Harry Kane menjadi sosok kunci di lini depan Tottenham Hotspur kala finis di peringkat ketiga English Premier League (EPL) 2015/2016. Berkat pencapaian tersebut, Tottenham berhak bermain di Liga Champions pada 2016/2017. Sayangnya, Kane hanya mencetak 2 gol dalam 3 laga UCL pada musim tersebut. Pencapaian terbaiknya di UCL kala mengantarkan Tottenham finis sebagai runner-up dengan mencetak 5 gol dalam 9 laga UCL 2018/2019. Secara keseluruhan, Kane menorehkan 21 gol dalam 32 laga UCL selama membela Tottenham.
Ia memutuskan hengkang dari Tottenham dan pindah ke Bayern Muenchen pada musim panas 2023. Kane mengoleksi 8 gol dalam 12 pertandingan UCL saat menjalani musim perdana pada 2023/2024. Ia lalu mencetak minimal 10 gol dalam 2 musim beruntun UCL dengan 11 gol dalam 13 laga pada 2024/2025 dan 10 gol dari 9 laga 2025/2026 per Maret 2026. Kane mencapai 50 gol dalam 66 pertandingan bersama Tottenham dan Bayern Muenchen.
Ketiga striker di atas membuktikan kualitasnya sebagai pencetak gol papan atas dengan tampil apik di UCL bersama klubnya masing-masing. Dari tiga pemain tersebut, baru Haaland yang mampu mengantarkan klubnya menjuarai UCL. Nistelrooy tidak pernah mencapai final UCL meski bermain di klub besar seperti Manchester United dan Real Madrid. Sementara itu, Kane menjadi sosok kunci di lini depan Tottenham kala melaju sampai final UCL 2018/2019. Peluangnya untuk meraih gelar juara UCL pertamanya terbuka lebar bersama Bayern Muenchen pada 2025/2026.