Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kritik Kualitas Rumput JIS, Pelatih Persija: Lapangan Tidak Ideal
Persija lawan Dewa United di Super League. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • Mauricio Souza menyoroti kualitas rumput Jakarta International Stadium yang dianggap menyulitkan permainan Persija dan Dewa United hingga laga berakhir imbang 1-1.
  • Sang pelatih membandingkan performa Persija di JIS dan di kandang lawan, menunjukkan timnya lebih sering kehilangan poin saat bermain di stadion tersebut.
  • Sousa mengaku sulit menganalisis aspek teknis permainan karena kondisi lapangan membuat kontrol bola dan performa tim tidak maksimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, tampaknya mulai gerah dengan kualitas rumput Jakarta International Stadium (JIS). Rasa kesal itu mulai membuncah pasca-laga lawan Dewa United, Minggu (15/3/2026).

Dalam laga tunda pekan 25 Super League 2025/26 itu, Persija ditahan imbang Dewa United dengan skor 1-1. Saat sesi jumpa pers selepas laga, Souza tanpa tedeng aling-aling langsung menyalahkan kualitas rumput JIS.

1. Lapangan rugikan Persija, juga Dewa United

Persija lawan Borneo FC dalam laga Super League 2025/26. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Souza melihat, baik itu Persija maupun Dewa United, adalah tim yang sama-sama lihai dalam memeragakan permainan kaki ke kaki. Sayangnya, hal itu tak terlihat di laga ini karena kualitas lapangan JIS yang jelek.

"Kedua tim punya teknik yang bagus di dalam lapangan, tetapi tidak punya banyak peluang untuk mencetak gol. Hal itu salah satunya karena faktor lapangan yang tidak ideal untuk menggelar laga besar seperti ini." ujar Souza.

2. Memberi perbandingan saat main di JIS dan di luar

Kondisi rumput JIS saat laga Persija lawan PSM. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Souza memberi sebuah perbandingan tatkala Persija main di JIS dan di luar JIS dengan lawan serupa. Ada tiga tim yang dia jadikan contoh yakni Bali United, Malut United, dan Dewa United. Ada beda saat melawan mereka di kandang dan tandang.

"Di sini (JIS), kami kehilangan poin saat bertemu Bali (United), tapi di (kandang) Bali (United) kami menang. Kami juga hanya meraih satu poin saat menjamu Malut (United), tapi kami menang di sana (kandang Malut). Kami hanya meraih satu poin saat menjamu Dewa United tapi menang di sana (kandang Dewa United)," kata Souza.

3. Masalah teknis jadi tak terdeteksi karena lapangan

Persija jumpa PSM di Super League 2025/26. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Souza juga mengungkapkan, masalah teknis Persija jadi tak terdeteksi karena perkara kualitas lapangan JIS ini. Jangan bisa main bagus, mengontrol bola dengan baik saja sudah jadi sebuah hal positif di sini.

"Jadi Persija kehilangan enam poin di JIS, tapi kami tidak bisa mengeluh karena ini lapangan tempat kami bermain (kandang). Saya tidak bisa menganalisis terkait masalah teknis tim saya karena sulit untuk bermain dengan kondisi lapangan seperti ini," ujar Souza.

Editorial Team