Kinerja perangkat pertandingan disorot tajam atas insiden Amad Diallo pada menit ke-67. Sang winger dijatuhkan Adrien Truffert di kotak penalti, namun Attwell dan perangkat VAR justru mengabaikannya, padahal Carrick melihat jelas adanya upaya penjegalan yang dilakukan Truffert.
Para pemain MU melakukan protes dengan meneriaki Attwell sembari mundur perlahan. Namun, protes itu tak dikabulkan. Ironinya, insiden itu justru mengendurkan transisi Setan Merah hingga akhirnya dibobol Ryan Christie lewat skema serangan balik cepat.
"Kami sudah mencetak gol, seharusnya mendapat penalti lagi. Kalau satu diberikan, yang satu lagi juga harusnya diberikan. Buat saya, itu insiden yang hampir identik—dua tangan menarik, dan salah satunya berarti ada keputusan yang keliru," ujar Carrick dikutip dari Goal International
"Memberi yang satu tapi menolak yang lain, saya benar-benar tidak paham. Gila. Karena itu mereka menyerang balik, mencetak gol, lalu pertandingan jadi kacau setelahnya," kata Carrick .