Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi menendang bola sepak
ilustrasi menendang bola sepak (pexels.com/Pixabay)

Intinya sih...

  • Raheem Sterling direkrut Feyenoord Rotterdam pada 13 Februari 2026- Setelah berpisah dengan Chelsea, Sterling bergabung dengan Feyenoord Rotterdam sebagai pemain versatile yang bisa memberikan dampak krusial.

  • Adrian Blake cukup sering diturunkan sebagai penyerang sayap kiri inti FC Utrecht- Blake memiliki pergerakan dinamis, kecepatan, keterampilan menggiring bola, visi bermain, dan etos kerja tinggi.

  • Shola Shoretire menunjukkan fleksibilitas posisi di sektor depan dan tengah PEC Zwolle- Shoretire dipinjam oleh PEC Zwolle dari PAOK FC dan langsung menjadi salah satu figur penting dalam skema taktik tim.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tak masuk proyek jangka panjang Chelsea, Raheem Sterling sepakat berpisah lebih cepat sehingga dilepas gratis pada musim dingin 2026. Dirinya tercatat sempat berstatus tanpa klub selama beberapa hari. Pemain kelahiran Kingston tersebut lantas terbang ke Belanda untuk menerima pinangan Feyenoord Rotterdam. Kehadirannya ternyata menambah daftar pemain Inggris menjadi empat orang yang tengah berkarier di Eredivisie Belanda 2025/2026 per 16 Februari 2026. Mereka tersebar di Feyenoord Rotterdam, FC Utrecht, dan PEC Zwolle.

1. Raheem Sterling direkrut Feyenoord Rotterdam pada 13 Februari 2026

Raheem Sterling dan Chelsea setuju mengakhiri kerja sama lebih awal pada musim dingin 2026. Setelah berstatus tanpa klub, pemain yang kini berusia 31 tahun tersebut direkrut oleh Feyenoord Rotterdam pada 13 Februari 2026. Ini menjadi momen pembuktian bahwa performanya belum habis. Dirinya berpeluang memberikan dampak krusial karena merupakan sosok versatile yang memiliki pengalaman menjalankan beberapa peran di sektor depan dan tengah. Ia juga menggabungkan visi bermain, kecepatan, dan keterampilan dribel untuk menciptakan peluang.

Sebelum terbang ke Belanda, Chelsea mengeluarkan biaya fantastis 56,2 juta euro (sekitar Rp1,1 triliun) untuk mendatangkan Sterling dari Manchester City pada musim panas 2022. Pemain yang kini berusia 31 tahun ini menunjukkan fleksibilitas posisi sehingga sering dipercaya tampil sejak menit awal. Seiring berjalannya waktu, perannya mulai tergusur dan sempat dipinjamkan kepada Arsenal agar memperoleh kesempatan bermain reguler. Usai kembali, ia tidak menjadi bagian skuad The Blues. Dirinya menyumbang 19 gol dan 15 assist dari total 81 pertandingan di berbagai ajang.

2. Adrian Blake cukup sering diturunkan sebagai penyerang sayap kiri inti FC Utrecht

Adrian Blake cukup sering diturunkan sebagai penyerang sayap kiri inti FC Utrecht pada Eredivisie pada 2025/2026. Pemain kelahiran London ini juga beberapa kali dirotasi ke penyerang sayap kanan. Dia dikenal memiliki pergerakan dinamis karena didukung dengan kecepatan dan keterampilan menggiring bola. Selain itu, dirinya juga mempunyai visi bermain yang berguna untuk membuat umpan dan etos kerja tinggi sehingga ikut membantu menekan pergerakan lawan. Hingga pekan ke-22, ia menorehkan 1 gol dan 2 assist dari 19 pertandingan.

Blake sendiri didatangkan gratis FC Utrecht U-21 dari akademi Watford pada musim panas 2023. Dia bisa menunjukkan potensi menjanjikan sehingga dipromosikan ke skuad senior pada musim panas 2024. Ia ketika itu bertugas sebagai pelapis. Meski begitu, pemain yang kini berusia 20 tahun tersebut bisa menempati penyerang sayap kiri atau gelandang kiri sesuai kebutuhan taktik Domstedelingen. Sejak masuk skuad senior, dirinya merumput 57 kali dengan menyumbang 8 gol dan 5 assist di berbagai kompetisi.

3. Shola Shoretire menunjukkan fleksibilitas posisi di sektor depan dan tengah PEC Zwolle

Demi memperkuat area depan, PEC Zwolle meminjam Shola Shoretire dari PAOK FC pada musim panas 2025. Dirinya rencananya merumput di MAC3PARK Stadium sampai Juni 2026. Pemain yang kini berusia 22 tahun tersebut memiliki pengalaman dalam mengisi posisi penyerang sayap. Dia untuk pertama kali dalam kariernya merasakan persaingan di Eredivisie.

Shoretire langsung dipercaya menjadi salah satu figur penting dalam skema taktik PEC Zwolle pada Eredivisie 2025/2026. Pemain kelahiran Newcastle ini kerap menghiasi starter sebab menunjukkan fleksibilitas posisi di sektor depan dan tengah. Dia mengombinasikan kecepatan dan keterampilan dribel untuk mengeksploitasi pertahanan lawan. Visi bermain dan kreativitasnya juga layak diperhitungkan demi membuat peluang. Hingga pekan ke-22, dirinya menghasilkan 5 gol dan 1 assist dari 19 pertandingan. Di berbagai kompetisi, ia menorehkan 6 gol dan 1 assist dari 21 pertandingan musim ini.

4. Emeka Adiele belum melakoni debut untuk FC Utrecht

Emeka Adiele meninggalkan West Ham United U-21 berlabuh ke FC Utrecht pada tenggat waktu musim dingin 2026. Dia untuk pertama kali mendapat kesempatan mengembangkan potensi di luar Inggris. Ini menjadi investasi jangka panjang bagi Domstedelingen, mengingat pemain tersebut masih berusia 18 tahun. Dirinya memiliki pengalaman dalam menjalankan berbagai peran di sisi kiri permainan. Namun, ia belum memperoleh kesempatan debut hingga pekan ke-22 Eredivisie 2025/2026.

Adiele bergabung dengan akademi West Ham United U-9 pada 2016. Kemampuannya kemudian ditempa dengan mengikuti persaingan di berbagai jenjang umur. Selain bek kiri, dirinya pernah dirotasi sebagai gelandang kiri atau penyerang sayap kiri tergantung kebutuhan taktik. Namun, pemain yang memiliki garis keturunan Nigeria tersebut tidak pernah mendapat kesempatan merumput bersama skuad senior The Hammers.

Keempat pemain Inggris di atas mengembangkan karier di Eredivisie 2025/2026. Sterling terkendala visa kerja sehingga belum mengikuti latihan bersama Feyenoord Rotterdam dan Adiele belum menjalani debut bersama FC Utrecht hingga pekan ke-22 Eredivisie. Sementara, Blake mulai menambah opsi rotasi FC Utrecht dan Shoretire langsung menjelma menjadi salah satu figur penting PEC Zwolle.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team