Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
stadion Tottenham Hotspur, Tottenham Hotspur Stadium
stadion Tottenham Hotspur, Tottenham Hotspur Stadium (pexels.com/Dom Le Roy)

Intinya sih...

  • Guglielmo Vicario (36 laga) hanya absen dua kali

  • Pedro Porro (34 laga) hanya absen ketika cedera hamstring

  • Joao Palhinha (34 laga) merupakan pemain pinjaman dari Bayern Muenchen

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hingga pekan 26 English Premier League 2025/2026, Thomas Frank belum bisa mengangkat posisi Tottenham Hotspur ke papan atas. Untuk mengantisipasi tren buruk yang terus berlanjut, manajemen Spurs akhirnya memecat pelatih asal Denmark tersebut pada Selasa (11/2/2026). Frank memimpin Spurs dalam 38 laga selama 7 bulan (Juli 2025–Februari 2026). Dalam kurun waktu tersebut, ada beberapa pemain andalan yang sering dimainkan berulang. Inilah enam pemain Spurs yang paling sering ia mainkan.

1. Guglielmo Vicario (36 laga) hanya absen dua kali

Guglielmo Vicario memang sangat sulit digeser dari posisi utama kiper Spurs. Dari 38 laga yang dipimpin Thomas Frank, kiper asal Italia itu memainkan 36 laga dengan mencatat 13 nirbobol. Hal tersebut membuatnya menjadi pemain Spurs yang paling diandalkan Frank. Sedangkan, posisi kiper pada dua laga lain diisi oleh Antonin Kinsky.

2. Pedro Porro (34 laga) hanya absen ketika cedera hamstring

Pedro Porro bisa saja memainkan 38 laga di bawah arahan Thomas Frank. Namun, bek kanan asal Spanyol ini sempat absen dalam empat laga. Keempat laga tersebut dilewatkannya karena cedera hamstring. Oleh karena itu, ia hanya mencatatkan 34 laga. Dalam kurun waktu tersebut, Porro menyumbang lima assist.

3. Joao Palhinha (34 laga) merupakan pemain pinjaman dari Bayern Muenchen

Joao Palhinha merupakan salah satu pemain yang datang ke Spurs pada era Thomas Frank. Ia merupakan pemain pinjaman dari Bayern Muenchen. Kehadirannya sangat berguna dalam skema yang disusun Frank. Hal tersebut terbukti dari 34 laga yang dimainkan oleh gelandang bertahan asal Portugal tersebut. Selain bertugas mengatur ritme permainan, ia pun cukup produktif dengan mencetak 5 gol dan 3 assist.

4. Djed Spence (33 laga) lebih sering dipasang sebagai bek kiri

Di urutan keempat ada Djed Spence yang bisa bermain di banyak posisi. Namun, saat di bawah arahan Thomas Frank, ia lebih sering dimainkan sebagai bek kiri dengan fokus untuk bermain lebih bertahan. Sehingga, ia tak menyumbang satu pun gol dan assist meski memainkan 33 laga. Selain mengisi posisi bek kiri, ia pun bisa bermain sebagai bek kanan, sayap kanan, dan sayap kiri.

5. Wilson Odobert (33 laga) sangat jarang bermain penuh

Serupa dengan Djed Spence, Wilson Odobert juga memainkan 33 laga di bawah arahan Thomas Frank. Akan tetapi, winger muda asal Prancis ini sangat jarang bermain penuh. Dari 33 laga, ia hanya tampil 3 kali bermain selama 90 menit. Secara perincian, ia dimainkan sebagai pemain pengganti sebanyak 15 kali dan diganti pada pertengahan laga sebanyak 15 kali.

6. Micky van de Ven (32 laga) sangat produktif sebagai seorang bek tengah

Untuk posisi bek tengah, Micky van de Ven menjadi andalan. Meski berposisi sebagai pemain bertahan, pria asal Belanda ini justru bisa tampil produktif. Ia bisa mencetak 7 gol dan 1 assist dari 32 laga. Hal tersebut membuatnya menjadi top scorer kedua Spurs pada era kepelatihan Thomas Frank. Ia hanya kalah dari Richarlison yang berposisi sebagai penyerang tengah.

Untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Thomas Frank, Spurs dikabarkan sedang mendekati sejumlah pelatih. Roberto De Zerbi, Mauricio Pochettino, Edin Terzic, dan Xabi Alonso merupakan beberapa di antaranya. Namun, untuk sementara, posisi pelatih dipegang oleh Chris Haslam yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team