Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pertandingan
ilustrasi pertandingan (unsplash.com/vb7)

Intinya sih...

  • Burnley promosi ke Premier League 2009/2010 lewat play-off dan berakhir di posisi 18

  • Burnley mengakhiri Premier League 2014/2015 di posisi 19 setelah datang sebagai runner-up Championship 2013/2014

  • Vincent Kompany membawa Burnley ke Premier League 2023/2024 sebagai juara Championship, tetapi terdegradasi di posisi 19

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ancaman degradasi begitu nyata bagi Burnley di English Premier League (EPL) 2025/2026. The Clarets ada di posisi 19 dengan 13 poin per pekan ke-21. Mereka berjarak hingga delapan angka dari Nottingham Forest di peringkat 17 sebagai zona aman terakhir.

Burnley sendiri merupakan pendatang anyar di EPL 2025/2026. Mereka menjadi runner-up di Championship Inggris 2024/2025. Sepanjang sejarahnya, Burnley sudah tiga kali merasakan turun kasta dari EPL dengan status tim promosi.

1. Burnley promosi ke Premier League 2009/2010 lewat play-off dan berakhir di posisi 18

Terbentuk pada 1882, Burnley merupakan salah satu kolektor trofi Divisi Utama Inggris. Mereka dua kali menjadi juara pada 1920/1921 dan 1959/1960. Namun, Burnley tidak pernah lagi bertarung di kompetisi teratas sejak 1975/1976. Mereka baru kembali merasakannya pada 2009/2010 pada era Premier League. Burnley promosi lewat play-off. Mereka berakhir di posisi kelima pada musim reguler dan menaklukkan Reading serta Sheffield United pada fase penentuan.

Sepuluh pemain baru datang pada awal musim demi memperkuat skuad. Performa mereka pada sebelas pertandingan pertama cukup memuaskan bagi tim promosi. Burnley menang 5 kali dan kalah 6 kali. Sayangnya, Steven Caldwell dan kolega hanya mengantongi 6 keimbangan dalam 13 laga berikutnya dengan 7 pertandingan lain berakhir kekalahan. Per 9 Januari 2026, periode tersebut masih menjadi rekor tanpa kemenangan beruntun terpanjang Burnley di EPL.

Tren negatif itu ikut menyebabkan pemecatan Owen Coyle, pelatih yang membawa mereka naik ke EPL. Klub menunjuk Brian Laws sebagai pengganti pada Januari 2010. Mereka juga menambah enam penggawa anyar. Sayangnya, semua usaha tersebut gagal menyelamatkan Burnley dari degradasi. Mereka menuntaskan 14 laga terakhir dengan 11 kekalahan dan 3 kemenangan. Burnley bertengger di posisi 18.

2. Burnley mengakhiri Premier League 2014/2015 di posisi 19 setelah datang sebagai runner-up Championship 2013/2014

Setelah 2009/2010, Burnley baru kembali bermain di Premier League pada 2014/2015. Mereka meraih tiket promosi berkat menjadi runner-up di Championship 2013/2014. Ini musim kedua Burnley bersama Sean Dyche. Pelatih asli Inggris tersebut membawa Burnley melonjak karena pada musim debutnya mereka hanya berakhir di posisi sebelas di Championship.

Dyche memboyong sepuluh pemain baru pada musim panas 2014. Namun, skuadnya gagal bersinergi pada awal kompetisi yang berujung dengan 6 kekalahan serta 4 keimbangan selama 10 pertandingan pertama. Burnley akhirnya mengantongi tiga poin usai menumbangkan Hull City. Mereka kembali menang pada pekan ke-12 dengan membungkam Stoke City.

Namun, Burnley gagal menjaga konsistensi. Dyche juga hanya menggaet satu anyar pada bursa transfer Januari 2015 dengan merekrut Fredrik Ulvestad yang tidak memiliki klub. Burnley akhirnya terdegradasi. Mereka duduk di posisi 19 dengan 33 poin, tertinggal 5 angka dari Aston Villa yang ada di zona aman pemungkas. Meski begitu, manajemen tidak memecat Dyche.

3. Vincent Kompany membawa Burnley ke Premier League 2023/2024 sebagai juara Championship, tetapi terdegradasi di posisi 19

Sean Dyche baru berhenti sebagai pelatih Burnley pada 15 April 2022. Manajemen memecat pria yang sudah berkuasa sejak 30 Oktober 2012 tersebut karena performa Burnley yang mengkhawatirkan di Premier League 2021/2022. Terbukti, Burnley pada akhirnya terdegradasi setelah 6 musim beruntun bermain di kompetisi ini bersama Dyche. Mike Jackson menemani Burnley sebagai pelatih interim dalam delapan pertandingan terakhir. Mereka duduk di posisi 18.

Burnley lantas memulai era baru setelah menunjuk Vincent Kompany pada Juli 2022. Pria asal Belgia ini datang dengan kinerja impresif selama melatih Anderlecht. Kompany pun langsung menunjukkan kemampuannya. Ia membawa Burnley menjuarai Championship 2022/2023 dengan meyakinkan. Mereka meraih 101 poin, unggul hingga 10 angka dari Sheffield United yang ada di bawahnya. Selain hasil akhir, Kompany juga membuat Burnley menjadi tim yang atraktif dalam bermain.

Namun, Burnley kurang tangguh untuk menerapkan gaya bermain serupa di EPL 2023/2024. Meski memiliki hingga 18 pemain baru, mereka terdegradasi setelah menempati posisi 19 dengan 24 poin. Burnley berselisih hingga 8 angka dari Nottingham Forest di posisi 17. Ironisnya, dua tim promosi lain juga kembali ke Championship. Luton Town menempati posisi 18 dengan 26 poin, sedangkan Sheffield United menjadi juru kunci dengan 16 angka.

Burnley memiliki banyak kesempatan untuk selamat dari degradasi di EPL 2025/2026. Mereka menyisakan 17 pertandingan per 9 Januari 2026. Mampukah Burnley melakukannya atau malah menambah daftar ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team