Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PSG vs Bayern: Kentalnya Aroma Balas Dendam Les Parisiens
ilustrasi logo Paris Saint-Germain (unsplash.com/Aleksandr Galichkin)
  • PSG membawa misi balas dendam saat menjamu Bayern di semifinal Liga Champions setelah sebelumnya kalah 1-2 di fase grup meski unggul jumlah pemain.
  • Khvicha Kvaratskhelia menilai kekalahan lalu terjadi karena absennya pemain kunci dan penyelesaian akhir yang kurang tajam, namun tim kini lebih siap menghadapi Bayern.
  • Luis Enrique menekankan pentingnya efektivitas serangan dan pertahanan, sementara PSG berusaha memperbaiki rekor buruk melawan Bayern dalam dua pertemuan terakhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Paris Saint-Germain (PSG) mengusung misi balas dendam saat menjamu Bayern Muenchen di leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB. Itu karena mereka sebelumnya sempat dipermalukan saat bersua di fase grup.

Saat itu, PSG takluk 1-2 di Parc des Princes. Hasil tersebut terasa pahit karena mereka unggul jumlah pemain sepanjang babak kedua, namun hanya mampu mencetak satu gol lewat Joao Neves pada menit ke-74.

1. Kekalahan itu masih membekas buat Khvicha Kvaratskhelia

Hasil menyakitkan itu masih diingat jelas oleh bintang PSG, Khvicha Kvaratskhelia. Dalihnya, pasukan Luis Enrique kurang optimal menyusul absennya sejumlah pemain andalan akibat cedera.

Situasi itu membuat PSG kesulitan meredam agresivitas Die Roten. Selain itu, penyelesaian akhir yang kurang klinis di babak kedua turut menjadi penyebab kekalahan.

"Saya ingat pertandingan itu, kami tidak bermain sebaik mereka, tetapi saat itu juga ada beberapa pemain yang cedera. Di babak kedua, kami menunjukkan bahwa kami mampu melakukan apa saja dan mengalahkan mereka, tetapi kami tidak mencetak gol yang kami butuhkan," kata Kvaratskhelia di laman resmi UEFA.

2. PSG harus lebih efektif dan klinis

Luis Enrique menegaskan, kesalahan serupa tidak boleh terulang. Menghadapi tim tangguh sekaliber Bayern, detail kecil bisa menjadi penentu hasil akhir.

"Jika tim mampu menyerang dengan sangat baik, Anda juga harus tahu bagaimana bertahan, jadi itu akan menjadi kunci. Kami harus memaksimalkan peluang serangan sebaik mungkin dan jelas dalam cara bertahan menghadapi tim seperti ini," ucap Enrique.

3. PSG punya rekor buruk lawan Bayern

Di sisi lain, PSG asuhan Enrique memiliki catatan kurang baik saat menghadapi Bayern racikan Vincent Kompany. Dalam dua pertemuan terakhir di Liga Champions

Pada musim 2024/25, PSG juga takluk 0-1 di Allianz Arena. Kini, menarik untuk dinantikan apakah Les Parisiens mampu membalas dendam sekaligus memperbaiki rekor buruk tersebut.

Editorial Team