Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi LaLiga
ilustrasi LaLiga (IDN Times/Mardya Shakti)

Intinya sih...

  • Brahim Diaz menjadi mesin gol utama Timnas Maroko dengan performa impresif di Piala Afrika 2025.

  • Sofyan Amrabat menjaga kedalaman lini tengah dan memberikan stabilitas permainan yang konsisten.

  • Abde Ezzalzouli memberikan assist krusial di fase gugur, menampilkan performa impresif saat mendapat kepercayaan bermain bersama Maroko.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Maroko tampil impresif sebagai tuan rumah Piala Afrika 2025. Hingga 14 Januari 2026, Tim berjuluk Singa Atlas itu berhasil melaju ke semifinal setelah menyingkirkan sejumlah lawan tangguh pada fase gugur. Performa konsisten tersebut menjadi bukti kesiapan Maroko bersaing di level tertinggi sepak bola Afrika.

Sebelumnya, Maroko mampu memuncaki klasemen Grup A tanpa menelan kekalahan. Memasuki fase gugur, mereka menyingkirkan Tanzania pada 16 besar dan Kamerun pada perempat final. Di balik pencapaian tersebut, terdapat lima pemain yang berkarier di LaLiga dan menjadi bagian dari Timnas Maroko di Piala Afrika 2025.

1. Brahim Diaz menjadi mesin gol utama Maroko

Brahim Diaz menunjukkan kualitasnya sebagai pilar penting Timnas Maroko di Piala Afrika 2025. Performanya bersama Singa Atlas lebih menonjol dibanding kiprahnya di level klub bersama Real Madrid. Per 14 Januari 2026, pemain bernomor punggung 10 Maroko itu baru bermain 318 menit bersama Real Madrid di LaLiga Spanyol.

Diaz mencetak sejumlah gol krusial yang mengantarkan timnya melaju ke semifinal. Salah satunya tercipta saat ia mencetak satu-satunya gol kemenangan atas Tanzania pada 16 besar. Selain itu, Diaz juga turut menyumbang gol ketika Maroko menaklukkan Kamerun dengan skor 2-0 pada perempat final.

Kontribusi serta totalitas yang diperlihatkannya di atas lapangan membuat Brahim Diaz menjadi tumpuan utama publik tuan rumah. Pemain berusia 26 tahun itu diharapkan mampu terus menjaga konsistensi permainan dan membawa Maroko melangkah lebih jauh, termasuk mewujudkan ambisi meraih gelar juara di hadapan pendukungnya sendiri.

2. Sofyan Amrabat menjaga kedalaman lini tengah

Sofyan Amrabat menjadi jenderal lapangan tengah yang tak tergantikan di bawah asuhan pelatih Timnas Maroko, Walid Regragui. Pemain Real Betis itu menghadirkan stabilitas permainan seperti yang kerap ia tunjukkan di LaLiga. Pada 2025/2026, Amrabat telah mencatatkan 603 menit bermain di kasta tertinggi sepak bola Spanyol tersebut.

Perannya dalam memutus alur serangan lawan terlihat jelas saat Maroko menghadapi Kamerun pada perempat final Piala Afrika 2025. Keberhasilan Singa Atlas ke semifinal membuat Amrabat diharapkan mampu kembali menunjukkan permainan disiplin dan konsisten guna menjaga keseimbangan lini tengah Maroko dalam upaya menembus ke partai final.

3. Abde Ezzalzouli memberikan assist krusial di fase gugur

Pemain Real Betis lainnya, Abde Ezzalzouli, terus menampilkan performa impresif saat mendapat kepercayaan bermain bersama Maroko. Di LaLiga, Ezzalzouli juga tampil konsisten dengan torehan 3 gol dan 3 assist. Kontribusi tersebut ia bawa ke Piala Afrika 2025 meskipun tidak selalu bermain sebagai starter.

Peran Ezzalzouli pada fase gugur turnamen terbukti penting. Ia mencatatkan assist krusial untuk gol Ismael Saibari ketika Maroko melawan Kamerun pada perempat final. Kemampuannya menyisir sisi lapangan dan menciptakan peluang menjadi salah satu senjata rahasia Maroko dalam menghadapi semifinal.

4. Azzedine Ounahi terpaksa absen pada fase gugur karena cedera

Azzedine Ounahi menjadi salah satu penggerak permainan Maroko di lini tengah di bawah asuhan pelatih Walid Regragui. Gelandang berusia 25 tahun itu tampil impresif pada fase grup Piala Afrika 2025 dengan menyumbangkan total tiga assist. Kontribusi tersebut sejalan dengan performanya di level klub bersama Girona FC di LaLiga.

Dari 10 pertandingan LaLiga yang dijalaninya bersama Girona, Ounahi mencatatkan total 780 menit bermain dengan torehan 3 gol dan 1 assist. Namun, ia tidak tampil membela Maroko pada 16 besar dan perempat final akibat cedera. Hingga saat ini, keikutsertaan bersama Singa Atlas pada semifinal masih belum bisa dipastikan.

5. Ilias Akhomach siap memberikan dampak dari bangku cadangan

Ilias Akhomach menunjukkan kesiapan untuk memberikan kontribusi kapan pun mendapat kepercayaan dari pelatih Timnas Maroko. Bersama Villarreal di LaLiga, ia sendiri telah tampil dalam 9 pertandingan dengan total 188 menit bermain. Meski menit bermainnya di level klub tergolong terbatas, Akhomach tetap menjadi bagian skuad Maroko di Piala Afrika 2025. 

Sepanjang Piala Afrika 2025, Akhomach baru sekali tampil, yakni pada laga ketiga fase grup melawan Zambia. Ia masuk sebagai pengganti Brahim Diaz yang juga berkontribusi di laga tersebut. Kehadirannya memberikan opsi tambahan bagi Maroko untuk melakukan penyegaran permainan, terutama dalam aspek kreativitas, saat Singa Atlas melangkah ke empat besar.

Kontribusi kelima pemain yang berkarier di LaLiga tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Timnas Maroko di Piala Afrika 2025. Kini, publik menantikan aksi mereka pada semifinal demi mengamankan tiket ke partai final. Menarik untuk dinantikan apakah Maroko mampu melangkah hingga partai puncak dan mengangkat trofi di rumahnya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team