Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi logo Sevilla FC (pixabay.com/jorono)
ilustrasi logo Sevilla FC (pixabay.com/jorono)

Intinya sih...

  • Sevilla memiliki model bisnis hemat dan jaringan pencari bakat yang baik

  • Pemain top seperti Diego Simeone, Diego Maradona, dan Javier Saviola pernah berseragam Sevilla

  • Ciro Immobile, Teemu Pukki, dan Davor Suker juga merupakan pemain top yang pernah membela klub asal Andalusia ini

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sevilla FC dikenal sebagai salah satu klub La Liga yang konsisten melahirkan dan menampung pemain berkualitas dunia. Klub asal Andalusia ini sering menjadi tempat berkembang bagi banyak bintang yang kemudian bersinar di liga-liga top Eropa. Dari penyerang tajam hingga gelandang kreatif, Sevilla telah menjadi rumah bagi talenta besar dalam berbagai era.

Selain menjadi klub kompetitif di Spanyol, Sevilla juga memiliki reputasi kuat di kompetisi Eropa, khususnya Liga Europa. Tidak sedikit pemain yang menemukan kembali performa terbaiknya setelah bergabung dengan Sevilla, menjadikannya salah satu klub yang menarik dalam perjalanan karier banyak pesepak bola internasional.

Keberadaan pemain top yang pernah mengenakan seragam Sevilla menjadi bagian penting dari sejarah panjang dan identitas klub. Pengaruh mereka tidak hanya terlihat dari kontribusi di lapangan, tetapi juga dari bagaimana mereka meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar maupun dunia sepak bola.

Nama-nama besar termasuk ke dalam lulusan akademi Sevilla, seperti Sergio Ramos dan Jesús Navas, serta bintang internasional seperti Dani Alves dan Frédéric Kanouté yang menjadi top skor sepanjang masa pernah membela klub asal Andalusia ini. Selain nama-nama tenar di atas, Sevilla juga memiliki pemain top yang mungkin jarang terdengar. Siapa saja pemain tersebut?  Berikut daftarnya.

1. Diego Simeone (1992-1994)

Ketika menyebut nama Diego Simeone, tiga tim Eropa muncul di permukaan. El Cholo adalah legenda tak terbantahkan di Inter Milan, Lazio, dan Atlético Madrid. Di klub asal Madrid tersebut, dirinya berhasil mendapatkan pujian yang luar biasa.

Sebelum mewakili klub-klub tersebut, Simeone lebih dulu berseragam Sevilla. Berposisi sebagai gelandang tengah, pelatih kebangsaan Argentina mencatatkan 12 gol liga dari 64 penampilan. Setelah menikmati dua musim, Simeone diboyong Atletico Madrid dengan mahar 2,5 juta Euro pada masa itu.

2. Diego Maradona (musim 1992-1993)

Diego Maradona tutup usia pada 25 November 2020. Pria 60 tahun dikenal sebagai legenda Napoli dan Timnas Argentina. Bersama klub asal kota Naples, Maradona memenangi dua Scudetto serta masing-masing satu gelar Coppa Italia, Piala UEFA, dan Piala Super Italia.

Tujuh musim membela Napoli, The Golden Boy angkat koper menuju Sevilla pada tahun 1992. Namun, Maradona tidak seganas di Seria A setelah berganti seragam. Pemain berjuluk 'Si Tangan Tuhan' mengoleksi 5 gol dari 26 pertandingan LaLiga. Meskipun hanya semusim membela Sevilla, dirinya masih dikenang dengan indah.

3. Javier Saviola (musim 2005-2006)

Javier Saviola menjadi salah satu pemain termahal Barcelona musim 2001/2002. Klub asal Catalan mengeluarkan 35,9 juta Euro kepada klub Argentina, River Plate, untuk striker 21 tahun yang digadang-gadang sebagai penerus Maradona.

Tiga tahun membela Barca, penampilan Saviola kurang meyakinkan pelatih Barca, Frank Rijkaard. Kemudian 'Si Kelinci Kecil'  dipinjamkan ke Monaco dan Sevilla dalam 2 musim beruntun. Saviola tampil sebanyak 42 penampilan dengan koleksi 14 gol dan 3 assist untuk Sevilla.

Di akhir masa peminjaman, Saviola membawa pulang medali pemenang Piala UEFA sekaligus gelar Eropa perdana untuk Sevilla. Mantan pemain Timnas Argentina itu mengantongi 5 gol dalam 12 pertandingan saat bermain di kompetisi tersebut.

4. Ciro Immobile (musim 2015-2016)

Rumput tetangga tidak selalu lebih hijau daripada rumput sendiri. Beginilah analogi yang menggambarkan perjalanan kurang bagus Ciro Immobile di Borussia Dortmund. Immobile mendarat di Signal Iduna Park sebagai suksesor Robert Lewandowski yang memutuskan pindah ke Bayern Munchen.

Namun, apa daya, Immobile tidak mampu tampil oke saat berseragam Dortmund dan Sevilla dalam kurun waktu 18 bulan setelah meninggalkan kota Turin. Satu musim di Dortmund, pemain kebangsaan Italia hanya mencetak 10 gol dalam 34 penampilan, termasuk 3 gol dari 24 laga di Bundesliga. Keputusan pindah ke Sevilla bukan solusi bagi mantan striker Torino. Dirinya membuat 15 penampilan dan hanya menyumbang 4 gol. 

Akhirnya, Immobile kembali menemukan penampilan terbaiknya saat pindah ke Lazio. Kini, striker 31 tahun mengantongi 117 gol dari 162 penampilan Serie A. Musim lalu, Immobile menjadi Capocannoniere dengan koleksi 36 gol, terbanyak dalam sejarah bersama Gonzalo Higuain saat bersama Napoli pada musim 2015/2016.

5. Teemu Pukki (2008-2010)

Teemu Pukki menjadi pesepak bola Premier League yang paling banyak dibicarakan setelah mencetak enam gol dalam lima pertandingan pembukaan Norwich City musim lalu. Namun, keganasan pemain kebangsaan Finlandia tidak dilanjutkan secara konsisten dan berujung dengan koleksi 11 gol saja di akhir musim 2019/2020.

Bak jatuh tertimpa tangga, Norwich harus kembali ke Championship setelah promosi musim lalu dengan status juara. Kini, Pukki mengoleksi 15 gol untuk The Canaries dalam ajang tersebut dan menjadi pemimpin klasemen sementara.

Sebelum menjadi favorit di Carrow Road Stadium, striker berusia 30 tahun memutuskan pindah ke Sevilla pada tahun 2008 sebagai klub pertama di luar negara asalnya. Namun, Pukki hanya bermain satu kali untuk tim utama Sevilla, selebihnya 33 kali merumput untuk tim akademi.

6. Davor Suker (musim 1991-1996)

Davor Suker dikenal sebagai pemain Real Madrid yang ikut menjuarai Liga Champions dan LaLiga musim 1997/1998. Efeknya, Suker menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 1998 dengan raihan 6 gol.

Di luar dugaan, Suker dan kawan-kawan mampu mengantar Timnas Kroasia melaju hingga babak semifinal dan finis di posisi ketiga. Torehan terbaik Kroasia sepanjang sejarah sebelum ditingkatkan menjadi finalis di edisi Piala Dunia 2018.

Sebelum mendarat di ibukota Spanyol, mantan pemain Arsenal menikmati lima musim di Sevilla. Kala itu, Suker meninggalkan Sevilla menuju Real Madrid sebagai top skor sepanjang masa dengan koleksi 81 gol. Kini, pencetak gol terbanyak keempat Sevilla ini menjabat sebagai Presiden Federasi Sepakbola Kroasia sejak Juli 2012.

Tidak mengherankan Sevilla menjadi salah satu klub kuat Eropa karena mampu menghadirkan pemain bintang di Stadion Ramón Sánchez Pizjuán sejak era 1990-an.

FAQ seputar Pemain Bintang yang Pernah Berseragam Sevilla

Siapa saja pemain top yang pernah membela Sevilla?

Beberapa nama besar yang pernah bermain untuk Sevilla antara lain Diego Maradona, Diego Simeone, Javier Saviola, Ciro Immobile, Teemu Pukki, dan Davor Šuker.

Apakah Diego Maradona pernah bermain untuk Sevilla?

Ya. Maradona bergabung dengan Sevilla pada musim 1992/1993 dan tampil dalam 26 pertandingan La Liga.

Siapa pemain Sevilla yang paling dikenal pada era 90-an?

Davor Šuker menjadi salah satu pemain paling menonjol di Sevilla pada era tersebut sebelum melanjutkan kariernya di Real Madrid.

Apakah ada striker Eropa yang sempat gagal bersinar di Sevilla?

Ciro Immobile sempat memperkuat Sevilla namun masa adaptasinya tidak berjalan mulus sebelum ia kembali tampil tajam di klub lain.

Mengapa banyak pemain terkenal pernah bermain di Sevilla?

Sevilla dikenal sebagai klub yang mampu memberikan kesempatan bermain reguler, lingkungan kompetitif, dan reputasi kuat di Eropa sehingga banyak pemain tertarik menjadikan klub ini sebagai batu loncatan dalam karier mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team