Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rapor Lengkap Wakil Asia di Piala Dunia 2026, Siapa Terbaik?
ilustrasi turnamen Piala Dunia 2026 (unsplash.com/Faz Islam)
  • Jepang tampil sebagai wakil Asia terbaik di Piala Dunia 2026 dengan delapan gol dan pertahanan solid, melaju hingga Babak 32 Besar sebelum disingkirkan Brasil.
  • Australia menunjukkan permainan agresif dengan 13 tembakan tepat sasaran dan tiga gol, namun langkah mereka terhenti di Babak 32 Besar setelah kalah dari Mesir.
  • Korea Selatan, Iran, Arab Saudi, Yordania, Uzbekistan, Qatar, dan Irak gagal lolos fase grup; sebagian besar finis sebagai juru kunci dengan catatan kebobolan tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Piala Dunia 2026 menjadi momen bersejarah bagi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Dengan penambahan kontestan menjadi 48 tim, Asia akhirnya mengirimkan wakil terbanyak sepanjang sejarahnya untuk bersaing di level tertinggi. Sayangnya, belum ada yang bisa melangkah jauh.

Namun, jomplangnya kualitas masih terasa. Ini lantaran hanya dua dari sembiilan tim yang bisa lolos dari fase penyisihan grup. Berikut rangkuman rapor penampilan, statistik gol, kebobolan, serta capaian akhir seluruh wakil Asia di Piala Dunia 2026.

1. Jepang jadi tim Asia dengan rapor terbaik berkat catatan 8 gol yang dicetak dari 4 pertandingan

Jepang kembali membuktikan diri sebagai tim Asia terbaik saat ini lewat kolektivitas permainan yang matang. Skuad Samurai Biru sukses melangkah jauh hingga Babak 32 Besar sebelum akhirnya dihentikan oleh Brasil lewat laga sengit. Sepanjang turnamen, anak asuh Hajime Moriyasu ini tampil superior dengan mencetak total delapan gol dan hanya kebobolan lima kali.

Keberhasilan taktis Jepang ditunjang oleh performa pemain saat bertahan. Berdasarkan data di situs resmi FIFA, Jepang mencatatkan rata-rata waktu merebut bola dari lawan di angka 80,59 detik. Ini jadi yang paling tinggi ketimbang tim-tim Asia lainnya.

2. Meski gugur di Babak 32 Besar, Australia jadi tim Asia dengan shots on target terbanyak

Socceroos menampilkan gaya main sarat duel fisik di sepanjang turnamen. Strategi ini berhasil membawa Australia mengamankan tiket kelolosan dari fase grup secara dramatis, sebelum akhirnya langkah mereka kandas di Babak 32 Besar akibat takluk di tangan Mesir. Selama partisipasinya, Australia mencatatkan tiga gol dan harus memungut bola dari gawangnya sendiri sebanyak empat kali.

Namun, berdasarkan statistik di situs resmi FIFA, tim asuhan Tony Popovic tersebut terbilang sangat agresif dalam berburu gol. Mereka mencatatkan 13 tembakan tepat sasaran (shot on target) dari total 42 percobaan. Kendati demikian, Australia masih kalah klinis ketimbang Jepang yang bisa mendapat 8 gol dari 11 shots on target.

3. Korea Selatan, Iran, dan Arab Saudi terhenti di fase grup meski berhasil mendapat poin

Korea Selatan mengandalkan para pemain bintangnya yang merumput di liga-liga elite Eropa. Tampil dengan determinasi tinggi khas Taeguk Warriors, mereka hanya finis di peringkat ketiga Grup A. Namun mereka gagal ke fase gugur sebab hanya mengantongi sekali kemenangan. Son Heung-min dan kawan-kawan hanya mencetak dua gol dan kebobolan dua kali sepanjang turnamen.

Iran menampilkan performa militan dan penuh determinasi di sepanjang fase grup. Sayangnya, Team Melli gagal lolos sebagai peringkat tiga terbaik setelah hanya mengantongi tiga hasil imbang. Catatan mencetak tiga gol dan tiga kali kebobolan belum cukup untuk membawa mereka melangkah ke fase gugur, sehingga langkah mereka terhenti di babak penyisihan.

Selanjutnya adalah Arab Saudi yang finis sebagai juru kunci Grup H. Mereka hanya bisa mendapat dua poin di fase penyisihan grup. Ini lantaran Salem Al-Dawsari dan kawan-kawan catatkan imbang dua kali dan kalah sekali. Arab Saudi juga kebobolan lima kali dan memasukkan satu gol

4. Ada empat tim yang finis sebagai juru kunci klasemen, salah satunya juara Piala Asia 2023

Yordania dan Uzbekistan yang berstatus debutan kompak finis sebagai juru kunci di grup masing-masing tanpa satu pun kemenangan. Yordania menempati peringkat keempat Grup J dengan menelan tiga kekalahan, mencetak tiga gol, dan kebobolan delapan kali. Sementara itu, Uzbekistan yang berada di peringkat keempat Grup K juga menderita tiga kekalahan, tetapi dengan catatan pertahanan yang lebih rapuh sebab kebobolan sebelas gol dan hanya mampu memasukkan gol gol.

Qatar dan Irak menjadi bulan-bulanan dengan jumlah kebobolan mencapai dua digit. Qatar, sang juara Piala Asia 2023, finis di dasar klasemen Grup B setelah mengemas sekali imbang dan dua kekalahan, serta mencetak dua gol dengan total kebobolan sepuluh gol. Di sisi lain, Irak mencatat hasil paling minor sebagai peringkat keempat Grup I sebab menelan 3 kekalahan telak, hanya mencetak 1 gol, dan menjadi tim yang paling banyak kebobolan yakni mencapai 12 kali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article