Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
stadion AS Roma, Estadio Olimpico
stadion AS Roma, Estadio Olimpico (pixabay.com/Marco_Pomella)

Intinya sih...

  • Massimiliano Allegri (135 laga) paling sering memainkan Miralem Pjanic

  • Claude Puel (116 laga) membantu Miralem Pjanic berkembang di Olympique Lyon

  • Miralem Pjanic paling produktif dalam gol dan assist saat dilatih Rudi Garcia (106 laga) di AS Roma

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Desember menjadi akhir karier bagi banyak pesepak bola ternama. Pada 30 Desember 2025, Miralem Pjanic memutuskan untuk pensiun pada usia 35 tahun. Mantan pemain Timnas Bosnia & Herzegovina ini pensiun dengan status tanpa klub setelah dilepas secara gratis oleh CSKA Moscow pada 1 Juli 2025.

Pjanic pernah membela 8 klub selama 18,5 tahun (2007–2025) berkarier. Delapan klub tersebut adalah FC Metz, Olympique Lyon, AS Roma, Juventus, Barcelona, Besiktas, Sharjah FC, dan CSKA Moscow. Ia pernah dilatih sejumlah pelatih hebat yang juga mengandalkannya.

1. Massimiliano Allegri (135 laga) paling sering memainkan Miralem Pjanic

Massimiliano Allegri menjadi sosok yang membawa Miralem Pjanic dari AS Roma ke Juventus pada musim panas 2016. Dari 4 musimnya di Juventus, Pjanic menjalani arahan Allegri selama 3 musim (2016–2019). Dalam kurun waktu tersebut, pemain asal Bosnia & Herzegovina ini melesat sebagai gelandang kelas dunia. Ia mencatatkan 135 laga, 19 gol, dan 34 assist. Dengan statistik tersebut maka Allegri menjadi pelatih yang paling sering memainkan Pjanic.

2. Claude Puel (116 laga) membantu Miralem Pjanic berkembang di Olympique Lyon

Miralem Pjanic menjalani 121 laga selama 3 musim (2008–2011) berseragam Olympique Lyon. Dari jumlah laga tersebut, Claude Puel hadir sebagai pelatih Pjanic dalam 116 laga. Pelatih asal Prancis itu sangat membantu perkembangan karier Pjanic. Dalam kurun waktu tersebut, Pjanic mencetak 15 gol dan 18 assist. Selain Puel, Pjanic juga pernah dilatih oleh Remi Gerde saat berseragam Lyon.

3. Miralem Pjanic paling produktif dalam gol dan assist saat dilatih Rudi Garcia (106 laga) di AS Roma

Masa paling produktif Miralem Pjanic terjadi saat bermain untuk AS Roma (2011–2016). Rudi Garcia menjadi sosok yang paling bisa memanfaatkan sisi tajam Pjanic. Sebab, saat dilatih Garcia (2013–2016), sang pemain bisa mencatatkan 20 gol dan 22 assist. Hal itulah yang membuat Pjanic akhirnya dilirik Juventus pada musim panas 2016. Sayangnya, mereka berpisah pada musim dingin 2016 karena Garcia dipecat oleh AS Roma.

4. Cosmin Olaroiu (63 laga) menjadi satu-satunya pelatih yang membesut Miralem Pjanic di Sharjah FC

Sharjah FC menjadi satu-satunya klub non-Eropa yang pernah dibela Miralem Pjanic. Momen tersebut terjadi selama 2 tahun, pada 2022–2024. Di klub asal Uni Emirat Arab tersebut, sang pemain hanya dilatih satu pelatih, yakni Cosmin Olaroiu. Pelatih asal Romania itu memainkan Pjanic sebanyak 63 laga. Pemain jebolan akademi FC Metz ini tampil kreatif dengan menorehkan 5 gol dan 16 assist.

5. Maurizio Sarri (43 laga) melatih Miralem Pjanic di Juventus selama semusim

Selain Massimiliano Allegri, Miralem Pjanic juga pernah dilatih oleh Maurizio Sarri di Juventus. Namun, Sarri hanya melatih Pjanic selama semusim (2019/2020). Kendati demikian, Pjanic bisa menorehkan 3 gol dan 8 assist dari 43 laga. Keduanya sama-sama meninggalkan Juventus pada musim panas 2020.

6. Luis Enrique (31 laga) menjadi sosok yang membawa Miralem Pjanic ke AS Roma

Pelatih yang membawa MIralem Pjanic ke AS Roma pada musim panas 2011 adalah Luis Enrique. Namun, pelatih asal Spanyol itu hanya 10 bulan (2011–2012) melatih Pjanic. Dari kesempatan tersebut, Pjanic itu mencatatkan 31 laga dengan torehan 3 gol dan 9 assist.

Miralem Pjanic pensiun dengan mencatatkan banyak prestasi di level klub. Ia pernah meraih 7 trofi bersama Juventus, 1 trofi bersama Barcelona, 1 trofi bersama Besiktas, 3 trofi bersama Sharjah FC, dan 1 trofi bersama CSKA Moscow. Sayangnya, ia tak pernah meraih gelar juara bersama Timnas Bosnia & Herzegovina.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team