Barcelona batal mengunci gelar juara LaLiga Spanyol 2025/2026 pada Minggu (3/5/2026). Itu karena Real Madrid menang 2-0 atas Espanyol. Kedua tim kini terpisah 11 poin dengan 4 laga tersisa. Andai Los Blancos seri saja dengan Espanyol, Barca bakal mengulang 3 musim berikut ini ketika mereka mengamankan titel liga domestik tanpa perlu bermain.
3 Musim Pertama Barcelona Kunci Gelar Juara LaLiga Tanpa Bermain

1. Barcelona menjadi juara LaLiga 1990/1991 usai Atletico Madrid kalah dari Real Sociedad pada pekan ke-34
Musim pertama ketika Barcelona menjuarai LaLiga tanpa perlu bermain terjadi pada 1990/1991. Mereka mengamankan titel pada pekan ke-34, tepatnya setelah Atletico Madrid kalah 1-2 dari Real Sociedad pada 12 Mei 1991. Ini membuat Atletico tetap bertengger di posisi kedua dengan 45 poin. Sementara, Barca berada di puncak dengan 54 angka. Dengan 4 pertandingan tersisa, selisih 9 angka pun tidak mungkin lagi terkejar. Sebagai catatan, saat itu kompetisi memang masih menggunakan sistem dua poin untuk kemenangan.
Menariknya, sehari sebelum Atletico kalah dari Sociedad tersebut, Barca justru dibantai Cadiz 0-4. Sepekan berikutnya, giliran Barca yang tumbang di tangan Sociedad. Mereka bahkan kalah dengan selisih satu gol lebih besar dibanding Atletico. Barca akhirnya menutup musim dengan 57 poin dari hasil 25 kemenangan, 7 keimbangan, dan 6 kekalahan. Sementara, Atletico berada di bawahnya dengan 47 angka. Ini merupakan gelar juara LaLiga pertama Barca sejak 1984/1985. Real Madrid memborong trofi 5 musim sebelumnya.
2. Barcelona mengamankan gelar juara LaLiga 2008/2009 setelah Real Madrid kalah dari Villarreal pada pekan ke-36
Barcelona memasuki pekan ke-36 LaLiga 2008/2009 dengan mengoleksi 86 poin. Mereka memuncaki klasemen dan unggul delapan angka dari Real Madrid yang ada di bawahnya. Madrid bertanding lebih dulu melawan Villarreal pada 16 Mei 2009. Dengan tiga laga tersisa, Barca pun hanya membutuhkan Villarreal tidak kalah dari Madrid demi mengunci gelar juara. Secara mengejutkan, Villarreal justru berhasil membungkam Madrid dengan skor 3-2. Mereka bahkan melakukannya secara dramatis karena gol penentu dibuat Joan Capdevila pada menit 90.
Barcelona lantas berhadapan dengan Mallorca sehari berselang. Dengan titel yang sudah ada di tangan, sang pelatih, Pep Guardiola, pun melakukan rotasi signifikan. Hanya Samuel Eto’o dan Dani Alves yang merupakan pemain inti yang bermain dalam pertandingan ini. Hasilnya, mereka kalah comeback 1-2. Barca akhirnya menyudahi LaLiga 2008/2009 dengan 87 poin, sedangkan Madrid mengoleksi 78 angka. Barca menyempurnakan musim dengan treble winners. Mereka mengalahkan Manchester United pada final Liga Champions Eropa dan Athletic Club di Copa del Rey.
3. Barcelona memastikan juara LaLiga 2012/2013 setelah Real Madrid imbang dengan Espanyol pada pekan ke-35
Musim terakhir ketika Barcelona mengunci gelar juara LaLiga tanpa perlu bermain terjadi pada 201/2013. Tim yang dilatih mendiang Tito Vilanova ini meraihnya setelah Real Madrid hanya imbang 1-1 dengan Espanyol pada 11 Mei 2013. Itu membuat Madrid memiliki 78 poin dan tidak mungkin lagi mengejar selisih 10 angka dengan Barca karena tinggal menyisakan 3 laga. Barca baru beraksi sehari berselang dan berhasil mengalahkan Atletico Madrid 2-1.
Barca kemudian menyapu bersih 3 laga terakhir dengan mengalahkan Real Valladolid 2-1, Espanyol 2-0, dan Malaga 4-1. Sementara, Madrid menang 6-2 atas Malaga dan 4-2 kontra Osasuna serta imbang 3-3 melawan Real Sociedad. Barca menutup klasemen dengan raihan 100 poin dari hasil 32 kemenangan, 4 keimbangan, dan 2 kekalahan. Madrid berada di bawahnya dengan 85 angka yang berasal dari 26 kemenangan, 4 keimbangan, dan 2 kekalahan.
Tiga musim di atas menggambarkan keberhasilan Barca menjuarai LaLiga dengan sangat dominan. Salah satu indikasinya adalah mereka mengunci titel tanpa perlu bermain.