Marc Guehi muncul sebagai kandidat paling matang dalam daftar buruan Liverpool pada Januari 2026. Ketertarikan The Reds terhadap kapten Crystal Palace ini bukan rumor baru, mengingat kesepakatan nyaris tercapai pada bursa musim panas sebelum akhirnya dibatalkan pada menit akhir. Fakta tersebut mempertegas, minat Liverpool bersifat berkelanjutan dan berbasis evaluasi jangka panjang, bukan reaksi sesaat atas krisis cedera.
Situasi kontrak Guehi menjadi variabel krusial dalam dinamika transfer ini. Kontrak bek internasional Inggris itu akan habis pada akhir musim 2025/2026, sehingga Crystal Palace berada dalam dilema klasik antara menjual pada Januari 2026 atau berisiko kehilangan aset utama secara gratis. Dari sudut pandang Liverpool, kondisi ini membuka peluang negosiasi yang lebih rasional secara finansial tanpa mengorbankan kualitas.
Secara teknis dan mental, Guehi menawarkan paket yang paling siap pakai. Ia telah teruji di Premier League, tampil konsisten di level internasional, dan terbiasa memimpin garis pertahanan. Dalam struktur Liverpool saat ini, Guehi berpotensi menjadi partner ideal bagi Virgil van Dijk atau bahkan penerusnya dalam jangka menengah, mengingat faktor usia dan kebutuhan regenerasi.
Namun, Liverpool tidak sendirian dalam perburuan ini. Manchester City disebut-sebut membutuhkan bek tambahan setelah Josko Gvardiol mengalami cedera, sehingga kompetisi antartim elite Premier League menjadi tantangan tersendiri. Dalam konteks tersebut, Liverpool harus bergerak cepat dan tegas jika ingin menjadikan Guehi sebagai solusi instan bagi problem pertahanan mereka.