Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Rekrutan Termahal Tottenham dengan 2 Digit Gol EPL dalam 2 Musim
English Premier League (pixabay.com/KelvinStuttard)
  • Richarlison, dibeli seharga Rp1,17 triliun pada 2022, mencetak dua digit gol di Premier League musim 2023/2024 dan 2025/2026, membantu Spurs keluar dari zona degradasi.
  • Son Heung Min, direkrut Rp610 miliar pada 2015, sukses mencetak minimal 10 gol dalam delapan musim beruntun dan meraih gelar top skor pada musim 2021/2022 sebelum pindah ke AS.
  • Robbie Keane, bergabung dari Leeds United seharga Rp213 miliar tahun 2002, konsisten mencetak dua digit gol tiap musim hingga 2008 dan menjadi salah satu penyerang paling produktif Spurs.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tottenham Hotspur menggelontorkan dana besar untuk merekrut pemain baru selama sedekade terakhir. Itu termasuk biaya transfer mencapai 58 juta euro (Rp1,17 triliun) yang dikeluarkan untuk memboyong Richarlison pada musim panas 2022. Per 6 Mei 2026, pemain asal Brasil itu masih berada di urutan kelima dalam daftar rekrutan termahal sepanjang masa Spurs.

Hampir genap 4 musim di Spurs, Richarlison memiliki beberapa catatan apik. Salah satunya ialah dengan mencetak 2 digit gol dalam 2 musim English Premier League berbeda. Di urutan teratas rekrutan termahal yang pernah mencetak 2 digit gol Premier League dalam 2 musim berbeda, Richarlison tergabung bersama Son Heung Min dan Robbie Keane per 6 Mei 2026.

1. Richarlison (Rp1,17 triliun) mencetak dua digit gol pada 2023/2024 dan 2025/2026

Richarlison resmi masuk daftar ini usai mencetak sebuah gol yang membawa Tottenham Hotspur menang 2-1 di markas Aston Villa pada pekan 35 Premier League 2025/2026. Itu menjadi golnya yang kesepuluh dalam 29 penampilan sepanjang musim ini, sekaligus menjadi musim keduanya mencapai dua digit gol untuk Spurs di Premier League. Menariknya, gol tersebut juga membawa Spurs keluar dari zona degradasi.

Richarlison untuk pertama kalinya mencetak dua digit gol Premier League untuk Spurs pada 2023/2024. Dari total 28 kali kesempatan bermain, ia mencetak 11 gol. Kontribusinya membawa Spurs finis di peringkat lima besar.

Perjalanan Richarlison di Spurs bermula ketika memilih hengkang dari Everton pada musim panas 2022. Kepindahannya diwarnai dengan biaya transfer mencapai 58 juta euro (Rp1,17 triliun). Selain itu, Richarlison juga diikat kontrak berdurasi 5 musim hingga 2027 mendatang.

2. Son Heung Min (Rp610 miliar) mencetak 2 digit gol dalam 8 musim

Son Heung Min menjelma sebagai mesin gol Tottenham Hotspur sejak direkrut dari Bayer Leverkusen seharga 30 juta euro (Rp610 miliar) pada musim panas 2015. Pada musim pertamanya di Premier League (2015/2016), ia hanya mencetak empat gol. Namun dalam 8 musim berikutnya, ia selalu mencetak minimal 10 gol tiap musimnya.

Musim tersubur Son di kasta teratas Inggris bersama Spurs terjadi pada 2021/2022. Dimainkan dalam 35 laga, ia berhasil menjebloskan 23 gol dan 9 assist. Torehan gol itu membuatnya meraih gelar top skor. Kiprah pemain asal Korea Selatan itu bersama The Lilywhites berakhir dengan keputusannya hengkang ke Amerika Serikat pada musim panas 2025.

3. Robbie Keane (Rp213 miliar) mengemas dua digit gol pada 2002–2008

Robbie Keane menempati urutan ketiga dalam daftar ini. Ia datang ke Tottenham Hotspur usai diboyong dari Leeds United seharga 10,5 juta euro (Rp213 miliar) pada musim panas 2002. Saat itu, Keane belum genap berusia 23 tahun.

Keputusan yang diambil pemain asal Irlandia itu untuk bergabung dengan Spurs terbukti tepat. Ia menjelma sebagai sosok menakutkan bagi pertahanan klub-klub lawan di Premier League. Sejak 2002/2003 hingga 2007/2008, ia selalu mampu mencapai dua digit gol tiap musimnya, termasuk ketika mengemas 16 gol pada 2015/2016. Ketajamannya di depan gawang lawan membuatnya direkrut Liverpool pada musim panas 2008.

Di tengah situasi tak menentu yang dihadapi Tottenham Hotspur menjelang akhir musim Premier League 2025/2026, Richarlison mampu hadir sebagai mesin gol di lini serang. Dari segi produktivitas gol, ia cukup menonjol dibanding beberapa rekrutan mahal lainnya selama sedekade terakhir. Dengan beberapa laga tersisa pada musim ini, akankah Richarlison kembali menyumbang gol demi mampu menyelamatkan Spurs dari degradasi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team