Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Stade Velodrome
Stade Velodrome (unsplash.com/lcs _vgt)

Intinya sih...

  • Franck Ribery dijual ke Bayern Munich seharga Rp587 miliar

  • Elye Wahi tampil buruk setelah ditebus Eintracht Frankfurt seharga Rp509 miliar

  • Robinio Vaz direkrut AS Roma dengan dana sebesar Rp431 miliar

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Olympique Marseille telah menjadi tempat singgah bagi banyak pemain lokal asal Prancis. Beberapa di antaranya melewati periode apik bersama Les Minots hingga direkrut dengan dana yang tak sedikit oleh klub lain. Per 19 Januari 2026, tiga pemain Prancis berikut menempati urutan teratas pemain lokal termahal yang pernah dijual Marseille. 

Robinio Vaz menjadi nama terbaru yang masuk daftar tersebut. Ia resmi berpisah dengan Marseille pada 14 Januari 2026 meski baru separuh musim berstatus sebagai penggawa skuad senior. Potensi yang menjanjikan membuatnya ditebus AS Roma dengan biaya sebesar 22 juta euro (Rp431 miliar).

1. Franck Ribery meraih berbagai gelar bergengsi usai ditebus Bayern Munich seharga Rp587 miliar

Franck Ribery masih menjadi pemain Prancis termahal yang pernah dijual Marseille. Biaya transfer senilai 30 juta euro (Rp587 miliar) dikeluarkan Bayern Munich untuk membuatnya angkat kaki dari Orange Velodrome pada 2007. Transfer ini membuat Les Minots untung besar karena Ribery merupakan rekrutan gratis dari Galatasaray 2 musim sebelumnya. 

Pemilik 81 caps untuk Timnas Prancis itu menunjukkan potensi yang menjanjikan bersama Marseille. Dalam 89 pertandingan di berbagai ajang selama 2 musim, ia mengemas 18 gol dan 20 assist. Selain itu, ia juga sukses mempersembahkan trofi Piala Intertoto 2005/2006 dengan kontribusi 2 gol dari 5 laga.

Ribery semakin bersinar kala menjadi bagian dari Bayern Munich. Selama 12 musim berseragam Die Roten, ia mengoleksi 124 gol dan 182 assist dalam 425 kali kesempatan bermain. Periode itu juga berbuah 23 trofi di berbagai ajang bergengsi, termasuk Liga Champions Eropa 2012/2013. Selain itu, Ribery juga merengkuh gelar pemain terbaik Eropa pada 2013.

2. Elye Wahi tampil buruk usai ditebus Eintracht Frankfurt seharga Rp509 miliar

Elye Wahi hanya berkesempatan menjadi bagian dari Marseille selama setengah musim pada paruh pertama 2024/2025. Pada periode tersebut, ia bermain dalam 14 laga dengan torehan 3 gol dan 1 assist. Gol-golnya selalu berbuah kemenangan bagi Les Minots di Ligue 1 Prancis. 

Meski demikian, Marseille berhasil melepas Wahi dengan nilai transfer yang cukup besar pada musim dingin 2025. Potensi yang dimiliki membuat Eintracht Frankfurt mengeluarkan dana sebesar 26 juta euro (Rp509 miliar) untuk mengamankan tanda tangannya. Jika ditarik ke belakang, Wahi pernah mengemas 19 gol dalam semusim Ligue 1 saat membela Montpellier pada 2022/2023.

Sayangnya, dana yang dikeluarkan Frankfurt tak sebanding dengan kontribusi Wahi di atas lapangan. Striker berpostur 1,84 meter hanya dimainkan dalam 25 laga hingga musim dingin 2026. Ia juga hanya mampu menjebloskan 1 gol dan 3 assist.

3. Robinio Vaz direkrut AS Roma dengan dana sebesar Rp431 miliar

Robinio Vaz menunjukkan progres positif di akademi hingga resmi menjadi bagian dari skuad utama Marseille pada 2025/2026. Penampilannya pada musim debut begitu menjanjikan sebagai seorang striker yang belum genap berusia 19 tahun. Ia menjebloskan 4 gol dan 3 assist dalam 22 penampilan. 

Statistik di atas menjadi salah satu faktor yang membuat AS Roma kepincut dengan Vaz. I Giallorossi lantas meresmikan perekrutan pemain kelahiran 17 Februari 2007 itu pada 14 Januari 2008. Selain ditebus dengan dana sebesar 22 juta euro (Rp431 miliar), Vaz juga diikat dengan kesepakatan kontrak hingga musim panas 2030.

Cederanya Evan Ferguson dan Artem Dovbyk yang biasa dipasang sebagai penyerang tengah membuat Vaz tak butuh waktu lama untuk debut dengan AS Roma. Saat I Giallorossi bertemu Torino pada pekan 21 Serie A 2025/2026, ia dimainkan selama 14 menit. AS Roma meraih hasil apik dalam duel itu dengan keunggulan 2-0 sebagai tim tamu.

Robinio Vaz mengikuti jejak Franck Ribery dan Elye Wahi yang ditebus mahal oleh klub lain dari Marseille. Kepindahan ini sekaligus menegaskan reputasi Les Minots sebagai produsen talenta berbakat yang mampu mendatangkan keuntungan finansial besar bagi klub. Kini, tantangan besar menanti Vaz di Serie A Italia untuk membuktikan bahwa nilai transfernya yang tinggi sebanding dengan kontribusi yang akan ia berikan bagi publik Olimpico.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team