Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Pencetak Gol Terbanyak Chelsea Era Liam Rosenior
Stamford Bridge (pixabay.com/danielgalvez-333)
  • Chelsea resmi berpisah dengan pelatih Liam Rosenior setelah kekalahan 0-3 dari Brighton, meski ia masih terikat kontrak panjang hingga 2032.
  • Joao Pedro menjadi top skor era Rosenior dengan 12 gol dari 19 laga, disusul Cole Palmer yang mencetak enam gol dan Enzo Fernandez dengan lima gol.
  • Meski beberapa pemain tampil menonjol, performa tim secara keseluruhan belum konsisten sehingga manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama lebih cepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Chelsea mengambil keputusan besar dengan memilih berpisah dengan Liam Rosenior. Manajemen The Blues memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan juru taktik asal Inggris itu tak lama usai mengalami kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion pada 22 April 2026 WIB. Padahal, Chelsea telah mengikatnya dengan kontrak jangka panjang berdurasi jangka panjang hingga 2032 mendatang.

Beberapa catatan negatif mewarnai perjalanan singkat Rosenior sebagai pelatih Chelsea. Produktivitas gol menjadi salah satu hal yang layak disorot. Itu terlihat dalam minimnya gol yang dicetak dalam 23 laga dengan 3 pemain berikut hadir sebagai pencetak gol terbanyak.

1. Joao Pedro mengemas 12 gol dalam 19 laga

Joao Pedro menjadi pemain Chelsea dengan koleksi gol terbanyak selama ditangani Liam Rosenior. Penyerang tengah berkebangsaan Brasil itu menjadi satu-satunya pemain yang mencapai 2 digit gol dengan total 12 gol dan 5 assist dari total 19 kali kesempatan bermain. Gol-gol itu hadir di tiga ajang berbeda.

Joao Pedro tampil gemilang saat Chelsea bertemu Napoli pada fase grup Liga Champions Eropa 2025/2026. Ia dimainkan selama 90 menit dan sukses menjebloskan dua gol yang membawa The Blues menutup laga dengan keunggulan 3-2. Selain itu, pemain berusia 24 tahun tersebut juga sempat menyita perhatian di English Premier League dengan mencetak hattrick yang berbuah kemenangan telak 4-1 di markas Aston Villa pada 5 Maret 2026. Sementara itu, dua gol Pedro mewarnai perjalanan Chelsea menuju semifinal Piala FA.

2. Dengan beberapa kali menepi karena cedera, Cole Palmer mengemas enam gol

Cole Palmer tak mampu menunjukkan performa maksimal selama Chelsea ditangani Liam Rosenior. Pemain jebolan akademi Manchester City tersebut beberapa kali absen untuk menjalani pemulihan cedera. Oleh Rosenior, Palmer dimainkan dalam 16 laga di 4 ajang berbeda, dijawab dengan kontribusi 6 gol dan 3 assist.

Sama seperti Joao Pedro, Palmer juga sempat mencetak hattrick selama era Rosenior. Momen tersebut terjadi ketika The Blues mendatangi markas Wolverhampton Wanderers untuk melakoni pekan 25 Premier League pada 7 Februari 2026. Kontribusi gol Palmer berbuah kemenangan 3-1 bagi The Blues. Selain itu, Palmer juga mencatatkan kontribusi apik berupa dua assist dalam kemenangan penting atas Napoli di Liga Champions.

3. Enzo Fernandez menjadi pemain serbabisa dengan torehan lima gol

Enzo Fernandez memainkan peran yang begitu krusial di skuad Chelsea selama ditangani Liam Rosenior. Sang pelatih memilihnya sebagai kapten tim serta pemain serbabisa di atas lapangan. Tak hanya memainkan posisi aslinya sebagai gelandang, Enzo juga beberapa kali dipasang sebagai penyerang. Gelandang asal Argentina itu mencatatkan 20 penampilan dengan torehan 5 gol dan 4 assist.

Salah satu momen terbaik Enzo Fernandez selama ditangani Rosenior di Chelsea terjadi pada 31 Januari 2026. Pemain berusia 25 tahun itu bermain sebagai kapten sepanjang laga dan mencetak gol pada menit 90+2. Gol itu sekaligus memastikan kemenangan The Blues atas West Ham United di Premier League usai tertinggal dua gol lebih dahulu.

Performa Joao Pedro, Cole Palmer, dan Enzo Fernandez setidaknya menunjukkan bahwa Chelsea tetap memiliki sejumlah pemain yang mampu tampil menonjol di tengah periode singkat bersama Liam Rosenior. Meski demikian, hasil yang belum sesuai harapan membuat kebersamaan tersebut harus berakhir lebih cepat. Kini, Chelsea menghadapi tantangan untuk menemukan arah baru agar kualitas individu yang dimiliki bisa diterjemahkan menjadi performa tim yang lebih konsisten pada sisa musim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team