Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Pemain yang Mencetak 50 Gol UCL dengan Jumlah Laga Tersedikit
ilustrasi bola berlogo Liga Champions Eropa (unsplash.com/DanielNorin)

Harry Kane menjadi bintang kemenangan Bayern Muenchen 4-1 atas Atalanta pada leg kedua fase grup UCL 2025/2026 pada 18 Maret 2026. Ia menorehkan brace di laga tersebut. Kane tercatat mengoleksi 50 gol selama bermain di UCL bersama Tottenham Hotspur dan Bayern Muenchen.

Ia menjadi salah satu pemain yang mencapai 50 gol dengan jumlah laga tersedikit dalam sejarah UCL per Maret 2026. Termasuk Kane, berikut tiga pemain yang mengukir rekor tersebut.

1. Erling Haaland mencetak 50 gol dalam 49 laga UCL

Erling Haaland sudah menunjukkan ketajamannya sejak melakoni musim perdana bermain di UCL bersama Red Bull Salzburg pada 2019/2020. Ia mencetak 8 gol dalam 6 pertandingan fase grup UCL pada musim tersebut. Haaland bahkan langsung menorehkan hattrick kala debut di UCL dalam kemenagnan Red Bull Salzburg 6-2 atas KRC Genk pada 17 September 2019. Ia kemudian mencetak brace saat menjalani laga perdana di UCL sebagai pemain Borussia Dortmund dalam kemenangan 2-1 atas Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama 16 besar 2019/2020. Haaland kemudian mencetak 10 gol dalam 8 laga UCL 2020/2021 dan 3 gol dari 3 penampilan pada 2021/2022 bersama Dortmund.

Ia lalu pindah ke Manchester City pada musim panas 2022. Haaland menjadi bagian penting dalam perjalanan Manchester City menjuarai UCL 2022/2023 dengan mencetak 12 gol daalm 11 laga. Ia mencatat rekor kala mencetak 50 gol dalam 49 pertandigan UCL. Haaland menjadi pemain yang mencapai 50 gol dengan jumlah laga tersedikit.

2. Ruud van Nistelrooy menciptakan 50 gol dalam 62 pertandingan UCL

Ruud van Nistelrooy bermain di Liga Champions kala membela PSV Eindhoven, Manchester United, dan Real Madrid. Ia tampil tajam kala melakoni musim debut di UCL dengan catatan 5 gol dalam 5 laga pada 1998/1999. Nistelrooy kemudian menorehkan 3 gol dalam 6 pertandingan bersama PSV pada UCL 1999/2000. Ia hengkang ke Manchester United pada Juli 2001. Nistelrooy secara konsisten mencetak dua digit gol di UCL dalam dua musim beruntun bersama MU dengan perincian 10 gol dari 14 penampilan pada 2001/2002 dan 12 gol dalam 9 laga pada 2002/2003. Sayangnya, ia tidak pernah mengantarkan MU menjuarai UCL.

Nistelrooy terakhir kali bermain di UCL kala berseragam Real Madrid pada Juni 2006--Januari 2010. Ia menorehkan total 13 gol dalam 19 laga UCL sebagai pemain Real Marid. Secara keseluruhan, Nistelrooy mencetak 56 gol dalam 73 laga UCL bersama PSV, Manchester United, dan Real Madrid. Lebih detail, ia mencapai 50 gol kala memainkan laga ke-62.

3. Harry Kane mencetak 50 gol dari 66 penampilan UCL

Harry Kane menjadi sosok kunci di lini depan Tottenham Hotspur kala finis di peringkat ketiga English Premier League (EPL) 2015/2016. Berkat pencapaian tersebut, Tottenham berhak bermain di Liga Champions pada 2016/2017. Sayangnya, Kane hanya mencetak 2 gol dalam 3 laga UCL pada musim tersebut. Pencapaian terbaiknya di UCL kala mengantarkan Tottenham finis sebagai runner-up dengan mencetak 5 gol dalam 9 laga UCL 2018/2019. Secara keseluruhan, Kane menorehkan 21 gol dalam 32 laga UCL selama membela Tottenham.

Ia memutuskan hengkang dari Tottenham dan pindah ke Bayern Muenchen pada musim panas 2023. Kane mengoleksi 8 gol dalam 12 pertandingan UCL saat menjalani musim perdana pada 2023/2024. Ia lalu mencetak minimal 10 gol dalam 2 musim beruntun UCL dengan 11 gol dalam 13 laga pada 2024/2025 dan 10 gol dari 9 laga 2025/2026 per Maret 2026. Kane mencapai 50 gol dalam 66 pertandingan bersama Tottenham dan Bayern Muenchen.

Ketiga striker di atas membuktikan kualitasnya sebagai pencetak gol papan atas dengan tampil apik di UCL bersama klubnya masing-masing. Dari tiga pemain tersebut, baru Haaland yang mampu mengantarkan klubnya menjuarai UCL. Nistelrooy tidak pernah mencapai final UCL meski bermain di klub besar seperti Manchester United dan Real Madrid. Sementara itu, Kane menjadi sosok kunci di lini depan Tottenham kala melaju sampai final UCL 2018/2019. Peluangnya untuk meraih gelar juara UCL pertamanya terbuka lebar bersama Bayern Muenchen pada 2025/2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy