Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi stadion sepak bola
ilustrasi stadion sepak bola (IDN Times/Mardya Shakti)

Intinya sih...

  • Ademola Lookman menjadi pemain non-Eropa termahal di Atletico Madrid setelah dibeli dengan harga 35 juta euro

  • Julian Alvarez konsisten tajam setelah dibeli dengan harga 75 juta euro, Radamel Falcao ditebus 40 juta euro dari FC Porto pada musim panas 2011

  • Jackson Martinez dibeli dari FC Porto pada 2015 dengan harga 35 juta euro, Matheus Cunha minim gol selama 1,5 musim di Atletico Madrid

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Atletico Madrid membeli tiga pemain baru pada bursa transfer musim dingin 2026. Paling menarik perhatian di antara mereka tentu Ademola Lookman. Kiprah Lookman layak dinantikan karena ia bersinar selama membela Atalanta. Selain itu, harga pembeliannya juga cukup tinggi, yaitu 35 juta euro atau Rp695 miliar.

Harga tersebut menjadikan Lookman pemain termahal yang datang ke LaLiga Spanyol pada musim dingin 2026. Winger Nigeria itu juga menjadi salah satu pemain non-Eropa termahal dalam sejarah Atletico Madrid. Inilah enam nama teratas per 2025/2026.

1. Julian Alvarez konsisten tajam setelah dibeli dengan harga 75 juta euro

Sebagian besar pemain non-Eropa yang dibeli mahal Atletico Madrid akhirnya sukses bersinar. Julian Alvarez adalah salah satunya. Alvarez merupakan pemain termahal kedua yang pernah dibeli Atletico. Striker Argentina itu didatangkan dari Manchester City pada musim panas 2024 dengan harga 75 juta euro atau Rp1,48 triliun.

Hasilnya, Alvarez langsung menjadi top skor Atletico Madrid pada musim debutnya. Ia mencetak 29 gol dalam 57 laga sepanjang 2024/2025. Ketajaman Alvarez berlanjut pada 2025/2026. Per 11 Februari 2026, ia telah membuat 11 gol dalam 32 penampilan. Alvarez pun kembali memimpin daftar top skor sementara Atletico musim ini.

2. Radamel Falcao ditebus 40 juta euro dari FC Porto pada musim panas 2011

Radamel Falcao juga subur sebagai striker Atletico Madrid setelah dibeli mahal. Pria Kolombia itu digaet dari FC Porto pada musim panas 2011 dengan mahar 40 juta euro alias Rp793 miliar. Falcao pun sempat berstatus pemain termahal dalam sejarah Atletico, sebelum rekornya dilewati Antoine Griezmann pada 2014.

Falcao langsung mencetak 36 gol bagi Atletico pada 2011/2012. Los Rojiblancos pun juara Liga Europa berkat ketajamannya. Pada musim keduanya, Falcao masih gacor dengan torehan 34 gol dan membawa Atletico juara Copa del Rey. Sayangnya, ia akhirnya hanya 2 musim menetap di Atletico dan hengkang pada musim panas 2013.

3. Jackson Martinez dibeli dari FC Porto pada 2015 dengan harga 35 juta euro

Berikutnya, ada empat pemain non-Eropa yang masing-masing dibeli Atletico Madrid dengan harga 35 juta euro. Salah satunya Jackson Martinez yang bergabung pada musim panas 2015. Seperti Radamel Falcao, Martinez didatangkan Atletico setelah tampil tajam bersama FC Porto. Kebetulan, keduanya sama-sama merupakan striker asal Kolombia.

Sayangnya, berbeda dengan Falcao, Martinez tumpul bersama Atletico. Ia hanya mencetak 3 gol dalam 22 penampilan di semua ajang pada paruh pertama 2015/2016. Alhasil, Martinez hanya bertahan setengah musim di Atletico. Ia dilepas ke Guangzhou Evergrande pada Februari 2016, dan ternyata tetap minim gol di sana.

4. Matheus Cunha minim gol selama 1,5 musim di Atletico Madrid

Ada pula Matheus Cunha, yang juga gagal maksimal bersama Atletico Madrid. Cunha diboyong dari Hertha Berlin pada musim panas 2021 dengan harga 35 juta euro. Striker Brasil itu tak jadi pilihan utama di lini depan Atletico. Ia pun hanya bisa menutup musim pertamanya di Spanyol dengan 7 gol dalam 37 laga.

Pada 2022/2023, Cunha masih minim menit bermain bersama Atletico. Ia makin kesulitan dan akhirnya gagal mencetak gol dalam 17 penampilan di semua ajang pada paruh pertama musim. Cunha pun dipinjamkan ke Wolverhampton Wanderers lalu dilepas permanen. Setelah itu barulah ia bisa menemukan performa terbaiknya di Inggris.

5. Rodrigo De Paul diandalkan Atletico Madrid selama 4 musim usai ditebus 35 juta euro

Rodrigo De Paul juga digaet Atletico Madrid dengan harga 35 juta euro pada musim panas 2021. Gelandang Argentina itu datang dari Udinese dan langsung menjadi andalan di lini tengah Atletico. Selama 4 musim, De Paul tampil 187 kali di semua ajang dan menyumbang 14 gol serta 26 assist.

De Paul pun menjadi langganan Timnas Argentina dan memenangi empat trofi bersama mereka selama membela Atletico. Sayangnya, di Atletico sendiri ia tak merebut trofi apa pun. Capaian terbaiknya hanya tiga kali finis di peringkat ketiga LaLiga. Kini, De Paul sudah pindah ke Amerika Serikat dan membela Inter Miami.

6. Ademola Lookman membuat gol dan assist pada debutnya bersama Atletico Madrid

Ademola Lookman masuk daftar ini setelah ditebus 35 juta euro pada Februari 2026. Harga itu menjadikan Lookman pemain Afrika termahal dalam sejarah Atletico Madrid, bahkan pemain Afrika termahal yang pernah didatangkan klub LaLiga. Melihat penampilannya selama membela Atalanta, status itu memang terbilang layak.

Lookman membuat 55 gol dan 27 assist dalam 137 laga dalam balutan seragam Atalanta. Ia berperan penting saat Atalanta menjuarai Liga Europa 2023/2024, trofi Eropa pertama dalam sejarah mereka. Pria 28 tahun itu juga konsisten membawa La Dea bersaing di papan atas Serie A Italia.

Bersama Atletico, Lookman pun langsung unjuk gigi. Debutnya terjadi pada laga perempat final Copa del Rey 2025/2026 melawan Real Betis. Tampil sebagai starter, Lookman membuat 1 gol dan 1 assist yang memenangkan Atletico 5-0. Kemungkinan, ia akan kembali jadi tumpuan saat Atletico menantang Barcelona di semifinal.

Kebanyakan pemain non-Eropa yang dibeli mahal oleh Atletico Madrid akhirnya sukses tampil prima. Ademola Lookman berpotensi melakukan hal yang sama setelah membuat gol pada debutnya. Bisakah ia konsisten membuktikan kelayakannya dihargai mahal?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team