Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jersey Manchester United
jersey Manchester United (pexels.com/Bibesh Manandhar)

Intinya sih...

  • MU tersingkir dari Piala FA dan Piala Liga

  • Kekalahan disebabkan oleh banyak peluang yang terbuang dan kartu merah

  • Performa MU merosot karena tidak memiliki pelatih

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Manchester United kembali mencatatkan rekor buruk di kompetisi domestik. Teranyar, mereka tersingkir dari Piala FA usai kalah dari Brighton and Hove Albion dengan skor 1-2 pada Minggu (11/1/2026).

Kekalahan ini menandai berakhirnya harapan Setan Merah meraih trofi di kompetisi domestik musim 2025/26. Tak cuma itu, kekalahan ini juga menghadirkan rekor memalukan bagi MU yang tak pernah terjadi selama 44 tahun terakhir. Untuk pertama kalinya sejak 1982, MU gagal melewati rintangan pertama di dua piala domestik.

1. MU merana di piala domestik

Tersingkirnya MU dari Piala Liga, membuat catatannya makin buruk karena sebelumnya sudah disingkirkan tim gurem, Grimsby Town, di Piala Liga. Ini menjadi rekor yang memalukan buat klub sekelas MU.

Apalagi, faktanya MU selama empat dekade selalu mampu melangkah setidaknya satu babak lebih tinggi di salah satu kompetisi piala. Musim ini, rekor itu runtuh dan mempertegas krisis mendalam di Old Trafford.

2. Kartu merah yang siksa MU

Bek MU, Diogo Dalot, mengakui timnya kalah akibat kesalahan sendiri. Banyak peluang yang dibuang, hingga dihukum Brighton lewat dua gol dari Brajan Gruda dan Danny Welbeck. Benjamin Sesko memang sempat perkecil ketertinggalan di menit 85, tapi kartu merah Shea Lacey di pengujung laga membuat peluang MU menyamakan skor menjadi rusak.

"Sejujurnya, kami menciptakan cukup banyak peluang untuk memenangkan pertandingan. Kemudian, kartu merah membuat kami dirugikan karena sedang berada di atas Brighton di momen-momen terakhir. Secara keseluruhan, sangat kecewa karena kami ingin lolos. Semua pemain terus mencoba mencari ruang, seperti yang saya katakan, sangat kecewa karena kami pantas menang," kata Dalot mengutip Daily Mirror.

3. Tak punya pelatih, performa MU merosot

Performa MU merosot karena tak memiliki pelatih usai Ruben Amorim dipecat. Meski ada Darren Fletcher sebagai caretaker, tetap saja situasi di MU tak stabil dan moral para pemain masih goyah.

"Sangat sulit. Ini situasi yang memaksa Anda harus menemukan cara untuk menyelesaikan masalah dengan sangat cepat. Kami harus beradaptasi dan bangkit lagi," ujar Amorim.

Editorial Team