Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anfield markas Liverpool
potret tribun Anfield, markas Liverpool FC (pexels.com/Soccer Trippers)

Intinya sih...

  • Liverpool masih mengincar Marc Guehi meski gagal mendatangkannya pada musim panas 2025

  • Atribut Nico Schlotterbeck cocok dengan tuntutan bek modern, tetapi performanya inkonsisten

  • Jacoba Ramon jadi incaran Liverpool, tetapi terikat klausul buy-back Real Madrid

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Liverpool menjalani 2025/2026 dengan persoalan serius di lini pertahanan. Cedera lutut parah yang mengakhiri musim Conor Bradley dalam laga melawan Arsenal kian mempersempit opsi di sektor belakang, sementara performa defensif secara kolektif gagal menyamai standar tim papan atas English Premier League (EPL). Dalam situasi tersebut, urgensi merekrut bek baru bukan lagi bersifat opsional, melainkan kebutuhan wajib.

Meski Liverpool baru saja menambah Mor Talla Ndiaye, bek tengah berusia 18 tahun, ia lebih realistis diproyeksikan sebagai proyek jangka panjang ketimbang kebutuhan instan tim. Dengan waktu bursa Januari 2026 yang terus berjalan, Liverpool harus bergerak cepat dalam membenahi struktur pertahanan mereka. Berikut lima bek yang diincar Liverpool pada bursa transfer Januari 2026.

1. Liverpool masih mengincar Marc Guehi meski gagal mendatangkannya pada musim panas 2025

Marc Guehi muncul sebagai kandidat paling matang dalam daftar buruan Liverpool pada Januari 2026. Ketertarikan The Reds terhadap kapten Crystal Palace ini bukan rumor baru, mengingat kesepakatan nyaris tercapai pada bursa musim panas sebelum akhirnya dibatalkan pada menit akhir. Fakta tersebut mempertegas, minat Liverpool bersifat berkelanjutan dan berbasis evaluasi jangka panjang, bukan reaksi sesaat atas krisis cedera.

Situasi kontrak Guehi menjadi variabel krusial dalam dinamika transfer ini. Kontrak bek internasional Inggris itu akan habis pada akhir musim 2025/2026, sehingga Crystal Palace berada dalam dilema klasik antara menjual pada Januari 2026 atau berisiko kehilangan aset utama secara gratis. Dari sudut pandang Liverpool, kondisi ini membuka peluang negosiasi yang lebih rasional secara finansial tanpa mengorbankan kualitas.

Secara teknis dan mental, Guehi menawarkan paket yang paling siap pakai. Ia telah teruji di Premier League, tampil konsisten di level internasional, dan terbiasa memimpin garis pertahanan. Dalam struktur Liverpool saat ini, Guehi berpotensi menjadi partner ideal bagi Virgil van Dijk atau bahkan penerusnya dalam jangka menengah, mengingat faktor usia dan kebutuhan regenerasi.

Namun, Liverpool tidak sendirian dalam perburuan ini. Manchester City disebut-sebut membutuhkan bek tambahan setelah Josko Gvardiol mengalami cedera, sehingga kompetisi antartim elite Premier League menjadi tantangan tersendiri. Dalam konteks tersebut, Liverpool harus bergerak cepat dan tegas jika ingin menjadikan Guehi sebagai solusi instan bagi problem pertahanan mereka.

2. Atribut Nico Schlotterbeck cocok dengan tuntutan bek modern, tetapi performanya inkonsisten

Nico Schlotterbeck mewakili spektrum berbeda dalam daftar target Liverpool. Bek Borussia Dortmund ini menawarkan atribut elite yang sangat selaras dengan tuntutan sepak bola modern, terutama dalam sistem yang menuntut bek aktif membangun serangan. Statistik progresi bola, agresivitas duel, serta keberaniannya membawa bola keluar dari tekanan menjadikannya kandidat menarik bagi Arne Slot.

Dari sisi taktis, Schlotterbeck mampu memberikan dimensi progresif yang mungkin tidak selalu ditawarkan bek Liverpool saat ini. Menurut OneFootball, ia mencatat angka progresi operan dan carry yang tinggi, serta memiliki keberanian untuk mendikte tempo dari lini belakang. Karakteristik ini sesuai dengan kebutuhan Liverpool untuk mengontrol permainan sejak fase awal build-up.

Namun, profil Schlotterbeck juga sarat risiko. Kecenderungannya keluar dari garis pertahanan sering menciptakan ruang di belakang, terutama ketika koordinasi lini belum sempurna. Inkonsistensi posisi dan beberapa kesalahan membaca situasi membuatnya kerap terekspos dalam laga-laga besar, sebagaimana terlihat di kompetisi Eropa.

Selain itu, riwayat cedera ringan yang berulang menambah kompleksitas posisi tawarnya. Liverpool harus menimbang secara strategis apakah mereka membutuhkan figur bek yang stabil dan minim variabel, atau justru siap mengambil risiko demi potensi dominasi taktis yang lebih tinggi. Dalam fase transisi skuad, keputusan ini akan menentukan arah evolusi pertahanan Liverpool.

3. Jacoba Ramon jadi incaran Liverpool, tetapi terikat klausul buy-back Real Madrid

Jacobo Ramon lebih tepat diposisikan sebagai proyek pengembangan ketimbang solusi darurat. Bek berusia 21 tahun itu tampil impresif bersama Como 1907 sejak didatangkan dari Real Madrid pada Juli 2025 dan telah menarik perhatian sejumlah klub Premier League. Liverpool termasuk di antara tim yang memantau perkembangannya secara intensif sejak Desember 2025.

Namun, status Ramon sebagai jebolan akademi Real Madrid membawa implikasi strategis yang tidak sederhana. Los Blancos menyertakan klausul buy-back bernilai relatif rendah dalam kesepakatan transfernya dengan Como, yang memungkinkan mereka merekrut kembali sang pemain dengan biaya terjangkau. Situasi ini menciptakan ketidakpastian struktural bagi klub peminat seperti Liverpool.

Dari sudut pandang filosofi rekrutmen, Liverpool biasanya enggan terlibat dalam skema transfer yang membatasi kontrol penuh terhadap masa depan pemain. Komitmen finansial besar pada aset yang dapat dipulangkan sewaktu-waktu oleh klub asal berisiko mengganggu kesinambungan perencanaan skuad. Kendati Ramon menawarkan potensi teknis dan usia ideal, Liverpool tetap harus menilai apakah nilai tersebut layak ditukar dengan ketidakpastian struktural di lini pertahanan.

4. Joel Ordonez jadi solusi jika Ibrahima Konate benar-benar pergi pada musim panas 2026

Berbeda dengan nama-nama lain, Joel Ordonez menggambarkan pendekatan Liverpool yang lebih terencana dan sabar. Dilasir The Mirror, Liverpool tidak berniat mengajukan penawaran pada Januari 2026, melainkan menargetkan bek Club Brugge itu untuk musim panas 2026 jika Ibrahima Konate pergi. Keputusan ini mengindikasikan jika Ordonez diproyeksikan sebagai bagian inti jangka menengah, bukan solusi tambalan.

Perkembangan Ordonez di Belgia tergolong pesat. Bek berusia 21 tahun ini menarik minat sejumlah klub Eropa setelah tampil konsisten bersama Club Brugge, bahkan sempat mendekati kepindahan besar sebelum akhirnya bertahan. Nilai pasarnya masih berada dalam rentang yang relatif masuk akal, terutama jika dibandingkan dengan bek mapan di liga top.

Secara profil, Ordonez menawarkan fleksibilitas posisi yang berharga. Ia mampu bermain di sisi kanan maupun kiri pertahanan tengah, sembari membawa modal fisik dan teknis yang masih bisa untuk dikembangkan. Usianya yang berada pada fase ideal membuatnya relevan untuk dibentuk sesuai tuntutan sistem Arne Slot. Penundaan langkah Liverpool hingga musim panas menunjukkan pendekatan yang terukur, menegaskan bahwa klub ingin memastikan rekrutan ini selaras dengan visi jangka menengah, bukan sekadar solusi reaktif atas tekanan jangka pendek.

5. Ousmane Diomande dikenal sebagai bek atletik, tetapi belum teruji di liga top Eropa

Ousmane Diomande menonjol sebagai opsi paling eksplosif secara fisik dalam daftar target Liverpool. Bek Sporting CP ini dikenal agresif, kuat dalam duel udara, dan memiliki kemampuan membaca permainan yang berkembang pesat. Ia telah menjadi bagian penting dari lini belakang Sporting, baik dalam skema tiga bek maupun duet bek tengah.

Ketertarikan Liverpool terhadap Diomande bukanlah hal baru. Namanya telah muncul dalam beberapa jendela transfer sebelumnya, seiring kebutuhan klub akan bek dengan profil atletik dominan. Diomande menawarkan potensi besar untuk menjadi pilar pertahanan modern yang mampu bertahan dalam duel terbuka maupun situasi transisi cepat.

Namun, terdapat sejumlah tanda tanya yang menyertai profilnya. Pengalaman Diomande di liga top lima Eropa masih nihil, sehingga adaptasi terhadap intensitas Premier League menjadi risiko nyata. Selain itu, catatan duel daratnya belum sepenuhnya konsisten, yang menunjukkan aspek teknis dan pengambilan keputusan masih membutuhkan pematangan.

Liverpool dihadapkan pada pilihan yang tidak sederhana antara solusi cepat dan investasi jangka panjang dalam bursa Januari 2026. Lima nama yang beredar menunjukkan spektrum strategi berbeda, dan keputusan akhir akan menjadi indikator arah evolusi pertahanan The Reds pada era Arne Slot.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team