Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
SIWO dan PSSI Pers Kecam Intimidasi ke Jurnalis di Laga Malut vs PSM
Bola resmi dari Adidas untuk Super League dan Championship musim 2025/26. (IDN Times/Tino).
  • Insiden intimidasi terhadap jurnalis terjadi saat laga Malut United vs PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, melibatkan ofisial tuan rumah yang memaksa penghapusan rekaman liputan.
  • Selain wartawan, perangkat pertandingan juga mengalami teror hingga ruang ganti wasit, membuat mereka tertahan lebih dari satu jam sebelum akhirnya dievakuasi oleh aparat keamanan.
  • SIWO PWI Pusat dan PSSI Pers mengecam keras tindakan tersebut, berencana melapor ke Kapolri, serta mendesak operator liga menjatuhkan sanksi tegas demi menjaga kebebasan pers dan integritas sepak bola.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Duel Malut United kontra PSM Makassar menjadi momen buruk bagi sejumlah jurnalis yang meliput di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Sabtu (7/3/2026) malam WIB. Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat dan PSSI Pers kompak mengutuk keras tindakan arogan yang diduga dilakukan oleh ofisial tuan rumah tersebut.

Insiden ini merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan hak jurnalistik yang dilindungi penuh oleh undang-undang. Kedua organisasi pers itu mendesak aparat hukum dan operator liga untuk segera turun tangan menjatuhkan sanksi berat kepada pelaku.

1. Paksa hapus video hingga usir wartawan

Kejadian bermula ketika jurnalis RRI Ternate, Irwan Djailani, didatangi dan dipaksa menghapus rekaman video hasil liputannya oleh seorang pria yang diduga dari ofisial Malut United. Tak berhenti di situ, oknum tersebut juga memerintahkan steward untuk mengusir paksa sejumlah jurnalis dari tribun meski mereka mengenakan ID Card resmi kompetisi.

Tindakan represif ini dikecam habis-habisan karena menghalang-halangi kerja jurnalistik yang sah di lapangan sesuai prosedur. Ketua SIWO PWI Pusat, Suryansyah, menegaskan tidak ada satu pihak pun yang berhak mengancam apalagi memaksa wartawan menghapus karya jurnalistiknya.

"Kami mengecam keras tindakan intimidasi yang dilakukan oleh ofisial Malut United terhadap wartawan peliput. Ini bukan sekadar tindakan tidak terpuji, ini adalah pelanggaran nyata terhadap kebebasan pers yang dilindungi undang-undang. Wartawan yang hadir di lapangan telah mengantongi kredensial resmi dan menjalankan tugas jurnalistik yang sah," kata Suryansyah dalam keterangan resminya, Minggu (8/3/2026).

2. Teror berlanjut ke ruang ganti wasit

Teror ternyata tidak hanya menyasar awak media, melainkan juga menimpa perangkat pertandingan yang bertugas dalam laga itu. Ofisial yang sama dilaporkan membuntuti wasit hingga ke ruang ganti, menggedor pintu dengan keras, serta melontarkan makian dan ancaman.

Akibat intimidasi tersebut, tim wasit tertahan di dalam ruangan selama satu setengah jam demi keamanan. Mereka baru bisa dievakuasi keluar stadion sekitar pukul 00.20 WIT, setelah polisi dan steward memastikan situasi benar-benar kondusif.

3. Siap lapor Kapolri, desak sanksi tegas operator liga

SIWO PWI Pusat menyatakan tidak akan tinggal diam dan berencana melaporkan insiden ini secara resmi kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk diproses hukum. PSSI Pers turut mengingatkan segala bentuk penghalangan kerja jurnalistik adalah tindak pidana yang melanggar UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Desakan keras juga diarahkan kepada PT I.League selaku operator kompetisi untuk segera menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum klub yang merusak citra sepak bola nasional. PSSI Pers juga mengingatkan pers adalah mitra penting dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat, transparan, dan profesional.

"SIWO PWI Pusat tidak akan tinggal diam. Kami akan melaporkan hal ini secara resmi ke Kapolri, sekaligus mendorong aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kejadian ini secara serius. Kami juga mendesak PT I-League untuk segera menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum yang bersangkutan," kata Suryansyah.

Editorial Team