Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Pelatih Berkebangsaan Prancis di Piala Dunia 2026
ilustrasi pendukung Timnas Prancis (unsplash.com/dorianhurst)
  • Didier Deschamps menjadi pelatih Prancis paling senior di Piala Dunia 2026 dan akan menutup masa baktinya setelah turnamen, usai memimpin sejak 2012 serta pernah membawa Prancis juara dunia.
  • Sebastien Desabre dan Sebastien Migne sukses membawa Republik Demokratik Kongo serta Haiti kembali ke Piala Dunia setelah absen sejak 1974, menunjukkan kiprah gemilang pelatih asal Prancis di level global.
  • Rudi Garcia memimpin Belgia dengan catatan impresif sejak awal 2025, sementara Sabri Lamouchi baru ditunjuk melatih Tunisia pada Januari 2026, menambah total lima pelatih Prancis di Piala Dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Piala Dunia 2022 diwarnai dua pelatih asal Prancis. Didier Deschamps menukangi tanah airnya dan Herve Renard memimpin Arab Saudi. Deschamps akan kembali berkiprah di Piala Dunia 2026, sedangkan Renard tidak. Meski begitu, jumlah pelatih asal Prancis di Piala Dunia pada 2026 justru bertambah menjadi lima orang.

1. Didier Deschamps menjadi pelatih paling senior di Piala Dunia 2026

Didier Deschamps bakal berstatus sebagai pelatih paling berpengalaman di antara rekan seprofesinya di Piala Dunia 2026. Itu karena pria yang lahir pada 15 Ooktober 1968 ini sudah menukangi Prancis sejak 8 Juli 2012. Juru taktik dengan masa bakti terlama selanjutnya saja adalah Zlatko Dalic yang mulai memimpin Kroasia pada 7 Oktober 2017.

Namun, pada 2025, Deschamps sudah memutuskan bakal meninggalkan Prancis usai Piala Dunia 2026. Ia jelas ingin mengakhiri kiprahnya dengan kesuksesan. Namun, andai gagal, Deschamps tampaknya tidak akan terlalu kecewa karena sudah pernah membawa Prancis menjuarai Piala Dunia pada 2018. Ia bahkan merupakan kapten ketika mereka menjadi kampiun pada 1998.

2. Sebastien Desabre berhasil membawa Republik Demokratik Kongo kembali ke Piala Dunia pada 2026

Republik Demokratik Kongo akan kembali bermain di Piala Dunia pada 2026 setelah sebelumnya hanya pernah merasakannya pada 1974 saat masih bernama Zaire. Mereka lolos ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dengan mengalahkan Jamaica 1-0 pada play-off. Kesuksesan ini jelas tidak terlepas karena peran sang pelatih, Sebasiten Desabre.

Pria yang lahir di Prancis pada 2 Agustus 1976 itu mulai menukangi tim pada 7 Agustus 2022. Desabre berhasil memaksimalkan kemewahan yang mereka dapat berkat banyak pemainnya yang berkarier di kompetisi top Eropa. Beberapa di antaranya adalah Chancel Mbemba, Aaron Wan-Bissaka, Noah Sadiki, Cedric Bakambu, Axel Tuanzebe, dan Yoane Wissa.

3. Sebastien Migne mempersembahkan tiket Piala Dunia 2026 untuk Haiti meski tidak pernah hadir di Haiti

Haiti bernasib sama seperti Republik Demokratik Kongo. Sebelum 2026, penampilan satu-satunya mereka di Pial Dunia terjadi pada 1974. Kelolosan Haiti ke Piala Dunia 2026 begitu mengesankan. Sebab, mereka tidak pernah bermain di dalam negeri selama fase kualifikasi akibat situasi negaranya yang memang tidak kondusif.

Itu juga yang membuat sang pelatih, Sebastien Migne, tidak pernah menginjakkan kaki di Haiti. Meski begitu, tiket lolos otomatis menjadi bukti dari kinerja pria yang lahir di Prancis 30 November 1972 tersebut. Migne sendiri mulai mengasuh Haiti sejak 8 Maret 2024. Ia datang usai meninggalkan posnya sebagai asisten di Timnas Kamerun.

4. Rudi Garcia baru kalah 1 kali dari 12 laga pertamanya sebagai pelatih Belgia

Timnas Belgia memecat Domenico Tedesco pada 17 Januari 2025 akibat konflik internal serta serangkaian hasil yang mengecewakan. Tujuh hari berselang, mereka menunjuk Rudi Garcia sebagai penggantinya. Keputusan ini terbilang penuh risiko mengingat Garcia terakhir kali bekerja pada 2023 dengan menukangi Napoli.

Kekhawatiran makin menjadi nyata usai pria yang lahir di Prancis pada 20 Februari 1964 itu kalah 1-3 dari Ukraina pada debutnya. Namun, Garcia mampu membalikkan keadaan. Mereka menang 7 kali dari 11 laga berikutnya dengan 4 pertandingan lain berakhir seri. Belgia di bawah asuhan Garcia juga produktif dengan torehan 39 gol.

5. Sabri Lamouchi baru melatih Tunisia sejak 14 Januari 2026

Tunisia akan bermain di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun pada 2026 ini dan ketujuh secara keseluruhan. Namun, pada 5 Januari 2026, mereka membuat langkah mengejutkan dengan mendepak sosok yang mempersembahkan kesuksesan tersebut, Sami Trabelsi. Langkah itu diambil karena performa mengecewakan di Piala Afrika 2025 yang cuma bisa melangkah sampai 16 besar.

Federasi lantas menunjuk Sabri Lamouchi sebagai pelatih baru pada 14 Januari 2026. Selain berkat pengalaman impresifnya sebagai pemain atau pelatih, mereka memilih Lamouchi juga karena asal-usulnya. Meski lahir di Prancis pada 9 November 1971, Lamouchi memang memiliki darah Tunisia. Dua laga pertamanya berakhir dengan kemenangan 1-0 atas Haiti dan imbang 0-0 dengan Kanada.

Selain 5 nama di atas, sebetulnya ada 1 pelatih kelahiran Prancis lain yang berkiprah di Piala Dunia 2026. Dia adalah Emerse Fae yang menukangi Pantai Gading. Namun, secara legal, pria berusia 42 tahun itu memang memegang paspor Pantai Gading. Saat masih aktif bermain, mantan gelandang itu juga memilih membela negara orangtuanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team