Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Persija lawan Madura United di Liga 1 2024/25. (Dok. Persija)
Persija lawan Madura United di Liga 1 2024/25. (Dok. Persija)

Intinya sih...

  • Persija Jakarta menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
  • Kedua tim kehilangan pemain kunci karena hukuman akumulasi kartu dan alasan disiplin.
  • Maciej Gajos awalnya hampir absen, namun Persija mendapat kemudahan untuk memainkannya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Partai klasik nan seru akan tersaji dari Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/4/2025). Persija Jakarta menjamu seteru lamanya, Persebaya Surabaya. Kepentingan kedua tim yang berbeda, membuat tensi laga diprediksi tinggi.

Persija butuh kemenangan demi menjaga peluang finis di empat besar. Sementara, Persebaya harus menang demi membuka peluangnya bersaing dalam perburuan gelar dengan Persib Bandung dan Dewa United.

1. Banyak yang absen karena disiplin

Selebrasi Gustavo Almeida dalam duel Persija vs Persib di Stadion Patriot, Minggu (16/2/2025). (Dok. Persija).

Sayangnya, dalam duel ini, kedua tim tak bisa menurunkan para pemain terbaiknya. Persija tak bisa menurunkan Gustavo Almeida dan Muhammad Ferarri, karena hukuman akumulasi kartu.

Hal serupa juga dialami Persebaya yang kehilangan Francisco Rivera, Arief Catur, dan Dejan Tumbas. Mereka juga harus absen karena alasan disiplin.

2. Maciej Gajos bisa tampil

Potret Maciej Gajos. (Dok. Persija).

Macan Kemayoran sebenarnya nyaris saja main tanpa Maciej Gajos. Dia sempat mendapat hukuman tambahan empat laga akibat mendapatkan kartu merah di laga melawan Arema FC.

Namun, belakangan Persija mendapat kemudahan karena Gajos diperbolehkan main saat melawan Persebaya.

3. Dipertanyakan oleh Munster

Pelatih Persebaya, Paul Munster (kanan) dan pemain Ardi Idrus (kiri) saat prescon jelang pertandingan lawan Persita. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Keputusan tersebut sempat dipertanyakan oleh pelatih Persebaya, Paul Munster. Munster merasa banding Persija yang dikabulkan federasi tak masuk akal. Namun, palu sudah diketuk dan Munster hanya dapat mengikuti keputusannya.

"Setelah dua laga dia bisa bermain lagi, bagaimana itu bisa terjadi? Saya baru saja mengetahuinya dan itulah apa adanya," kata Munster dalam jumpa pers jelang laga, Jumat (11/4/2025).

Editorial Team