Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi gol
ilustrasi gol (pixabay.com/planet_fox)

Intinya sih...

  • Vedat Muriqi mencetak 15 gol di LaLiga 2025/2026 dan terancam degradasi bersama Real Mallorca

  • Oli, Fernando Baiano, Ricardo Oliveira, Javi Guerra, Cristhian Stuani, dan Joselu juga mengalami degradasi meski mencetak 15 gol atau lebih di LaLiga

  • Mereka gagal menyelamatkan klubnya dari zona degradasi pada musim tersebut

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Vedat Muriqi terus menunjukkan ketajaman di LaLiga Spanyol 2025/2026. Hingga pekan 24, Muriqi telah mencetak 15 gol hingga bercokol di urutan kedua daftar top skor sementara. Striker Kosovo itu menjadi mesin gol utama klubnya, Real Mallorca. Sayangnya, Mallorca sendiri tampil buruk hingga masih terpuruk di peringkat 18 alias zona degradasi.

Muriqi pun terancam mengalami degradasi dari LaLiga meski tampil tajam. Itu bukan ancaman kosong karena nyatanya pernah menimpa beberapa pemain di LaLiga. Dalam 25 musim terakhir alias pada 2000–2025, enam pemain berikut ini sukses mencetak 15 gol atau lebih tetapi tetap terdegradasi bersama klubnya.

1. Oli terdegradasi bersama Real Oviedo meski mencetak 15 gol di LaLiga 2000/2001

Pertama, ada Oliverio Jesus Alvarez Gonzalez atau biasa disebut Oli. Ia adalah striker Spanyol yang pernah tajam di LaLiga bersama Real Oviedo. Rekor terbaiknya dalam semusim LaLiga adalah 20 gol pada 1996/1997. Namun, Oviedo saat itu hanya finis di peringkat 17 klasemen alias satu tingkat di atas zona degradasi.

Pada 2000/2001, ketajaman Oli tak mampu lagi menyelamatkan Oviedo dari degradasi. Meski ia membuat 15 gol, Oviedo menutup musim di peringkat 18. Kepastian itu bahkan mereka dapat pada pekan terakhir. Meski Oli membobol gawang Real Mallorca, Oviedo kalah 2-4 hingga turun peringkat dan terdegradasi.

2. Fernando Baiano gagal menyelamatkan Celta Vigo dari degradasi pada 2006/2007

Fernando Baiano juga mengalami degradasi dari LaLiga meski membuat 15 gol dalam semusim. Itu terjadi pada 2006/2007 saat Baiano berseragam Celta Vigo. Ketajaman sang striker Brasil sebenarnya sempat membawa Celta ke sepuluh besar klasemen. Namun, performa buruk membuat mereka perlahan turun ke zona degradasi.

Hingga pekan 35, Celta Vigo berada di peringkat 19. Setelah itu barulah mereka bangkit dengan memenangi tiga laga sisa. Baiano sendiri tampil dalam 2 laga di antaranya dan mencetak 3 gol. Sayangnya, kebangkitan Celta sudah terlambat. Mereka hanya bisa naik ke peringkat 18 dan akhirnya terdegradasi.

3. Ricardo Oliveira mencetak 18 gol di LaLiga 2007/2008 tetapi tetap merasakan degradasi

Pada 2007/2008, ada striker Brasil lain merasakan degradasi dari LaLiga meski mencetak banyak gol. Ia adalah Ricardo Oliveira, yang saat itu membela Real Zaragoza. Nasib Oliveira bahkan terbilang lebih tragis karena jumlah golnya luar biasa. Oliveira mencetak 18 gol di LaLiga musim tersebut, hanya kalah dari tiga pemain lain.

Ketajaman Oliveira makin memukau karena ia hanya berstatus pinjaman dari AC Milan. Sayangnya, Oliveira tetap tak mampu menyelamatkan Zaragoza. Mereka berakhir di peringkat 18 meski meraih 42 poin. Torehan 6 gol dan 2 assist Oliveira dalam 6 pekan terakhir LaLiga 2007/2008 pun tak mengubah keadaan,

4. Javi Guerra dua kali merasakan degradasi dari LaLiga meski membuat banyak gol

Berikutnya, ada Javi Guerra, pencetak 15 gol di LaLga 2013/2014. Guerra yang saat itu berbaju Real Valladolid mencatat musim tertajamnya di LaLiga. Ia juga sempat membuat hattrick ke gawang Celta Vigo pada pekan 16. Itu adalah satu-satunya hattrick Guerra selama bermain di divisi teratas.

Sayangnya, Valladolid tetap kesulitan bersaing. Mereka berkutat di papan bawah hampir sepanjang musim dan finis di peringkat 19. Guerra pun hengkang dari Valladolid pada akhir musim. Namun, ia sempat mengalami nasib serupa pada 2015/2016 saat gagal menyelamatkan Rayo Vallecano meski membuat 12 gol di LaLiga.

5. Cristhian Stuani membuat 19 gol saat Girona terdegradasi dari LaLiga 2018/2019

Cristhian Stuani adalah pemain di daftar ini yang punya gol terbanyak saat terdegradasi dari LaLiga. Stuani mengalami nasib miris tersebut pada 2018/2019. Bersama, Girona striker Uruguay itu mencetak 19 gol. Itu adalah lanjutan ketajaman Stuani di LaLiga setelah mencetak 21 gol pada musim sebelumnya.

Klub-klub besar pun tak lolos dari ketajaman Stuani di LaLiga 2018/2019. Ia sempat menjebol gawang Barcelona, Atletico Madrid, dan Real Madrid. Hasilnya, Girona mencuri satu poin dari Barcelona dan Atletico serta mengalahkan Real Madrid. Sayangnya, mereka inkonsisten pada laga-laga lainnya hingga berakhir di peringkat 18.

6. Joselu mencetak 16 gol di LaLiga 2022/2023 tetapi gagal membawa Espanyol bertahan

Terbaru, Joselu harus merasakan pahitnya degradasi dari LaLiga pada 2022/2023. Padahal, ia tajam bersama Espanyol dengan torehan 16 gol. Koleksinya mencakup 2 gol ke gawang Real Madrid, 2 gol kontra Barcelona, dan 1 gol saat menghadapi Atletico Madrid. Namun, Espanyol tetap tampil buruk dan berkutat di papan bawah hampir sepanjang musim.

Espanyol masuk zona degradasi pada pekan 27 setelah menelan tiga kekalahan beruntun. Mereka tak bisa keluar lagi hingga finis di peringkat 19. Beruntung, Joselu tak harus bermain di divisi kedua pada musim berikutnya. Ia dipinjam Real Madrid dan malah memenangi LaLiga serta Liga Champions Eropa 2023/2024.

Torehan 15 gol atau lebih dalam semusim LaLiga Spanyol adalah pencapaian luar biasa. Namun, enam pemain di atas tetap mengalami degradasi pada akhir musim. Bisakah Vedat Muriqi menghindari nasib serupa dengan membawa Real Mallorca bertahan di LaLiga pada 2025/2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team