Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Declan Rice (instagram.com/declanrice)
Declan Rice (instagram.com/declanrice)

Intinya sih...

  • Andriy Yarmolenko menjadi pemain West Ham dengan caps internasional terbanyak, mencatat 115 caps untuk Ukraina.

  • Bobby Moore meraih 108 caps untuk Inggris, menjadi legenda terbesar West Ham sekaligus kapten Inggris di Piala Dunia 1966.

  • Tomáš Souček adalah pemain aktif West Ham dengan caps terbanyak, yaitu sebanyak 87 caps.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

West Ham United dikenal sebagai salah satu klub yang kerap menghasilkan maupun menampung pemain berkualitas dengan pengalaman internasional yang tinggi. Tidak hanya berkontribusi di level klub, banyak pemain yang pernah berkostum The Hammers juga tampil secara konsisten membela negara masing-masing. Pengalaman internasional ini tidak hanya menambah nilai seorang pemain, tetapi juga memengaruhi dinamika permainan dan kedalaman skuad West Ham dalam setiap kompetisi.

Bagi sebuah klub Premier League, kehadiran pemain yang memiliki caps tinggi di timnas memberi keuntungan besar, baik dari sisi mentalitas, kepemimpinan, maupun kedewasaan bermain. Para pemain ini membawa pengalaman dari pertandingan internasional tingkat tinggi, seperti Euro, Copa América, hingga Piala Dunia. Hal tersebut penting bagi klub seperti West Ham yang sering tampil di kompetisi Eropa dan membutuhkan karakter pemain yang kuat di laga-laga vital.

Berikut ini lima pemain West Ham United dengan jumlah caps internasional senior terbanyak sepanjang karier, lengkap dengan penjelasan detail mengenai perjalanan mereka, status klub saat ini, serta warisan yang ditinggalkan di dunia sepak bola.

1. Andriy Yarmolenko – 115 Caps

Andriy Yarmolenko merupakan salah satu pemain paling berpengalaman dalam sejarah timnas Ukraina, dengan total 115 caps selama karier internasionalnya. Jumlah penampilan tersebut menjadikannya salah satu pemain terbanyak membela negaranya, dan kontribusinya sangat penting pada era pasca-Shevchenko. Ia dikenal sebagai winger berkaki kiri yang memiliki kemampuan dribel eksplosif dan tembakan jarak jauh yang mematikan.

Saat membela West Ham United pada 2018–2022, Yarmolenko memberikan sejumlah momen penting meskipun sering diganggu cedera. Salah satu yang paling dikenang adalah golnya di Liga Europa yang ia persembahkan untuk Ukraina di tengah masa konflik, sehingga fans West Ham memberikan dukungan emosional yang besar. Ia tidak selalu menjadi starter, tetapi kualitas teknisnya sangat berharga bagi kedalaman skuad.

Setelah meninggalkan West Ham, Yarmolenko sempat merumput di Liga Qatar sebelum kembali ke Dynamo Kyiv, klub masa kecilnya. Hingga kini ia masih aktif bermain meskipun tidak lagi menjadi pilihan utama timnas Ukraina karena regenerasi skuad dan usia yang semakin menua.

2. Bobby Moore – 108 Caps

Bobby Moore mencatat 108 caps untuk timnas Inggris dan merupakan salah satu pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah negara tersebut. Ia dikenal sebagai kapten Inggris saat meraih gelar Piala Dunia 1966, satu-satunya gelar dunia yang pernah diraih Inggris hingga saat ini. Kemampuannya membaca permainan, menjaga posisi, dan memimpin tim menjadikannya legenda abadi.

Saat membela West Ham dari 1958 hingga 1974, Moore tampil lebih dari 500 pertandingan dan menjadi lambang kejayaan klub. Prestasi terbesarnya di level klub adalah membawa The Hammers menjuarai Piala FA 1964 dan European Cup Winners’ Cup 1965. Sampai sekarang, nomor 6 yang melekat kepadanya menjadi bagian penting identitas West Ham.

Moore mengakhiri karier di Fulham sebelum meninggal pada 1993. Meskipun sudah lama pensiun, warisannya tetap hidup sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa. Dengan 108 caps, ia menjadi satu-satunya pemain Inggris dalam daftar ini yang mengumpulkan lebih dari 100 penampilan internasional untuk negaranya.

3. Tomas Soucek – 87 Caps

Tomáš Souček telah mencatat sekitar 87 caps bersama timnas Republik Ceko, menjadikannya salah satu pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk negaranya di era modern. Sebagai gelandang bertahan sekaligus box-to-box, ia memiliki stamina luar biasa, kuat dalam duel udara, dan sering mencetak gol dari situasi bola mati. Ia juga dikenal sebagai kapten Ceko yang memiliki pengaruh besar dalam struktur permainan tim.

Saat berseragam West Ham sejak 2020, Souček berkembang menjadi salah satu gelandang paling stabil di Premier League. Kontribusinya terlihat baik dalam bertahan maupun menyerang, termasuk gol-gol penting di liga dan kompetisi Eropa. Kepemimpinan dan etos kerjanya membuatnya menjadi salah satu pemain paling disukai oleh para pendukung klub.

Pada musim 2025–26, Souček masih menjadi pemain inti West Ham dan terus berkontribusi secara signifikan. Karena ia masih aktif dan reguler membela Republik Ceko, jumlah 87 caps tersebut berpotensi terus bertambah. Ia adalah satu-satunya pemain dalam daftar ini yang masih bermain untuk West Ham sekaligus masih aktif memperkuat timnas.

4. Lukasz Fabianski – 57 Caps

Łukasz Fabiański mencatat 57 caps bersama timnas Polandia sebelum pensiun dari sepak bola internasional pada 2021. Ia merupakan bagian penting tim Polandia pada Piala Dunia dan Euro, serta menjadi kiper yang sangat dihormati berkat kemampuan shot-stopping-nya yang luar biasa.

Ketika bermain untuk West Ham (2018–2024), Fabiański menjadi kiper utama dan salah satu fondasi pertahanan klub. Selama bertahun-tahun ia tampil sangat konsisten dan berperan besar dalam membawa West Ham stabil di Premier League serta bersaing di kompetisi Eropa. Ia menjadi salah satu pemain paling disukai fans karena gaya mainnya yang tenang dan profesional.

Fabiański saat ini masih bermain untuk West Ham United sebagai penjaga gawang. Dengan 57 caps untuk Polandia, ia tetap dikenang sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki negaranya dalam dua dekade terakhir.

5. Joe Cole – 56 Caps

Joe Cole mencatat 56 caps untuk timnas Inggris sepanjang karier internasionalnya. Dikenal sebagai salah satu pemain paling kreatif generasinya, Cole memiliki dribel, visi, dan kemampuan teknis yang membuatnya dianggap sebagai salah satu talenta terbaik Inggris pada awal 2000-an. Ia bermain di beberapa turnamen besar termasuk Piala Dunia 2006.

Cole memulai karier profesionalnya di akademi West Ham, menjadi salah satu produk terbaik “The Academy of Football.” Ia membela West Ham pada 1999–2003 sebelum pindah ke Chelsea dan kembali lagi pada periode 2013–2014. Dalam kedua masa tersebut, ia tetap menjadi pemain yang sangat dihargai karena kreativitasnya.

Joe Cole pensiun pada 2018 setelah bermain untuk Tampa Bay Rowdies. Kini ia bekerja sebagai pundit sepak bola dan terlibat dalam pembinaan pemain muda. Meski memiliki 56 caps, yang merupakan jumlah paling sedikit di daftar ini, kontribusinya untuk Inggris dan statusnya sebagai salah satu lulusan terbaik West Ham tetap sangat dihormati.

FAQ seputar Pemain West Ham United dengan Caps Terbanyak di Timnas

Siapa pemain West Ham dengan caps terbanyak sepanjang sejarah klub?

Pemain dengan caps internasional terbanyak yang pernah membela West Ham adalah Andriy Yarmolenko dengan 115 caps untuk Ukraina.

Siapa pemain West Ham aktif dengan caps terbanyak saat ini?

Pemain aktif West Ham dengan caps terbanyak adalah Tomáš Souček dengan sekitar 87 caps bersama Republik Ceko.

Apakah Łukasz Fabiański masih bermain untuk West Ham?

Ya. Fabiański masih menjadi pemain West Ham pada musim 2025–26, meskipun sudah pensiun dari timnas Polandia.

Apakah Bobby Moore masih menjadi pemegang caps terbanyak Inggris yang pernah membela West Ham?

Benar. Bobby Moore memiliki 108 caps untuk Inggris dan tetap menjadi legenda terbesar klub.

Siapa lulusan akademi West Ham paling sukses di timnas?

Joe Cole adalah salah satu yang paling sukses dengan 56 caps untuk Inggris, selain figur lain seperti Frank Lampard dan Rio Ferdinand (meski tidak masuk daftar ini).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team