Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
stadion LOSC Lille, Stadion Pierre Mourey
stadion LOSC Lille, Stadion Pierre Mourey (pixabay.com/kxrz)

Langkah Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) di Piala Afrika 2025 terhenti pada 16 besar. Mereka terpaksa pulang karena dikalahkan Aljazair dengan skor 0-1 melalui gol yang dicetak Adil Boulbina pada menit 119. 

Pada Piala Afrika 2025, Timnas RD Kongo membawa lima pemain yang membela klub asal Prancis, baik dari Ligue 1 maupun Ligue 2. Namun, tak semuanya mendapatkan kesempatan bermain dan memberi performa yang sama.

1. Lionel Mpasi-Nzau (Le Havre) tak tergantikan untuk posisi kiper

Lionel Mpasi-Nzau selalu menjadi penghangat bangku cadangan Le Havre pada 2025/2026. Ia tak pernah tampil untuk klubnya pada musim ini karena kalah saing dari Mory Diaw. Namun, di Piala Afrika 2025, ia justru menjadi andalan Timnas RD Kongo. Sedangkan, Diaw menjadi penghangat bangku cadangan di Timnas Senegal.

Dari empat laga yang dijalani RD Kongo di Piala Afrika 2025, ia selalu ditampilkan. Ia tak pernah absen semenit pun. Meski mencatat 2 nirbobol dan kebobolan 2 gol, kiper berusia 31 tahun ini tetap tak mampu membawa timnya lolos dari 16 besar.

2. Chancel Mbemba (LOSC LIlle) berstatus sebagai kapten tim

Pemain RD Kongo lain yang tak pernah tergantikan selama Piala Afrika 2025 adalah Chancel Mbemba. Pemain berusia 31 tahun ini berstatus sebagai kapten untuk negaranya. Saat bermain, ia pun selalu tampil mentereng, terutama dalam hal duel dan melakukan clearance. Ia menjadi kunci dari kokohnya pertahanan RD Kongo.

Namun, di level klub, Mbemba tampak kurang beruntung. Sebab, bersama LOSC Lille, ia hanya diplot sebagai pemain rotasi. Meski begitu, ia masih diberikan kesempatan tampil dengan menit bermain yang memuaskan.

3. Ngal’ayel Mukau (LOSC LIlle) mendapatkan menit bermain memuaskan di Piala Afrika 2025

Serupa dengan Chancel Mbemba, Ngal’ayel Mukau juga bermain untuk LOSC Lille pada 2025/2026. Sebagai pemain muda, ia masih kesulitan menembus tempat utama. Oleh karena itu, ia hanya diberi kesempatan untuk tampil dengan menit bermain yang minim di klubnya.

Meski begitu, Mukau bisa mendapat menit bermain yang memuaskan saat tampil untuk RD Kongo di Piala Afrika 2025. Ia tampil dalam 4 laga dengan perincian 267 menit. Namun, gelandang berusia 21 tahun ini tak menyumbang gol maupun assist.

4. Dylan Batubinsika (AS Saint-Etienne) tak bermain semenit pun di Piala Afrika 2025

Dylan Batubinsika baru tampil sekali di Ligue 2 Prancis 2025/2026 bersama AS Saint-Etienne. Meski memiliki statistik yang mengecewakan di klub, bek tengah berusia 29 tahun itu tetap dipanggil RD Kongo ke Piala Afrika 2025. Namun, nasibnya di tim nasional sama seperti nasibnya di klub.

Pada Piala Afrika 2025, Batubinsika tak pernah tampil semenit pun. Ia kalah saing dari Axel Tuanzebe dan Chancel Mbemba yang sudah padu di posisi bek tengah. Pada laga kontra Botswana di fase grup, Tuanzebe sempat absen. Namun, Sebastian Desabre (pelatih RD Kongo) lebih memilih untuk memainkan Rocky Bushiri ketimbang Batubinsika.

5. Nathanael Mbuku (Montpellier) menyumbang satu gol untuk RD Kongo

Pemain Ligue 2 lain yang dibawa RD Kongo ke Piala Afrika 2025 adalah Nathanael Mbuku.  Namun, ia memiliki nasib yang berbeda dengan Dylan Batubinsika. Sebab, ia menjadi andalan timnya, Montpellier, pada musim ini.

Pada Piala Afrika 2025, Mbuku mendapatkan menit bermain yang cukup meski berstatus sebagai pelapis. Ia juga sempat mencetak satu gol kala RD Kongo mengalahkan Botswana dengan skor 3-0 pada matchday ketiga fase grup. Mbuku sendiri bermain di posisi winger kiri.

Pemain dari klub Liga Prancis memang cukup berpengaruh di RD Kongo. Dari lima pemain ini, hanya Dylan Batubinsika yang tak dimainkan. Sedangkan, 4 nama lain ditampilkan di 4 laga yang dijalani RD Kongo di Piala Afrika 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy