Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mulai Kehabisan Bensin, Persib?
Pertandingan Dewa United melawan Persib di Banten Internasional Stadium, Senin (20/4/2026) malam,yang berakhir imbang 2-2. Dok Persib
  • Persib Bandung kini disamai Borneo FC di puncak klasemen Super League 2025/26 dengan sama-sama mengoleksi 66 poin setelah hasil imbang beruntun.
  • Dua laga terakhir melawan Dewa United dan Arema FC berakhir imbang, memperlihatkan performa Persib yang mulai menurun dan kesulitan mencetak gol.
  • Pelatih Bojan Hodak mengakui situasi makin sulit dan menegaskan tim harus fokus memenangkan lima laga tersisa untuk mempertahankan posisi teratas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Persib Bandung tidak bisa bersantai lagi di Super League 2025/26. Dari awalnya memiliki jarak, sekarang mereka sudah mulai terkejar oleh lawan di klasemen sementara.

Selepas tuntasnya pekan 29, raihan poin Persib dan Borneo FC jadi sama di klasemen sementara. Kedua tim sekarang sama-sama mendapatkan 66 poin, meninggalkan Persija di peringkat ketiga yang baru menorehkan 59 poin.

Tersusulnya Persib ini tak lepas dari hasil-hasil buruk yang mereka terima. Untuk sejenak, kemenangan menjauh dari mereka.

1. Tidak kalah, tetapi imbang

Pertandingan Dewa United melawan Persib di Banten Internasional Stadium, Senin (20/4/2026) malam,yang berakhir imbang 2-2. Dok Persib

Sebelum jumpa Dewa United pada 20 April lalu, Persib sempat meraih dua kemenangan beruntun lawan Semen Padang dan Bali United. Asa juara masih besar, sampai laga lawan Dewa United datang.

Hasil imbang 2-2 lawan Dewa United jadi awal kejatuhan Persib dalam dua pekan terakhir liga. Hasil buruk itu bertambah ketika Persib buntu dan harus rela bermain imbang 0-0 lawan Arema FC.

Dua hasil imbang inilah yang membuat Persib terkejar. Ditambah lagi, Borneo FC yang jadi pesaing dekat mereka mampu meraih dua kemenangan beruntun lawan PSM Makassar dan Semen Padang.

2. Tampak Persib kehabisan bensin

Persib jumpa Arema di Super League. (Dok. Persib)

Dalam dua pekan terakhir, terlihat Persib mulai kehabisan bensin. Ketika lawan Dewa United, mereka kecolongan dua gol lebih dulu. Beruntung, mereka bisa mengejar dua gol sehingga memaksakan hasil imbang.

Lawan Arema FC, Persib buntu sepanjang laga. Jika biasanya Persib menemukan jalan membobol gawang lawan, hal itu tak terjadi saat lawan Arema FC. Pertahanan ketat Arema FC membuat lini serang Persib kesulitan.

Ada napas yang terlihat mulai hilang dari Persib, dan itu jadi alarm tersendiri di sisa musim 2025/26 ini.

3. Pelatih Persib sadar situasi rumit

Pesepak bola Semen Padang FC Guillermo (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persib Bandung Tom Haye (kanan) pada pertandingan lanjutan BRI Super League di Stadion H Agus Salim Padang, Sumatera Barat, Minggu (5/4/2026). ANTARA FOTO/Fitra Yogi/Nym.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, sadar bahwa situasi kini makin rumit usai dua hasil imbang di dua pekan terakhir. Alhasil, dia mengajak anak-anak asuhnya memenangi lima laga sisa di Super League.

"Tetap kami masih nomor satu, satu-satunya hal ialah kini hidup kami lebih rumit dan sekarang kami harus fokus ke pertandingan berikutnya. Ada lima laga tersisa dan kami harus memenangkan semuanya,” ujar Hodak kepada awak media.

Ke depan, Persib masih akan bersua lawan-lawan berat di Super League. Mereka akan melawan PSM dan Persijap yang tengah berjuang lolos dari jerat degradasi, serta melawan PSIM, Bhayangkara FC, serta Persija.

Editorial Team