Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Pelatih Asing yang Bawa Arsenal Juara Kasta Teratas Inggris
Emirates Stadium (unsplash.com/James Kirkup)
  • Arsenal menjuarai Premier League 2025/2026 di bawah Mikel Arteta setelah Manchester City gagal menang pada pekan ke-37, mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun.
  • George Graham asal Skotlandia menjadi pelatih asing pertama yang membawa Arsenal juara kasta tertinggi Inggris pada musim 1988/1989 dan 1990/1991 saat kompetisi masih bernama First Division.
  • Arsene Wenger dari Prancis mempersembahkan tiga gelar Premier League untuk Arsenal, termasuk musim legendaris 2003/2004 ketika timnya tak terkalahkan sepanjang kompetisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Arsenal berhasil mengakhiri penantian panjang untuk kembali meraih gelar juara English Premier League. Di bawah kendali Mikel Arteta pada 2025/2026 ini, mereka sukses keluar sebagai juara sebelum kompetisi berakhir. The Gunners mengunci gelar juara setelah Manchester City hanya meraih hasil imbang dengan Bournemouth pada pekan ke-37.

Keberhasilan ini turut mengangkat pamor Arteta sebagai pelatih. Pria asal Spanyol itu menjadi pelatih asing ketiga yang membawa Arsenal meraih gelar juara kasta teratas Inggris per 24 Mei 2026. Arteta menjadi satu-satunya juru taktik asal Negeri Matador dalam daftar tersebut.

1. George Graham (Skotlandia) membawa Arsenal juara dalam 2 musim

George Graham menjadi pelatih asing pertama yang membawa Arsenal meraih gelar juara kasta teratas Inggris. Bahkan, sosok asal Skotlandia itu membawa The Gunners mengangkat trofi dalam dua edisi berbeda. Itu terjadi ketika kompetisi masih bernama First Division pada 1988/1989 dan 1990/1991.

Di First Division 1988/1989, Arsenal merengkuh gelar juara secara dramatis. Mereka finis di peringkat teratas dengan 76 poin, sama dengan Liverpool di peringkat kedua. The Gunners unggul dalam produktivitas gol dari The Reds.

Sedangkan pada 1990/1991, Arsenal mengumpulkan 85 poin pada penghujung musim. Lagi-lagi, Graham membawa anak asuhnya unggul atas Liverpool yang finis sebagai runner-up. The Reds hanya mengumpulkan 76 poin.

2. Arsene Wenger (Prancis) mempersembahkan tiga trofi

Arsene Wenger layak disebut sebagai salah satu pelatih paling legendaris sepanjang sejarah Arsenal. Ia menangani tim mulai 1996 hingga 2018. Selama lebih dari 2 dekade tersebut, Wenger mempersembahkan tiga trofi kasta teratas Inggris yang telah berganti nama menjadi Premier League.

Pada 1997/1998, Arsenal merengkuh gelar juara dengan torehan 78 poin. The Gunners hanya unggul 1 poin dari Manchester United di peringkat kedua. Lalu, Wenger kembali mempersembahkan gelar pada 2001/2002, saat Arsenal mengumpulkan 87 poin dan unggul 7 poin dari Liverpool di peringkat kedua.

Musim bersejarah Wenger bersama Arsenal terjadi pada 2003/2004. Sang pelatih mengawal anak asuhnya tak terkalahkan sepanjang musim. The Gunners mengumpulkan 90 poin dan unggul 11 poin dari Chelsea di peringkat kedua.

3. Mikel Arteta (Spanyol) mengawal Arsenal meraih gelar juara pada 2025/2026

Mikel Arteta memulai kiprahnya bersama Arsenal pada 2019. Namun, ia mendapat sorotan dengan hanya mampu mempersembahkan 1 trofi FA Cup dan 2 trofi Community Shield hingga 2024/2025. Sosok kelahiran 26 Maret 1982 itu akhirnya menjawab keraguan publik dengan mempersembahkan gelar juara Premier League 2025/2026 usai hanya finis sebagai runner-up selama 3 musim sebelumnya.

Dalam perjalanan meraih trofi, Arsenal mampu bertahan di puncak klasemen sejak pekan ke-7 hingga 32. Tiga laga tanpa kemenangan sejak pekan ke-31 hingga 33 membuat The Gunners turun ke peringkat kedua dan digeser Manchester City. Untungnya, Arteta mampu membawa timnya kembali tampil stabil dan mengunci gelar juara pada pekan ke-37, sementara Manchester City sempat terpeleset dan harus puas finis sebagai runner-up.

Keberhasilan menjuarai Premier League 2025/2026 menjadi pencapaian terbesar Mikel Arteta sejak menangani Arsenal pada 2019. Ia kini sejajar dengan George Graham dan Arsene Wenger sebagai pelatih asing yang pernah membawa The Gunners merajai kasta tertinggi Inggris. Gelar ini sekaligus menegaskan bahwa Arsenal kembali menjadi kekuatan utama dalam persaingan sepak bola Inggris serta mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung selama 22 tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team