Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Regenerasi Pemain Papua Minim, Okto Maniani Soroti Kurangnya Pembinaan
Persipura Jayapura di Championship 2025/26. (Dok. Persipura)
  • Okto Maniani menyoroti minimnya regenerasi pemain sepak bola di Papua akibat pembinaan yang tidak berjalan seperti dulu.
  • Ia menyebut kompetisi usia muda di Papua kini sangat terbatas meski sudah ada SSB dan Papua Football Academy.
  • Okto berharap PSSI memberi perhatian lebih agar sepak bola Papua kembali melahirkan pemain hebat seperti era sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Eks pemain Timnas Indonesia, Okto Maniani, menyoroti kurangnya regenerasi pemain di Papua. Dia pun mengkritik soal kurangnya pembinaan di daerah Indonesia Timur itu.

"Kalau berbicara soal pemain Papua, memang sekarang jumlahnya tidak sebanyak dulu ketika saya bermain. Menurut saya, hal itu terjadi karena pembinaan di Papua sudah tidak berjalan seperti dulu," kata Okto di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

1. Ada rantai yang terputus di Papua

Persipura Jayapura di Championship 2025/26. (Dok. Persipura)

Okto mengungkapkan, ada rantai yang terputus dalam pembinaan sepak bola di Papua. Alhasil, regenerasi yang awalnya seperti rantai yang berlanjut, kini sudah terpotong karena pembinaan yang buruk.

"Pada zaman saya, regenerasi pemain berjalan dengan baik. Setelah satu generasi selesai, muncul generasi berikutnya. Namun sekarang pembinaan usia muda di Papua mulai terputus sehingga pemain Papua semakin minim," kata Okto.

2. Kompetisi usia muda minim di Papua

PSIS Semarang melawan Persipura Jayapura di laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (20/9/2025). (dok. PSIS)

Selain pembinaan yang kurang, Okto juga menyoroti kurangnya kompetisi usia muda di Papua. Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi dalam bentuk Papua Football Academy (PFA) memang ada, tetapi kompetisinya minim.

"Dulu kompetisi usia dini berjalan dengan baik sehingga pemain terbentuk sejak kecil sampai ke level senior. Sekarang memang ada SSB, tetapi turnamen usia mudanya masih sangat sedikit," kata Okto.

3. Berharap PSSI menaruh perhatian lebih

PSIS Semarang melawan Persipura Jayapura di laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (20/9/2025). (dok. PSIS)

Lebih lanjut, Okto berharap PSSI menaruh perhatian lebih pada perkembangan sepak bola Papua. Karena, pernah ada era Papua melahirkan pemain luar biasa macam Boaz Solossa.

"Saya berharap kepengurusan PSSI sekarang dan ke depannya bisa lebih memperhatikan sepak bola Papua agar kembali melahirkan pemain-pemain besar seperti Boaz Solossa dan generasi berikutnya," kata Okto.

Editorial Team