Jakarta, IDN Times - Presiden FIFA, Gianni Infantino, turut mengisi salah satu sesi di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Dalam momen tersebut, dia memeragakan bagaimana Piala Dunia bisa membawa kedamaian.
Dalam sesi tersebut, Infantino membawa trofi Piala Dunia dan bola yang akan dipakai di Piala Dunia 2026. Dia pun memeragakan bagaimana bola tersebut membawa senyum, ketika dia melempar bola ke salah satu peserta sesi.
"Bisa dilihat, saat saya melemparkan bola ini ke Anda, Anda pun tersenyum. Itu adalah bukti bahwa bola ini bukan sekadar bola, tetapi pembawa pesan damai. Itu yang juga terjadi saat Piala Dunia nanti," ujar Infantino.
Sebagai contoh lain, Infantino menjelaskan situasi negara Brasil saat Piala Dunia. Dia menyebut, ketika Timnas Brasil main di ajang itu, jalanan akan sepi, dan tak akan ada aksi kejahatan.
"Saat Brasil main di Piala Dunia, jalanan Brasil akan sepi. Polisi senang karena tak ada aksi kejahatan, tetapi Anda juga tak boleh sakit, karena rumah sakit akan tutup saat itu," kata Infantino.
Secara ekonomi, dampak ekonomi dari Piala Dunia 2026 itu tidak main-main. Merujuk data World Trade Organization (WTO), perputaran uang di ajang itu bisa mencapai 80 miliar dolar AS atau setara Rp1.349,25 triliun.
Tidak cuma perputaran uang, Infantino menyebut Piala Dunia 2026 juga bisa menghadirkan 825 pekerjaan penuh waktu bagi orang-orang di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
"Piala Dunia 2026 bisa menghadirkan 825 pekerjaan penuh waktu bagi orang-orang, dan ini adalah dampak luar biasa yang bisa dihadirkan oleh Piala Dunia, yang sekarang bisa dirasakan di Kanada, Meksiko, dan AS," ujar Infantino.
Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pertandingan akan digelar di 16 venue dari 16 kota tuan rumah berbeda.
