Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Jersey Timnas Jepang Biru?  Ini Sejarahnya
Timnas Jepang pada Piala Dunia 2022 (fifa.com)
  • Warna biru pada jersey Timnas Jepang berawal dari inspirasi Universitas Tokyo yang mewakili Jepang di ajang Far Eastern Championship Games tahun 1930.
  • Timnas Jepang sempat mengganti warna jersey menjadi merah dan putih pada 1988–1991, namun kembali ke biru karena dianggap membawa keberuntungan setelah hasil buruk di beberapa kompetisi.
  • Sejak kembali memakai warna biru pada 1992, sepak bola Jepang bangkit dengan menjuarai Piala Asia 1992, lolos ke Piala Dunia 1998, dan terus tampil konsisten hingga edisi Qatar 2022.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Seperti yang banyak pecinta sepak bola ketahui, Timnas Jepang selalu identik dengan warna biru. Bahkan, mereka dijuluki sebagai Samurai Biru.

Namun, terdapat fakta menarik mengapa Timnas Jepang sangat identik dengan warna biru. Padahal, warna merah dan putih yang mendominasi warna bendera mereka.

Faktanya, tim nasional sepak bola sendiri menjadi satu-satunya tim olahraga Jepang yang menggunakan warna biru. Tim dari olahraga lain, mulai dari bola basket, voli, dan softball Jepang selalu merepresentasikan diri mereka dengan warna merah. 

Lantas, mengapa Timnas Jepang menggunakan warna biru? Apa alasan yang menjadi landasan keputusan tersebut?

1. Asal mula warna biru pada jersey Timnas Jepang

Timnas Jepang dalam laga melawan Timnas Ekuador di Kirin Challenge Cup 2022. (jfa.jp)

Sebagian besar pengamat percaya bahwa warna biru di jersey Timnas Jepang ini terinspirasi dari Universitas Tokyo. Kisahnya berawal pada tahun 1930 saat Universitas Tokyo tampil mewakili Jepang di Ajang Far Eastern Championship Games.

Kala itu, mereka menggunakan jersey warna biru muda sesuai warna utama kampusnya. Hal tersebut memberikan inspirasi besar bagi tim sepak bola Jepang. Pada Olimpiade Berlin 1936, tim sepak bola Jepang pertama kali direpresentasikan dengan warna biru.

2. Sempat berganti warna menjadi merah

Jersey home Timnas Jepang pada 1990. (footballkitarchive.com)

Sejak Olimpiade Berlin 1936, identitas warna biru di tim nasional sepak bola Jepang cukup melekat. Identitas tersebut telah menjadi yang paling dikenal dari sepak bola Jepang hingga era modern.

Tetapi di balik itu, Timnas Jepang juga pernah mengubah warna jersey mereka dari biru menjadi merah dan putih selama tiga tahun. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlangsung lama. Jepang hanya menggunakannya pada 1988--1991.

3. Alasan di balik kembalinya jersey Timnas Jepang ke warna biru

Shinji Kagawa (twitter.com/championsleague)

Era Jersey Jepang berwarna merah memang tidak berlangsung lama. Alasan faktor keberuntungan menjadi salah satu alasan unik di balik kembalinya Jepang ke identitas warna biru.

Kala memakai jersey warna merah, Jepang selalu mendapatkan hasil yang kurang baik pada beberapa kompetisi yang mereka ikuti. Kala itu, Jepang gagal lolos kualifikasi Piala Dunia 1990 dan Olimpiade 1992. Pada tahun 1992 itulah jersey Jepang kembali menggunakan warna biru kebanggaan hingga saat ini.

4. Kebangkitan sepak bola Jepang dengan warna biru

skuad Jepang di Piala Dunia 1998 (twitter.com/fifaworldcup)

Meski sekarang tampak megah dan sangat kuat, sepak bola Jepang dinilai baru bertumbuh setelah tahun 1992 saat mereka kembali menggunakan warna biru sebagai identitasnya. Untuk pertama kalinya, Jepang sukses meraih gelar juara Piala Asia pada edisi 1992.

Enam tahun berselang, Timnas Jepang sukses menembus Piala Dunia untuk pertama kalinya pada Piala Dunia 1998 di Prancis. Sejak itu, Jepang beranjak sebagai tim raksasa Asia dan tampil menyeramkan seperti julukan mereka, Samurai Biru.

5. Kiprah dan Perjalanan Jepang di Piala Dunia 2026

Timnas Jepang pada Piala Dunia 2022 (fifa.com)

Sejak edisi 1998, Timnas Jepang tak pernah sekali pun absen dari Piala Dunia, termasuk pada edisi 2022 yang diadakan di Qatar. Pada edisi kali ini, Jepang tampil luar biasa dengan menjadi juara Grup E setelah sukses menang atas Jerman dan Spanyol.

Namun, sayangnya langkah Jepang pada Piala Dunia 2022 hanya bertahan hingga 16 besar. Langkah mereka terhenti oleh Kroasia lewat drama adu penalti setelah skor sama kuat 1-1 hingga 120 menit.

Tren positif itu berlanjut hingga kini. Jepang menjadi tim pertama di luar tuan rumah yang memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 (Amerika Serikat, Kanada, Meksiko), mengunci tiket pada 20 Maret 2025 setelah mengalahkan Bahrain 2-0. Ini menjadi penampilan kedelapan beruntun Samurai Biru di Piala Dunia sejak 1998, dengan capaian terbaik sejauh ini empat kali menembus babak 16 besar.

FAQ Seputar Sejarah Warna Biru Sebagai Identitas Jersey Timnas Jepang

Mengapa Timnas Jepang menggunakan warna biru?

Warna biru diyakini terinspirasi dari Universitas Tokyo yang mewakili Jepang di Far Eastern Championship Games 1930 dengan seragam biru muda sesuai warna kampusnya. Tim sepak bola Jepang pertama kali tampil dengan warna biru di Olimpiade Berlin 1936.

Kenapa Jepang dijuluki Samurai Biru?

Julukan Samurai Biru muncul karena warna biru sudah melekat sebagai identitas timnas sepak bola Jepang sejak lama, sekaligus menjadi pembeda dari cabang olahraga Jepang lain yang umumnya memakai warna merah.

Apakah Timnas Jepang pernah mengganti warna jerseynya?

Pernah. Jepang sempat memakai jersey merah-putih pada 1988–1991. Karena hasil yang kurang baik, termasuk gagal lolos Piala Dunia 1990 dan Olimpiade 1992, mereka kembali ke warna biru pada 1992 dan menggunakannya hingga sekarang.

Sudah berapa kali Timnas Jepang tampil di Piala Dunia?

Jepang akan tampil untuk kedelapan kali secara beruntun di Piala Dunia 2026, dengan debut pada edisi 1998 di Prancis. Mereka bahkan menjadi tim pertama di luar tuan rumah yang memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Bahrain 2-0 pada 20 Maret 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article