Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tak Ada Wakil Papua di Super League Musim Depan
PSIS Semarang melawan Persipura Jayapura di laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (20/9/2025). (dok. PSIS)
  • Persipura Jayapura gagal promosi ke Super League setelah kalah 0-1 dari Adhyaksa FC di laga play-off Championship 2025/26 meski tampil maksimal sepanjang musim.
  • PSBS Biak resmi terdegradasi dari Super League akibat performa buruk dan isu penunggakan gaji yang memicu protes pemain serta staf tim.
  • Tidak adanya wakil Papua di Super League musim depan menyoroti masalah regenerasi dan pembinaan pemain muda di wilayah Indonesia Timur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Entah apa yang terjadi dengan sepak bola Papua. Sudah dipastikan, tidak ada lagi wakil dari daerah mereka di Super League musim depan.

Kepastian itu didapat usai Persipura Jayapura kalah dari Adhyaksa FC dalam laga play-off promosi Championship 2025/26. Bersamaan dengan itu, PSBS Biak terdegradasi dari Super League.

1. Perjuangan Persipura berakhir pahit

Persipura Jayapura di Championship 2025/26. (Dok. Persipura)

Persipura Jayapura sebenarnya sudah tampil maksimal sepanjang Championship 2025/26. Bahkan, dalam seri reguler, raihan poin mereka sama dengan PSS Sleman, yang jadi pemuncak Grup B karena unggul head-to-head.

Sayang, saat laga play-off promosi, Persipura dibuat kesulitan oleh Adhyaksa FC, tim yang juga merupakan runner-up Grup A. Bertanding di depan publik sendiri, Stadion Lukas Enembe, Persipura kalah 0-1.

2. PSBS terdegradasi ke Championship

Selebrasi pemain PSBS Biak usai jebol gawang Persita Tangerang pada pekan ke-31 Liga 1 2024/25, Sabtu (3/5/2025) (X/@psbsbiak1964).

Bersamaan dengan gagalnya Persipura promosi, PSBS Biak, wakil Papua yang ada di Super League 2025/26, harus terdegradasi. Kepastian mereka turun level bahkan sudah hadir sejak pekan 31 lalu.

Sepanjang musim, PSBS sangat sulit bersaing dengan tim-tim lain. Malah, mereka dilanda isu penunggakan gaji, yang sempat mengundang protes dari beberapa pemain dan staf di tim. Alhasil, degradasi pun tak terelakkan.

3. Senjakala sepak bola Papua?

Salah satu momen pertandingan pekan ke-19 BRI Liga 1 2024/2025 antara PSM Makassar versus PSBS Biak yang berlangsung di Stadion Batakan Balikpapan pada 18 Januari 2025. (Instagram.com/psm_makassar)

Sebelumnya, eks pemain Timnas Indonesia asal Papua, Okto Maniani, menyoroti kurangnya regenerasi pemain di Papua. Dia pun mengkritik soal kurangnya pembinaan di daerah Indonesia Timur itu.

"Kalau berbicara soal pemain Papua, memang sekarang jumlahnya tidak sebanyak dulu ketika saya bermain. Menurut saya, hal itu terjadi karena pembinaan di Papua sudah tidak berjalan seperti dulu," kata Okto.

Ternyata, ekses dari regenerasi ini sangat besar. Setelah PSBS mewakili nama Papua di Super League musim depan, kini tak ada lagi wakil Indonesia Timur di kompetisi tersebut musim depan.

Editorial Team