Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Pemain Belanda yang Jadi Kapten di Liga Top Eropa 2025/2026
ilustrasi suporter sepak bola (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Empat pemain Belanda dipercaya menjadi kapten di klub top Eropa musim 2025/2026, menunjukkan kepercayaan besar terhadap kemampuan dan kepemimpinan mereka di level tertinggi.
  • Emmanuel Emegha, Jeffrey Gouweleeuw, Marten de Roon, dan Virgil van Dijk memimpin tim masing-masing meski menghadapi tantangan seperti cedera dan performa tim yang inkonsisten.
  • Kepemimpinan mereka tak hanya terlihat dari kontribusi teknis di lapangan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas serta semangat tim sepanjang kompetisi berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejumlah pemain berkebangsaan Belanda mendapat peran penting di klub-klub yang berlaga di liga top Eropa pada 2025/2026. Empat di antaranya bahkan dipercaya sebagai kapten tim berkat kemampuan apik dalam memimpin rekan setimnya. Virgil van Dijk berada di antaranya dengan memimpin skuad Liverpool dari lini pertahanan. Bek berusia 34 tahun itu masih dipercaya sebagai kapten di tengah performa inkonsisten The Reds di English Premier League per 28 Maret 2026.

1. Emmanuel Emegha memimpin Strasbourg Alsace di Ligue 1

Emmanuel Emegha mencatatkan pencapaian apik meski belum genap berusia 24 tahun. Pada musim ini, ia dipercaya sebagai kapten Strasbourg Alsace untuk bersaing di Ligue 1 Prancis. Musim ini sekaligus menjadi periode terakhirnya di klub tersebut lantaran akan bergabung dengan Chelsea pada musim panas 2026.

Sayangnya, Emegha justru gagal menunjukkan sentuhan terbaiknya. Ia beberapa kali dipaksa menepi akibat cedera. Dari 7 penampilan pertama di Ligue 1 2025/2026, Emegha telah mengemas 4 gol dan 2 assist sebagai seorang striker. Penampilan terbaiknya terjadi saat mencetak brace yang berbuah kemenangan 2-0 atas LOSC Lille.

2. Jeffrey Gouweleeuw tak bisa memimpin Augsburg dengan maksimal karena cedera

Jeffrey Gouweleeuw menjadi salah satu sosok paling senior di skuad Augsburg. Ia telah bergabung dengan mereka sejak 2016. Status sebagai pemain senior dan konsistensi performa membuatnya dipercaya sebagai kapten tim pada musim ini demi meriah hasil maksimal di Bundesliga Jerman.

Sayangnya, pemain kelahiran Heemskerk, Belanda, itu tengah mengalami masa-masa sulit akibat cedera. Ia baru mencatatkan lima penampilan di Bundesliga 2025/2026 dengan penampilan terakhir terjadi pada pekan 10. Tanpa kehadirannya, Augsburg berada di peringkat 10 setelah melakoni 27 laga.

3. Marten de Roon menjadi kapten Atalanta dan mencatatkan pencapaian spesial

Marten de Roon baru saja mencatatkan pencapaian spesial bersama Atalanta pada pekan 30 Serie A 2025/2026. Ia resmi menyandang status sebagai pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah klub berjuluk La Dea itu dengan total 436 laga. Pemilik 42 caps untuk Timnas Belanda itu memulai kiprahnya bersama Atalanta sejak 2015 dan sempat pindah ke Inggris selama semusim.

Di Serie A musim ini, De Roon menjadi kekuatan penting di lini tengah Atalanta. Dalam 26 penampilan hingga pekan 30, ia telah mengemas 1 gol dan 1 assist. Gol itu tercipta dalam kemenangan empat gol tanpa balas atas Parma.

4. Virgil van Dijk menjalani musim penuh kedelapan di Liverpool

Virgil van Dijk masih memegang peran penting sebagai kapten di klub, Liverpool, dan Timnas Belanda pada musim ini. Jabatan itu didapat berkat penampilan konsisten sebagai seorang bek tengah dan jiwa kepemimpinan yang apik. Pada 2025/2026 ini, Van Dijk tengah menjalani musim penuh kedelapan bersama The Reds.

Di usia 34 tahun, Van Dijk masih tampil tangguh di lini belakang Liverpool terlepas dari performa inkonsisten yang sempat ditunjukkan timnya secara kolektif. Ia belum absen sekali pun hingga pekan 31 Premier League. Kontribusi di lini belakang ditambah dengan sumbangan tiga gol bagi lini depan. Salah satu golnya menjadi penentu kemenangan atas Sunderland.

Kehadiran para pemain Belanda sebagai kapten di klub-klub top Eropa pada 2025/2026 menjadi bukti kualitas sekaligus kepercayaan besar yang mereka dapatkan. Meski menghadapi tantangan berbeda, mulai dari cedera hingga inkonsistensi tim, mereka tetap menunjukkan kapasitas sebagai pemimpin di lapangan. Kontribusi yang diberikan pun tidak hanya sebatas aspek teknis, tetapi juga dalam menjaga stabilitas permainan tim. Menarik untuk dinantikan bagaimana peran mereka akan terus berkembang hingga akhir musim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team