Jakarta, IDN Times - Kasus kekerasan seksual yang melibatkan pemain Premier League telah menjadi perhatian tersendiri bagi otoritas sepak bola Inggris. Secara khusus, mereka menggelar pelatihan kepada para pemain untuk pentingnya mengetahui norma-norma terkait gender dan hubungaan seksual.
FA bersama Premier League memang sedang berupaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan para pemain di kompetisi domestik. Terlebih, sejak Maret dan Juni 2022 lalu, tiga kelompok aktivis perempuan, End Violence Against Women Coalition, The Three Hijabis, dan Level Up, telah melayangkan surat terbuka kepada FA dan Premier League untuk menindaklanjuti kasus kekerasan seksual yang melibatkan para pemain.
