Bruno Fernandes dan Anthony Martial merayakan gol ke gawang Liverpool / Twitter @ManUtd
Selama tiga laga pramusim ini, ada satu hal yang mulai rutin terlihat di United. Yap, mereka mulai rajin memeragakan sepak bola kombinasi. Umpan satu dua sentuhan, ditambah sprint-sprint pendek menuju ruang kosong, mulai jamak terlihat.
Dalam laga lawan Crystal Palace, permainan kombinasi Sancho dan Rashford langsung berbuah gol. Tidak cuma gol, kombinasi ini mencerminkan kesadaran pemain United akan ruang, sesuatu yang jarang terlihat musim lalu.
Para pemain United juga tampak lebih rajin sekarang. Mereka berani menekan lawan, bahkan ketika lawan menguasai bola di area sendiri. Tak ada lagi pemain yang malas-malasan dan hanya berjalan kaki, karena Ten Hag kerap berteriak dari pinggir lapangan.
Bahkan, dalam suatu momen di laga lawan Crystal Palace, Ten Hag kedapatan berteriak pada pemain yang dia anggap bermalas-malasan. Padahal, United dalam keadaan unggul 3-1.
Hal ini menandakan bahwa perlahan-lahan, revolusi berjalan di tubuh United. Rashford pun merasa, ada penyegaran yang dibawa Ten Hag ke dalam tim, baik itu berupa taktik maupun kepribadian dari Ten Hag sendiri sebagai manajer.
"Ide yang segar, taktik baru, dan kepribadian baru sukses dia (Ten Hag) bawa ke tim. Saya tidak sabar untuk bekerja bersamanya di liga. Banyak perkembangan yang terjadi, meski adaptasi harus tetap dilakukan," ujar Rashford, dilansir Daily Mail.