Jakarta, IDN Times - NAC Breda memberikan respons singkat usai resmi kalah dalam banding terkait kasus skandal pasporgate yang menyeret nama pemain timnas Indonesia, Dean James. Ini terjadi saat Dean James memperkuat Go Ahead Eagles melawan NAC Breda.
Hakim menolak permohonan NAC Breda dan memutuskan pertandingan Go Ahead Eagles dan NAC Breda pada Maret 2026 lalu dinyatakan sah dan tidak perlu diulang. NAC Breda tak langsung menyerah meski sudah kalah banding. NAC Breda masih akan mempelajari putusan tersebut.
“NAC kini akan terlebih dahulu mempelajari putusan tersebut dan mendiskusikannya dengan para penasihatnya, sebelum memberikan pernyataan lebih lanjut,” tulis NAC dalam laman resminya, Senin (4/5/2026).
Melansir ESPN, KNVB berargumen, mengabulkan tuntutan NAC akan memicu efek domino yang lebih kompleks. Pihak federasi khawatir akan ada tuntutan serupa untuk menganulir hingga 133 pertandingan kompetisi karena masalah Pasportgate, yang mustahil diselesaikan akibat kalender yang sangat padat.
Selain itu, hakim menilai ada celah hukum sesuai regulasi KNVB terkait anulir pertandingan. Operator kompetisi memiliki hak prerogatif atau kebebasan penuh untuk memutuskan apakah sebuah laga yang melibatkan pemain tidak sah harus diulang atau tidak.
"Kepentingan NAC terkait izin untuk memainkan kembali pertandingan tidak secara otomatis mengalahkan kepentingan KNVB dalam mencegah potensi masalah besar saat menyelesaikan kompetisi Eredivisie," bunyi putusan tersebut, dikutip dari ESPN.
Sebelumnya, Direktur KNVB, Marianne van Leeuwen, menyatakan situasi yang berkembang akibat Pasportgate menjadi tak menentu. Segala kemungkinan, menurut Van Leeuwen, bisa saja terjadi dan akan mengarah pada kekacauan.
"Ini bisa mengarah ke berbagai macam kemungkinan. Kami yakin bisa menciptakan kekacauan karena banyak klub yang mulai protes. Jika memberikan keputusan yang memuaskan buat NAC, pasti akan diikuti oleh klub lain dengan proses singkat. Dalam situasi tersebut, tak mungkin menyelesaikan kompetisi hingga fase akhir," ujar Leeuwen, dilansir ESPN.
