Petualangan Jesse Lingard bersama FC Seoul tak hanya berdampak pada kariernya di lapangan, tetapi juga membentuk pribadinya sebagai pemain yang lebih matang. Lingard mengakui dirinya merasa berkembang, terutama setelah dipercaya mengenakan ban kapten sejak tengah musim pertamanya. Peran tersebut membuatnya lebih bertanggung jawab dan mendorongnya untuk membantu para pemain muda agar lebih percaya diri serta berani berkomunikasi di atas lapangan. Keputusan hijrah ke Korea Selatan yang sempat dianggap berisiko pun akhirnya ia jalani dengan penuh keyakinan.
Di luar lapangan, Lingard merasakan antusiasme luar biasa dari masyarakat Seoul. Ia kerap mendapat sambutan hangat saat berada di ruang publik, dengan reaksi spontan para penggemar yang terkejut lalu bergegas meminta foto. Namun, tekanan besar juga datang seiring status FC Seoul sebagai salah satu klub terbesar di Korea Selatan. Lingard mengenang momen sulit ketika timnya mengalami rentetan kekalahan kandang, yang memicu kemarahan dari pendukung hingga menghadang bus tim. Situasi tersebut, menurutnya, mencerminkan ekspektasi tinggi yang selalu menuntut kemenangan, mirip dengan tekanan yang pernah ia rasakan saat membela Manchester United.
Jesse Lingard telah mengukir kisah menarik di Korea Selatan dan Asia bersama FC Seoul. Perpisahan ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai masa depan kariernya. Selanjutnya, apakah pemain jebolan akademi Manchester United itu tetap berkarier di Asia atau akan kembali ke Eropa?