Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pochettino Kode Rindu Premier League, Siap Reuni dengan Tottenham?
ilustrasi Tottenham Hotspur (pixabay.com/VariousPhotography)
  • Mauricio Pochettino mengaku merindukan atmosfer sepak bola Inggris, memicu spekulasi soal peluangnya kembali ke Premier League.
  • Ucapan Pochettino menegaskan daya tarik Premier League bagi pelatih ambisius yang ingin terus berkembang dan berkompetisi di level tertinggi.
  • Suporter Tottenham menunjukkan kerinduan terhadap era Pochettino di tengah krisis performa tim yang belum menang sejak Februari 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mauricio Pochettino mengaku dirinya merindukan kompetisi di Premier League. Ini lantas membuat namanya kembali disoroti untuk kembali ke Tottenham Hotspur dan menjadi penyelamat mereka.

Krisis performa yang membelit Tottenham Hotspur semakin mendekati titik terendah mereka. Tanpa kemenangan di Premier League sejak Februari 2026, klub London Utara itu kini hanya berjarak satu poin dari zona degradasi.

1. Kode halus yang menjadi sorotan

ilustrasi Tottenham Hotspur (unsplash.com/Winston Tjia)

Pochettino mengaku secara terbuka merindukan sepak bola Inggris. Ini lantas dianggap sebagai kode keras menunjukkan Pochettino membuka pintu peluang untuk kembali jadi juru taktik di Premier League.

“Saya merindukan dunia sepak bola di Inggris. Saya mencintai negara ini, budayanya, budaya sepak bolanya,” kata Pochettino mengutip Tribal Football.

2. Cocok untuk pelatih dengan ambisi tinggi

ilustrasi logo Tottenham Hotspur (unsplash.com/Winston Tjia)

Pochettino tidak secara eksplisit menyebut Tottenham, namun arah pesannya jelas. Pochettino menegaskan betapa besar daya tarik sepak bola Inggris bagi pelatih dengan ambisi tinggi. 

“Bagi siapa pun yang punya semangat kompetitif dan ingin menguji diri, ini adalah tempat yang ideal. Di sini Anda bisa memberikan versi terbaik Anda secara konsisten,” kata Pochettino

3. Fans ikut nostalgia

ilustrasi logo Tottenham Hotspur (unsplash.com/winstontjia)

Isyarat kepulangan Pochettino tidak hanya datang dari dirinya, tetapi juga dari tribun. Jelang laga melawan Forest, suporter menyanyikan namanya di dekat mural Son Heung-min, menciptakan atmosfer nostalgia yang kuat. Itu bukan sekadar dukungan, melainkan pesan kolektif bahwa fans merindukan stabilitas era lamanya.

Sementara itu, di bawah komando Igor Tudor, Spurs belum menunjukkan respons positif terhadap krisis. Tujuh kekalahan dari delapan laga terakhir mencerminkan tim yang kehilangan arah, baik secara taktik maupun mental. 

Terakhir, Spurs menelan kekalahan 0-3 dari Nottingham Forest dan memnunjukkan betapa rapuhnya performa Spurts saat ini.

Editorial Team