Kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata. (IDN Times/Tino).
Secara statistik, performa Teja lebih menonjol dibandingkan Nadeo, Cahya, dan Ernando yang sama-sama bermain di kompetisi domestik. Keunggulan itu terlihat dari jumlah kebobolan dan catatan clean sheet.
Teja mencatatkan 14 clean sheet dan hanya kebobolan 10 kali dari 21 penampilan. Ketangguhannya di bawah mistar menjadi salah satu faktor penting yang membantu Persib memimpin klasemen sementara.
Sementara itu, Cahya sudah kebobolan 28 gol dan hanya mencatat delapan clean sheet dari 22 laga. Catatan Ernando cukup mirip dengan Cahya, kebobolan 27 gol dengan tujuh clean sheet dari 23 penampilan.
Adapun Nadeo yang membawa Borneo FC bersaing di papan atas, juga sudah kebobolan lebih dari 20 gol dan jumlah clean sheet-nya belum mencapai dua digit.
Keputusan Herdman tidak memanggil Teja pun menjadi sorotan di media sosial, khususnya di kolom komentar unggahan pengumuman skuad sementara Timnas Indonesia di Instagram.