Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi trofi
ilustrasi trofi (unsplash.com/Ariel)

Intinya sih...

  • Arsenal berpeluang mengakhiri puasa gelar Premier League dengan posisi kokoh di puncak klasemen dan keberhasilan meraih gelar juara liga akan menjadi akhir dari puasa gelar yang telah berlangsung sejak 2003/2004.

  • Arsenal berada di jalur yang tepat untuk menjuarai Liga Champions setelah tampil tangguh di fase grup dan finis sebagai pemuncak klasemen.

  • Arsenal akan bertemu Wigan Athletic pada putaran keempat Piala FA, dengan peluang Arsenal untuk merebut gelar juara Piala FA juga masih terbuka lebar.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Arsenal semakin dekat dengan gelar juara Carabao Cup 2025/2026. Mereka akan tampil di final usai mengalahkan Chelsea dengan skor 1-0 pada leg kedua semifinal. Sebelumnya, pasukan Mikel Arteta juga meraih kemenangan tipis 3-2 pada leg pertama.

Pencapaian itu sekaligus memunculkan peluang perihal rentetan trofi yang masih mampu diraih oleh The Gunners di berbagai ajang musim ini. Arsenal tak hanya menunjukkan efektivitas permainan, tetapi juga konsistensi performa di tengah jadwal padat. Kedalaman skuad yang semakin solid serta kematangan taktik racikan Arteta membuat mereka tetap kompetitif di semua kompetisi, menjaga asa untuk menutup musim 2025/2026 dengan meraih quadruple.

1. Arsenal berpeluang mengakhiri puasa gelar Premier League

Arsenal tampil konsisten di English Premier League. Mereka bertengger kokoh di puncak klasemen dengan torehan 53 poin hingga pekan 24. Posisi Bukayo Saka dan kolega di peringkat teratas bahkan belum bisa digeser oleh klub lain sejak pekan 7. 

Keberhasilan meraih gelar juara liga pada penghujung musim akan menjadi akhir dari puasa gelar yang telah berlangsung sejak 2003/2004. Selain itu, prestasi itu juga akan terasa begitu manis lantaran mereka selalu finis sebagai runner-up selama 3 musim terakhir. Setelah kalah bersaing dengan Manchester City pada 2022–2024, giliran Liverpool yang mempecundangi mereka pada musim berikutnya.

Namun, The Gunners harus tetap waspada karena masih akan bertemu beberapa tim kuat, seperti Chelsea dan Manchester City. Terlebih, laju kencang mereka sempat terganggu dengan gagal meraih kemenangan dalam tiga laga pada pekan 21–23. Tekanan pada periode krusial akan menjadi ujian nyata bagi mental juara skuad asuhan Arteta dalam menjaga konsistensi hingga garis akhir kompetisi.

2. Arsenal berada di jalur yang tepat untuk menjuarai Liga Champions

Di tengah jadwal yang begitu padat, Arsenal tampil begitu tangguh di Liga Champions. Mereka selalu meraih kemenangan dalam delapan laga yang dijalani pada fase grup. Hal tersebut membuat The Gunners finis sebagai pemuncak klasemen sekaligus meraih tiket ke babak 16 besar secara otomatis.

Situasi ini menghidupkan harapan para pendukung melihat Arsenal mengangkat Si Kuping Besar untuk pertama kali dalam sejarah klub. Sebelumnya, pencapaian terbaik mereka ialah berstatus sebagai runner-up pada 2005/2006. Ambisi skuad asuhan Arsene Wenger untuk memenangi trofi pada musim itu digagalkan Barcelona dengan skor tipis 1-2 di final.

3. Arsenal akan bertemu Wigan Athletic pada putaran keempat Piala FA

Peluang Arsenal untuk merebut gelar juara Piala FA juga masih terbuka lebar. Mereka melaju ke putaran keempat usai menyingkirkan Portsmouth dengan skor telak 4-1 pada putaran kelima. Selanjutnya, giliran Wigan Athletic yang akan berusaha menghentikan langkah Arsenal pada 15 Februari 2026.

Sepanjang sejarah ajang ini, The Gunners telah keluar sebagai juara sebanyak 14 kali. Terakhir kali mereka melakukannya ialah pada 2019/2020, dengan mengalahkan Chelsea di final. Setelah edisi tersebut, perjuangan mereka lebih sering terhenti pada putaran ketiga.

4. Arsenal melaju ke final Carabao Cup

Arsenal sukses menjaga tren positif di Carabao Cup. Lima kemenangan beruntun sejak putaran ketiga hingga semifinal membawa selangkah lagi merengkuh gelar juara. Tim besutan Mikel Arteta akan bertemu antara Manchester City dan Newcastle United di partai puncak. 

Sepak terjang Arsenal di ajang ini hanya berbuah dua trofi juara sepanjang sejarah, termasuk yang terakhir pada 1992/1993. Setelah musim itu, mereka tampil di final dalam tiga edisi berbeda yang selalu berakhir dengan kekalahan. Sedangkan pada musim lalu (2024/2025), mereka terhenti di semifinal setelah kalah dari Newcastle United.

Peluang Arsenal meraih quadruple pada 2025/2026 tetap terbuka berkat performa konsisten di semua kompetisi. Mereka hanya perlu menjaga fokus, kebugaran, dan stabilitas permainan di tengah jadwal padat. Jika mampu melewati tekanan pada fase akhir musim, The Gunners bisa mencatat sejarah besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team