Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wakil Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa dalam Refereeing Workshop for Media di GBK Arena, Rabu (30/4/2025). (IDN Times/Tino).
Wakil Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa dalam Refereeing Workshop for Media di GBK Arena, Rabu (30/4/2025). (IDN Times/Tino).

Intinya sih...

  • Masih banyak kesalahan mendasar yang wasit lakukan, seperti interpretasi atau pengambilan keputusan yang keliru.

  • PSSI sudah siapkan program untuk tingkatkan kualitas wasit di paruh kedua liga, termasuk bagi wasit di Championship.

  • Berdasarkan data Komite Wasit PSSI, terdapat 194 Kejadian Pertandingan Penting (KMIs) di paruh pertama Super League, dengan 21 keputusan salah dan 108 kali penggunaan On-Field Review (OFR) atau VAROR.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menegaskan tak senang dengan statistik kepemimpinan wasit di paruh pertama Super League 2025/26. Dia mengaku, perlu ada edukasi yang diberikan.

"Soal statistik. Saat ini kami 100 persen tidak senang. Tapi tidak hanya sekadar mengatakan 'tidak senang', tapi kami perlu melanjutkan edukasi," ujar Ogawa kepada awak media di GBK Arena, Rabu (21/1/2026).

1. Masih banyak kesalahan mendasar yang wasit lakukan

Wakil Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa. (Dok. PSSI).

Ogawa menyebut, dari total 17 pekan Super League dengan 153 laga yang sudah digelar, masih ada kesalahan mendasar yang dilakukan wasit. Kearap ada interprestasi atau pengambilan keputusan yang keliru dari wasit.

" kami benar-benar meminta maaf, mohon maaf kepada klub. Tetapi, ada hal yang perlu kami lakukan, yaitu meminimalkan perbedaan pemahaman dan interpretasi di antara para wasit," kata Ogawa.

2. Sudah siapkan program buat tingkatkan kualitas wasit

Wasit memberikan kartu merah kepada pesepak bola PSM Makassar Syahrul Lasinari (kiri) saat bertanding melawan Bali United pada laga BRI Super League di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (9/1/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/tom.

Ogawa menyebut, PSSI sudah mempersiapkan sejumlah program agar kesalahan interpretasi dan pengambilan keputusan wasit berkurang di paruh kedua liga.

Program ini nantinya tidak cuma diberikan kepada wasit Super League. Wasit di Championship juga akan mendapatkan program serupa, apalagi Championship sudah masuk paruh ketiga.

"Ya. Kemudian saya percaya beberapa wasit sudah memahami posisi dan pergerakan dengan cukup baik. Lalu wasit lainnya juga saya yakin bisa mengikuti mereka," ujar Ogawa.

3. Catatan PSSI soal wasit di paruh pertama Super League

Wasit mendapat pengawalan ketat setelah diamuk suporter saat akan keluar dari lapangan di laga PSMS kontra Garudayaksa (IDN Times/Doni Hermawan)

Berdasarkan data Komite Wasit PSSI yang dipaparkan Ogawa, dari total seluruh laga di paruh pertama, terdapat 194 Kejadian Pertandingan Penting atau Key Match Incidents (KMIs) yang terjadi.

Dari total insiden tersebut, ada sekitar 173 keputusan wasit yang dinyatakan benar, sementara 21 keputusan lainnya dikategorikan sebagai keputusan yang salah.

Komite Wasit PSSI juga mencatat ada 108 kali penggunaan On-Field Review (OFR) maupun intervensi asisten wasit video (VAR) atau VAROR. Jika dirata-ratakan, frekuensi penggunaan peninjauan lapangan mencapai 0,71 kali per laga di paruh pertama Super League.

Editorial Team