindungi lapisan khusus untuk ketahanan benturan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Trionda, bola yang dipakai di Piala Dunia 2026, menjadi sorotan dari berbagai pihak. Sebab, teknologi yang digunakan di Trionda begitu canggih.

Dalam sosialisasi teknologi Piala Dunia 2026 yang digelar FIFA beberapa waktu lalu dan dihadiri IDN Times, Direktorat Inovasi yang dipimpin Johannes Holzmueller mengumumkan sejumlah terobosan penting. Piala Dunia 2026, ditegaskan Johannes, akan berbasis pada sejumlah teknologi yang dilengkapi dengan akal imitasi (AI) untuk membantu kinerja wasit di atas lapangan, sehingga memberikan keputusan lebih solid dan kuat.

"AI akan berperan penting dalam turnamen kali ini. Maka dari itu, sejumlah teknologi berbasis AI akan membantu kinerja wasit dan lini lainnya selama Piala Dunia 2026," kata Johannes, dalam pemaparannya.

Lantas seberapa canggih sih Trionda?

1. Ada chip yang ditanamkan

Bola resmi Piala Dunia 2026, Adidas Trionda (Dokumentasi Adidas)

Bola Trionda yang dipakai dalam setiap pertandingan akan ditanamkan chip di dalamnya. Nantinya, chip itu bakal menjadi otak dan terhubung ke setiap sensor, termasuk Video Assistant Referee (VAR), ketika bergerak untuk mengumpulkan berbagai data di lapangan.

Data dalam bola tak serta-merta akan menentukan keputusan di lapangan. Tetap saja, wasit dan ofisial VAR akan meninjau kembali insiden yang terjadi andai ada kebingungan di lapangan. Artinya, AI yang dipakai juga dikombinasikan dengan sentuhan manusia agar keputusan lebih adil dan cepat.

Tenang, keputusan akan diambil dengan cepat karena sensornya bisa melacak data berkecepatan tinggi, 500 Hz. Dengan rataan itu, wasit bisa mendapatkan keputusan lebih baik atas sederet kejadian sensitif.

2. Dari handball hingga offside bisa terdeteksi

Johannes mencontohkan, jika terjadi handball yang begitu tipis, maka getaran bisa terlihat dalam data di dalam bola. Hal itu bisa membantu wasit lewat Video Assistant Referee demi meninjau sebuah insiden dalam waktu lebih singkat.

"Contohnya, ini bisa membantu peninjauan kemungkinan handball, jika insidennya tak jelas apakah pemain benar-benar menyentuhnya atau tidak," ujar Johannes dalam pemaparannya.

Bukan cuma handball, keputusan terkait offside juga bisa dibantu lewat teknologi yang ada di dalam Trionda. Sebab sensornya akan menentukan posisi pemain yang sebenarnya, terkoneksi pula dengan teknologi offside semi-otomatis.

3. Diklaim stabil di udara

Ditinjau dari segi desain, Trionda memiliki empat panel konstruksi dengan kedalaman jahitan yang prima. Garis-garis yang timbul dalam konstruksi bola ditempatkan secara strategis.

Ada alasan mengapa desain ini dibentuk, yakni demi menciptakan hambatan udara yang merata saat bola meluncur di udara. Bola akan lebih stabil dengan konstruksi tersebut. Kelengketannya juga akan lebih prima ketika laga digelar di berbagai kondisi cuaca.

Sementara, chip akan ditempatkan di tengah bola dengan dilindungi lapisan khusus. Jadi, chip terlindungi dan aman ketika bola harus ditendang dan menerima benturan kuat.

Editorial Team

Related Article