Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Manchester United (unsplash.com/pranshu7)
Ilustrasi Manchester United (unsplash.com/pranshu7)

Intinya sih...

  • Solskjaer batal kembali ke Carrington karena desakan para pemain senior Setan Merah yang tidak setuju dengan gaya kepemimpinannya.

  • Para pemain senior dilaporkan menemui petinggi klub dan menolak dilatih oleh Solskjaer, sehingga manajemen pun dikabulkan desakan tersebut.

  • Solskjaer sebenarnya bisa menjadi opsi potensial sebagai caretaker, dengan catatan 14 kemenangan, dua kali imbang, dan hanya tiga kekalahan dari 19 laga di seluruh kompetisi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ole Gunnar Solskjaer batal menjadi kandidat pelatih caretaker Manchester United. Alasannya sudah terkuak, yakni adanya intervensi dari ruang ganti.

Solskjaer sempat menjadi favorit pengganti Ruben Amorim hingga akhir musim nanti setelah menjalin kesepakatan verbal dengan manajemen. Kini, Michael Carrick yang menjadi kandidat teratas.

1. Apa alasan Solskjaer ketikung Carrick?

Daily Mirror melansir, Solskjaer batal kembali ke Carrington karena desakan para pemain senior Setan Merah. Mereka dilaporkan tidak setuju jika Solskjaer yang datang untuk memegang kemudi taktik.

Terasa menyakitkan, mengingat Solskjaer sudah melakoni wawancara dua kali dengan petinggi klub. Proses panjang itu justru batal seketika setelah adanya intervensi dari ruang ganti.

2. Petinggi MU didesak sejumlah pemain

Setelah kabar kesepakatan verbal itu beredar, para pemain senior dilaporkan menemui petinggi klub. Namun, belum diketahui siapa saja yang datang dalam pertemuan tersebut.

Mereka menolak dilatih oleh Solskjaer karena kurang percaya dengan gaya kepemimpinannya. Desakan itu pun dikabulkan manajemen.

3. Solskjaer bagus ketika jadi caretaker

Pria berusia 52 tahun itu sebenarnya bisa menjadi opsi potensial. Kala menjadi caretaker sebelum dipermanenkan sebagai manajer MU, Solskjaer mendulang hasil yang impresif.

Berdasarkan catatan Transfermarkt, rapor Solskjaer saat menjadi caretaker adalah 14 kemenangan, dua kali imbang, dan hanya menelan tiga kekalahan, dari 19 laga di seluruh kompetisi. Persentase kemenangannya mencapai 73,7 persen.

Editorial Team