Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prestianni Ngaku Panggil Vinicius Gay, Bukan Monyet
Winger Benfica, Gianluca Prestianni (merah), saat terjebak dalam kontroversi rasisme (AFP / Patricia de Melo Moreira)
  • Gianluca Prestianni memberikan kesaksian ke UEFA, membantah menghina ras Vinicius Junior dan mengaku hanya memprovokasi dengan sebutan lain dalam bahasa Spanyol.
  • Prestianni mengakui menyebut Vinicius “gay”, bukan “monyet”, meski tuduhan awal menyebutnya melakukan hinaan rasis yang sempat menghentikan laga Benfica kontra Real Madrid selama 10 menit.
  • Meski sudah klarifikasi, Prestianni tetap terancam sanksi larangan bermain minimal sepuluh pertandingan sesuai regulasi UEFA terkait pelecehan berbasis ras atau orientasi seksual.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kasus dugaan rasisme yang dilakukan Gianluca Prestianni kepada Vinicius Junior saat Benfica menjamu Real Madrid pada tengah pekan lalu memasuki babak baru. Prestianni dilaporkan sudah memberikan kesaksian kepada UEFA.

Pemain muda Argentina itu membela diri di hadapan Komisi Disiplin UEFA. Prestianni membantah telah menghina ras Vinicius, namun mengakui memang melakukan provokasi dengan cemoohan lain dalam bahasa Spanyol.

1. Panggil Vinicius gay

Duel Vinicius Junior dengan Gianluca Prestianni saat Real Madrid mengalahkan Benfica di play-off Liga Champions, Rabu dini hari WIB (18/2/2026) (AFP / Patricia de Melo Moreira)

Sebelumnya, Prestianni dituding mengejek Vinicius dengan sebutan monyet dengan bahasa Spanyol, yang membuat laga sempat terhenti sekitar 10 menit. Kylian Mbappe yang berada di dekatnya mengaku mendengar Prestianni melontarkan ucapan tersebut hingga lima kali.

ESPN melansir, Prestianni mengaku kepada UEFA menyebut Vinicius gay, bukan monyet. Pernyataan itu terasa janggal, mengingat dalam bahasa Spanyol kedua kata tersebut memiliki pengucapan yang jauh berbeda. Kata gay merujuk pada maricon, sementara monyet adalah el mono.

2. Prestianni tutupi mulut dengan kerah jersey

ilustrasi Benfica (unsplash.com/Miguel Mota Sousa)

Di sisi lain, gerak bibir Prestianni juga sulit ditebak. Itu karena Prestianni mengolok Vinicius sembari menutup mulutnya dengan kerah jersey. Mbappe berharap penyelidik bisa melihatnya dari raut wajah Prestianni.

"Apa yang saya lihat sangat jelas, pemain nomor 25 mengatakan 'kamu monyet' kepada Vini lima kali. Kalian punya kamera terbaik, tidak ada yang terjadi tanpa terlihat orang. Jadi, analisis, lihat ekspresi wajahnya, karena tidak pernah bohong. Dia pintar, menutupi bibirnya dengan kaus supaya kami tidak bisa melihat apa yang dia katakan. Tapi wajah tidak bohong. Lihat wajah dan sikapnya. Dia tidak pantas bermain di kompetisi terbaik di Eropa," kata Mbappe dikutip dari Football Espana.

3. Tetap terancam sanksi berat 10 laga

ilustrasi UEFA Champions League (IDN Times/Mardya Shakti)

Pengakuan yang diberikan Prestianni tak serta-merta menyelamatkannya dari hukuman berat, jika mengacu pada regulasi disiplin UEFA. Pasal 14 secara tegas mengatur hukuman untuk pelecehan rasisme dan anti-gay adalah sama beratnya di mata hukum sepak bola Eropa.

Setiap orang yang menghina martabat manusia berdasarkan warna kulit atau orientasi seksual terancam dengan sanksi larangan bermain panjang. Prestianni kini menghadapi potensi hukuman minimal sepuluh pertandingan.

Editorial Team