Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Manchester United
ilustrasi Manchester United (unsplash.com/Adwitiya Pal)

Intinya sih...

  • Manajemen MU ubah kebijakan finansial

  • Amorim kecewa dan butuh pemain baru untuk formasi 3-4-3

  • Amorim tuntut peran manajer, siap hengkang jika tidak dipenuhi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Masa depan Ruben Amorim di Manchester United kini menjadi tanda tanya. Situasi itu menyusul adanya ketegangan di internal Setan Merah, menyoal transfer dan jabatan.

Amorim bersitegang dengan Direktur Sepak Bola MU, Jason Wilcox. Juru taktik berpaspor Portugal itu kecewa karena dukungan yang dijanjikan manajemen untuk aktivitas di bursa transfer Januari 2026 mendadak berubah.

1. Finansial MU lagi kurang oke

Amorim sebelumnya yakin manajemen Setan Merah siap menyokongnya untuk mendatangkan pemain top di bursa transfer paruh musim. Amorim membutuhkan pemain baru, untuk menyempurnakan taktiknya.

Namun, harapan itu pupus setelah manajemen mengubah kebijakan dengan dalih finansial klub yang sedang kurang oke. Amorim pun melampiaskan kekecewaannya dalam jumpa pers usai ditahan Leeds United 1-1, Minggu (4/1/2026).

"Setiap departemen, departemen pencarian bakat, direktur olahraga, perlu melakukan pekerjaannya," kata Amorim dikutip dari The Guardian.

2. Apa formasi yang mau disempurnakan Amorim?

Sistem yang ingin disempurnakan eks pelatih Sporting Lisbon itu adalah 3-4-3. Selain masalah uang, keretakan hubungan juga dipicu oleh perbedaan pendapat mengenai nasib gelandang muda, Kobbie Mainoo.

"Saya merasa jika kami harus memainkan formasi 3-4-3 yang sempurna, kami perlu mengeluarkan banyak uang dan butuh waktu, saya mulai mengerti bahwa itu tidak akan terjadi," keluh Amorim.

3. Amorin tuntut peran yang lebih besar

Amorim juga menuntut peran dan kendali yang lebih besar di MU. Kedatangannya ke Old Trafford untuk menjadi manajer demi memegang penuh kebijakan transfer, bukan hanya pelatih kepala.

Jika hal itu tak dipenuhi, Amorim sudah memberikan indikasi untuk hengkang dari klub. Ia tidak akan memperpanjang kontraknya yang bakal berakhir pada Juni 2027.

"Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United – bukan untuk menjadi pelatih Manchester United. Itu jelas. Saya tahu nama saya bukan [Thomas] Tuchel, [José] Mourinho atau [Antonio] Conte, tetapi saya adalah manajernya. Situasinya akan seperti ini selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan untuk melakukan perubahan. Saya tidak akan mengundurkan diri, saya akan melakukan pekerjaan saya sampai ada orang lain yang datang untuk menggantikan saya," ujar Amorim.

Editorial Team