Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Para Juara Tiga Piala Dunia pada Lima Edisi Terakhir
FIFA.com

Inilah barisan tim-tim yang berhasil pulang ke negerinya masing-masing dengan medali hiburan dalam lima edisi Piala Dunia terakhir. Sakit hati tak mampu melaju lebih jauh? Sudah pasti. Namun mereka rela melakoni laga ini sebagai bentuk penebusan.

Ada dua tim kejutan di daftar ini, sebuah prestasi yang mengesankan bagi tim berstatus non-unggulan. Mari sedikit mengingat-ingat para barisan juara tiga sebelum dilupakan semua orang.

1. Belanda (Piala Dunia 2014)

Getty Images

Gelar pelipur lara yang pantas bagi Robin van Persie dan kawan-kawan. Tampil tanpa cela di fase grup, tim Oranje berturut-turut menekuk Meksiko kemudian Kosta Rika di babak gugur. Sayang, Argentina hentikan upaya skuat asuhan meneer Louis van Gaal untuk menjadi finalis dalam dua edisi beruntun melalui drama adu penalti.

Di partai play-off juara tiga, Brasil yang patah hati paska menderita kekalahan 1-7 dari Jerman menjadi lawan. Sang tuan rumah hanya menurunkan pasukan lapis kedua sebab tak ada lagi pertaruhan. Selecao pun kalah tiga gol tanpa balas.

Brasil (4-2-3-1), Pelatih : Luiz Felipe Scolari

(Kiper) Julio Cesar; (Belakang) Maicon, Thiago Silva, David Luiz, Maxwell; (Tengah) Paulinho (Hernanes, '57), Luiz Gustavo (Fernandinho, '46); Ramires (Hulk, '73), Oscar, Willian; (Depan) Jo

Belanda (5-3-2), Pelatih : Louis van Gaal

(Kiper) Jasper Cilessen (Michel Vorm, '90+3); (Belakang) Stefan de Vrij, Ron Vlaar, Bruno Martins Indi, Dirk Kuyt, Daley Blind (Daryl Janmaat, '70); (Tengah) Giorginio Wijnaldum, Jordy Clasie (Joel Veltman, '90), Jonathan de Guzman; (Depan) Robin van Persie, Arjen Robben

Pencetak gol : Robin van Persie '3 (Pen.); Daley Blind ('17); Giorginio Wijnaldum ('90+1)

2. Jerman (Piala Dunia 2010)

Daily Maverick

Digadang-gadang menjadi juara, laju Panser tak sanggup dibendung meski sempat tersendat akibat kekalahan mengejutkan dari Serbia di fase grup. Bersenjata para gelandang haus gol, Inggris dilibas 4-1 dan Argentina dibekuk 4-0 pada babak gugur. Namun generasi emas Spanyol membuat Phillip Lahm dan kawan-kawan gagal menebus hasil empat tahun sebelumnya.

Tak disangka, play-off juara ketiga kontra Uruguay berlangsung sengit. Saling susul menyusul angka warnai laga yang berlangsung di Nelson Mandela Bay Port Elizabeth tersebut. La Celeste rupanya ingin meraih prestasi paling ciamik sejak menjadi juara tahun 1950. Namun, pengalaman berbicara. Jerman keluar sebagai pemenang berkat sundulan Sami Khedira di penghujung laga yang genapkan skor menjadi 3-2.

Uruguay (4-4-2), Pelatih : Oscar Tabarez

(Kiper) Fernando Muslera; (Belakang) Jorge Fucile, Diego Lugano, Diego Godin, Martin Caceres; (Tengah) Diego Perez (Walter Gargano, '77), Egidio Averalo Rios, Maxi Pereira, Edinson Cavani (Sebastian Abreu, '88); (Depan) Luis Suarez, Diego Forlan

Pencetak gol : Edinson Cavani '28; Diego Forlan '51

Jerman (4-2-3-1), Pelatih : Joachim Loew

(Kiper) Hans-Joerg Butt; (Belakang) Jerome Boateng, Arne Friedrich, Per Mertesacker, Dennis Aogo; (Tengah) Sami Khedira, Bastian Schweinsteiger; Thomas Mueller, Mesut Oezil. Marcell Jansen; (Depan) Cacau

Pencetak gol : Thomas Mueller '19; Marcell Jansen '56; Sami Khedira '82

3. Jerman (Piala Dunia 2006)

Getty Images

Jadi tuan rumah untuk edisi 2006, perjalanan Jerman berakhir antiklimaks. Harapan membuncah kala Michael Ballack beserta kolega menyapu bersih seluruh pertandingan di babak grup hingga perempat final. Namun Italia datang menjegal langkah pasukan Juergen Klinsmann di babak semi final melalui babak perpanjangan waktu.

Kontra Portugal di play-off, mereka menurunkan pemain pelapis. Oliver Kahn yang jadi cadangan pada enam laga sebelumnya menjadi starter mengganti Jens Lehmann. Laga ini menjadi perpisahan manis untuk Oli sebab telah memutuskan gantung sarung tangan tepat sebelum Piala Dunia bergulir. Hasil akhir adalah 3-1 untuk tim asuhan Juergen Klinsmann.

Jerman (4-4-2), Pelatih : Juergen Klinsmann

(Kiper) Oliver Kahn; (Belakang) Philipp Lahm, Jens Nowotny, Christoph Metzelder, Marcell Janse; (Tengah) Bernd Schneider, Sebastian Kiehl, Torsten Frings, Bastian Schweinsteiger (Thomas Hitzlsperger); (Depan) Miroslav Klose (Oliver Neuville, '65), Lukas Podolski (Mike Hanke, '71)

Pencetak gol : Bastian Schweinsteiger '56, '78; Petit '60 (Gbd.)

Portugal (4-2-3-1), Pelatih : Luiz Felipe Scolari

(Kiper) Ricardo; (Belakang) Paulo Ferreira, Ricardo Costa, Fernando Meira, Nuno Valente (Nuno Gomes, '69); (Tengah) Costinha (Petit, '46), Maniche; Cristiano Ronaldo, Deco, Simao Sabrosa; (Depan) Pauleta (Luis Figo, '77)

Pencetak gol : Nuno Gomes '88

4. Turki (Piala Dunia 2002)

Getty Images

Prestasi terbaik Turki ini diraih saat kali ambil bagian dalam Piala Dunia untuk kali kedua. Tak ada yang menyangka jika Ay-Yıldızlılar ternyata melaju jauh hingga semi final. Padahal di fase grup mereka bukukan masing-masing sekali menang, imbang dan kalah.

Kejutan hadir di babak gugur. Jepang dan Senegal berhasil ditundukkan dengan skor identik yakni 1-0. Mereka pun kalah dengan angka yang sama dari Brasil di semi final. Bertemu tuan rumah Korea Selatan di partai play-off, skor 3-2 ditambah gol tercepat dari kaki Hakan Sukur iringi sensasi Si Merah Putih di edisi 2002.

Korea Selatan (3-5-3), Pelatih : Guus Hiddink

(Kiper) Lee Woon-jae; (Belakang) Yoo Sang-chul, Hong Myung-bo (Kim Tae-young, '46), Lee Min-sung; (Tengah) Song Chong-gug, Park Ji-sung, Lee Young-pyo, Lee Eul-yong (Cha Du-ri, '65); (Depan) Seol Ki-hyeon (Choi Tae-uk, '79), Ahn Jung-hwan, Lee Chun-soo

Pencetak gol : Lee Eul-yong '9; Song Chong-gug '90+3

Turki (4-4-2), Pelatih : Senol Gunes

(Kiper) Rustu Recber; (Belakang) Fatih Akyel, Alpay Ozalan, Bulent Korkmaz, Ergun Penbe; (Tengah) Umit Davala (Okan Buruk, '76), Tugay Kerimoglu, Yildiray Basturk (Tayfur Havutcu, '86), Emre Belozoglu (Hakan Unsal, '41); (Depan) Hakan Sukur, Ilhan Mansiz

Pencetak gol : Hakan Sukur '1; Ilhan Manzis '13, '32

5. Kroasia (Piala Dunia 1998)

Reuters

Jadi debut Piala Dunia paling dikenang sepanjang sejarah, Kroasia memang telah menunjukkan tanda akan berbicara banyak sebelum kejuaraan. Melaju ke babak gugur dengan status runner-up grup di bawah Argentina. Kejutan dihadirkan Zvominir Boban beserta kolega di babak gugur. Rumania ditundukkan 1-0, Jerman dipermalukan tiga gol tanpa balas. Tuan rumah Prancis bahkan harus menundukkan Hrvatska dengan susah payah.

Belanda jadi korban kejutan selanjutnya. Sepasang gol dari Robert Prosinecki dan Davor Suker menundukkan De Oranje yang terluka akibat kalah adu penalti dari Brasil via adu penalti. Skor akhir 2-1 untuk Kroasia.

Belanda (4-4-2), Pelatih : Guus Hiddink

(Kiper) Edwin van der Sar; (Belakang) Arthur Numan, Jaap Stam, Frank de Boer, Philip Cocu (Marc Overmars, '46); (Tengah) Wim Jonk, Edgar Davids, Clarence Seedorf, Boudewijn Zenden; (Depan) Dennis Bergkamp (Pierre van Hooijdonk, 58), Patrick Kluivert

Pencetak gol : Boudewijn Zenden '22

Kroasia (5-3-2), Pelatih : Miroslav Blazevic

(Kiper) Drazen Ladic; (Belakang) Zvonimir Soldo; Slaven Bilic, Igor Stimac, Mario Stanic, Robert Jarni; (Tengah) Krunoslav Jurcic, Aljosa Asanovic, Robert Prosinecki (Goran Vlaovic, '79); (Depan) Zvonimir Boban (Igor Tudor, '86), Davor Suker

Pencetak gol : Robert Prosinecki '14; Davor Suker '36

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team