Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pertandingan
ilustrasi pertandingan (unsplash.com/Vienna Reyes)

Hoffenheim terus bersaing di zona Eropa di Bundesliga Jerman 2025/2026. Per pekan 19, mereka bertengger di posisi ketiga dengan 39 poin. Jika situasi ini bertahan sampai akhir musim, maka Hoffenheim dipastikan lolos ke Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026.

Sebelumnya, sejak resmi terbentuk pada 1899, klub berjuluk Die Kraichgauer ini cuma pernah sekali terlibat di UCL. Namun, ada 3 musim ketika mereka ikut serta di kompetisi antarklub Eropa lain. Semuanya terjadi di Liga Europa.

1. Hoffenheim bermain pada fase grup Liga Europa 2017/2018

Musim debut Hoffenheim di kompetisi Eropa terjadi pada 2017/2018. Hoffenheim berhak bertarung pada fase kualifikasi Liga Champions setelah berakhir di posisi keempat di Bundesliga 2016/2017. Sayangnya, mereka gagal melaju ke babak grup usai kalah dari Liverpool dengan agregat 3-6. Hoffenheim pun terdegradasi ke Liga Europa.

Tim yang saat itu dilatih Julian Nagelsmann tersebut tergabung di grup C bersama Braga, Ludogorets, dan Basaksehir di UEL 2017/2018. Hoffenheim harus mengakui pengalaman mereka yang minim. Hoffenheim berakhir sebagai juru kunci dengan 5 poin. Mereka meraihnya berkat kemenangan 3-1 serta imbang 1-1 dengan Basaksehir dan seri 1-1 dengan Ludogorets.

2. Hoffenheim terlibat pada babak grup Liga Champions 2018/2019

Setelah terhenti pada fase kualifikasi pada 2017/2018, Hoffenheim akhirnya berhasil mencapai babak grup Liga Champions pada 2018/2019. Mereka meraihnya berkat peringkat ketiga di Bundesliga 2017/2018. Namun, seperti di Liga Europa 2017/2018, Hoffenheim juga cuma jadi pelengkap di UCL 2018/2019. Tim yang masih dilatih Julian Nagelsmann ini berada di posisi terbawah di klasemen akhir. Perolehan poin mereka bahkan lebih sedikit.

Hoffenheim sebetulnya mengawali kompetisi dengan positif. Mereka menahan Shakhtar Donetsk 2-2 pada matchday perdana. Hoffenheim lantas kalah 1-2 dari Manchester City. Mereka kemudian melewati dua pertandingan melawan Olympique Lyon dengan seri 3-3 dan 2-2. Hasil paling mengecewakan terjadi pada matchday kelima ketika tumbang 2-3 dari Shakhtar di kandang. Hoffenheim menutup babak grup dengan kekalahan 1-2 dari Manchester City.

3. Hoffenheim gugur pada fase play-off 16 besar di Liga Europa 2020/2021

Hoffenheim kembali terlibat di kompetisi Eropa pada 2020/2021. Mereka lolos otomatis ke fase grup Liga Europa berkat posisi keenam di Bundesliga 2019/2020. Kali ini, Hoffenehim tampil mengesankan. Mereka keluar sebagai juara grup L yang diisi Red Star Belgrade, Slovan Liberec, dan KAA Gent. Hoffenheim mengumpulkan 16 poin. Mereka hanya gagal menang ketika imbang tanpa gol melawan Red Star pada matchday kelima.

Sayangnya, Hoffenheim gagal melaju ke 16 besar setelah kalah pada fase play-off. Mereka bertemu Molde FK yang merupakan tim degradasi dari Liga Champions. Hoffenheim imbang 3-3 ketika bermain tandang pada leg pertama dan sempat unggul 3-1. Nahas, Hoffenheim justru kalah 0-2 ketika bermain di kandang pada leg kedua. Eirik Ulland Andersen menjadi mimpu buruk mereka dengan mencetak brace.

4. Hoffenheim gagal lolos dari fase liga di Liga Europa 2024/2025

Hoffenheim terlibat di Liga Europa 2024/2025 yang merupakan musim perdana kompetisi antarklub Eropa memakai format fase liga. Hoffenheim lolos setelah duduk di peringkat ketujuh di Bundesliga 2023/2024. Namun, Hoffenheim gagal melaju ke babak gugur di UEL 2024/2025.

Mereka berakhir di posisi 27 dengan 9 poin. Mereka mendapat perolehan angkanya tersebut dari hasil imbang 1-1 dengan Midtjylland, 2-2 dengan Olympique Lyon, serta 0-0 dengan FCB dan menang 2-0 atas Dynamo Kyiv serta 4-3 atas Anderlecht. Sisanya, Hoffenheim kalah 0-2 dari FC Porto, 0-3 dari Braga, dan 2-3 dari Tottenham Hotspur yang pada akhirnya keluar sebagai juara.

Hoffenheim mungkin sulit untuk bersaing dengan Bayern Munich atau Borussia Dortmund demi gelar juara Bundesliga 2025/2026. Namun, mereka sangat berpeluang mengamankan satu tempat di zona Eropa pada musim depan. Mampukah tim yang dilatih Christian Ilzer itu memaksimalkan kesempatan tersebut?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy